Selasa, September 15, 2009

Betapa Dahsyatnya Bersedekah di Bulan Ramadhan


Dahsyatnya Sedekah di Bulan Ramadhan

Kedatangan bulan Ramadhan setiap tahunnya tak henti menjadi penghibur hati orang mukmin. Bagaimana tidak, beribu keutamaan ditawarkan di bulan ini. Pahala diobral, ampunan Allah bertebaran memenuhi setiap ruang dan waktu. Seorang yang menyadari kurangnya bekal yang dimiliki untuk menghadapi hari penghitungan kelak, tak ada rasa kecuali sumringah menyambut Ramadhan. Insan yang menyadari betapa dosa melumuri dirinya, tidak ada rasa kecuali bahagia akan kedatangan bulan Ramadhan.

Mukmin Sejati Itu Dermawan
Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadhan adalah melalui sedekah. Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah. Dan bulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih dianjurkan lagi. Dan demikianlah sepatutnya akhlak seorang mukmin, yaitu dermawan. Allah dan Rasul-Nya memerintahkan bahkan memberi contoh kepada umat Islam untuk menjadi orang yang dermawan serta pemurah. Ketahuilah bahwa kedermawanan adalah salah satu sifat Allah Ta’ala, sebagaimana hadits:
‏إن الله تعالى جواد يحب الجود ويحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها
“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744)
Dari hadits ini demikian dapat diambil kesimpulan bahwa pelit dan bakhil adalah akhlak yang buruk dan bukanlah akhlak seorang mukmin sejati. Begitu juga, sifat suka meminta-minta, bukanlah ciri seorang mukmin. Bahkan sebaliknya seorang mukmin itu banyak memberi. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
‏اليد العليا خير من اليد السفلى واليد العليا هي المنفقة واليد السفلى هي السائلة
“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” (HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033)
Selain itu, sifat dermawan jika di dukung dengan tafaqquh fiddin, mengilmui agama dengan baik, sehingga terkumpul dua sifat yaitu alim dan juud (dermawan), akan dicapai kedudukan hamba Allah yang paling tinggi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إنَّما الدنيا لأربعة نفر: عبد رزقه الله مالاً وعلماً فهو يتقي فيه ربه ويصل فيه رحمه، ويعلم لله فيه حقاً فهذا بأفضل المنازل
“Dunia itu untuk 4 jenis hamba: Yang pertama, hamba yang diberikan rizqi oleh Allah serta kepahaman terhadap ilmu agama. Ia bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan hartanya dan ia gunakan untuk menyambung silaturahim. Dan ia menyadari terdapat hak Allah pada hartanya. Maka inilah kedudukan hamba yang paling baik.” (HR. Tirmidzi, no.2325, ia berkata: “Hasan shahih”)
Keutamaan Bersedekah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala benar-benar memuliakan orang-orang yang bersedekah. Ia menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Terdapat ratusan dalil yang menceritakan keberuntungan, keutamaan, kemuliaan orang-orang yang bersedekah. Ibnu Hajar Al Haitami mengumpulkan ratusan hadits mengenai keutamaan sedekah dalam sebuah kitab yang berjudul Al Inaafah Fimaa Ja’a Fis Shadaqah Wad Dhiyaafah, meskipun hampir sebagiannya perlu dicek keshahihannya. Banyak keutamaan ini seakan-akan seluruh kebaikan terkumpul dalam satu amalan ini, yaitu sedekah. Maka, sungguh mengherankan bagi orang-orang yang mengetahui dalil-dalil tersebut dan ia tidak terpanggil hatinya serta tidak tergerak tangannya untuk banyak bersedekah.
Diantara keutamaan bersedekah antara lain:
1. Sedekah dapat menghapus dosa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء النار
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)
Diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. Tidak sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa. Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah, yang merupakan dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ
“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 99)
2. Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:
رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه
“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)
3. Sedekah memberi keberkahan pada harta.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ما نقصت صدقة من مال وما زاد الله عبدا بعفو إلا عزا
“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)
Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang? Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.”
4. Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)
5. Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah.
من أنفق زوجين في سبيل الله، نودي في الجنة يا عبد الله، هذا خير: فمن كان من أهل الصلاة دُعي من باب الصلاة، ومن كان من أهل الجهاد دُعي من باب الجهاد، ومن كان من أهل الصدقة دُعي من باب الصدقة
“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027)
6. Sedekah akan menjadi bukti keimanan seseorang.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
والصدقة برهان
“Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim no.223)
An Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya)”
7. Sedekah dapat membebaskan dari siksa kubur.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
‏إن الصدقة لتطفىء عن أهلها حر القبور
“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)
8. Sedekah dapat mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual-beli
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يا معشر التجار ! إن الشيطان والإثم يحضران البيع . فشوبوا بيعكم بالصدقة
“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah.” (HR. Tirmidzi no. 1208, ia berkata: “Hasan shahih”)
9. Orang yang bersedekah merasakan dada yang lapang dan hati yang bahagia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit:
مثل البخيل والمنفق ، كمثل رجلين ، عليهما جبتان من حديد ، من ثديهما إلى تراقيهما ، فأما المنفق : فلا ينفق إلا سبغت ، أو وفرت على جلده ، حتى تخفي بنانه ، وتعفو أثره . وأما البخيل : فلا يريد أن ينفق شيئا إلا لزقت كل حلقة مكانها ، فهو يوسعها ولا تتسع
“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)
Dan hal ini tentu pernah kita buktikan sendiri bukan? Ada rasa senang, bangga, dada yang lapang setelah kita memberikan sedekah kepada orang lain yang membutuhkan.
Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang mengabarkan tentang manfaat sedekah dan keutamaan orang yang bersedekah. Tidakkah hati kita terpanggil?
Kedermawanan Rasulullah di Bulan Ramadhan
Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, teladan terbaik bagi kita, beliau adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau lebih dahsyat lagi di bulan Ramadhan. Hal ini diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيُدارسه القرآن ، فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح المرسَلة
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, no.6)
Dari hadits di atas diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada dasarnya adalah seorang yang sangat dermawan. Ini juga ditegaskan oleh Anas bin Malik radhiallahu’anhu:
كان النبي صلى الله عليه وسلم أشجع الناس وأجود الناس
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling berani dan paling dermawan.” (HR. Bukhari no.1033, Muslim no. 2307)
Namun bulan Ramadhan merupakan momen yang spesial sehingga beliau lebih dermawan lagi. Bahkan dalam hadits, kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dikatakan melebihi angin yang berhembus. Diibaratkan demikian karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat ringan dan cepat dalam memberi, tanpa banyak berpikir, sebagaimana angin yang berhembus cepat. Dalam hadits juga angin diberi sifat ‘mursalah’ (berhembus), mengisyaratkan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki nilai manfaat yang besar, bukan asal memberi, serta terus-menerus sebagaimana angin yang baik dan bermanfaat adalah angin yang berhembus terus-menerus. Penjelasan ini disampaikan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari.
Oleh karena itu, kita yang mengaku meneladani beliau sudah selayaknya memiliki semangat yang sama. Yaitu semangat untuk bersedekah lebih sering, lebih banyak dan lebih bermanfaat di bulan Ramadhan, melebihi bulan-bulan lainnya.
Dahsyatnya Sedekah di Bulan Ramadhan
Salah satu sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi teladan untuk lebih bersemangat dalam bersedekah di bulan Ramadhan adalah karena bersedekah di bulan ini lebih dahsyat dibanding sedekah di bulan lainnya. Diantara keutamaan sedekah di bulan Ramadhan adalah:
1. Puasa digabungkan dengan sedekah dan shalat malam sama dengan jaminan surga.
Puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah yang agung, bahkan pahala puasa tidak terbatas kelipatannya. Sebagaimana dikabarkan dalam sebuah hadits qudsi:
كل عمل ابن آدم له الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف قال عز و جل : إلا الصيام فإنه لي و أنا الذي أجزي به
“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR. Muslim no.1151)
Dan sedekah, telah kita ketahui keutamaannya. Kemudian shalat malam, juga merupakan ibadah yang agung, jika didirikan di bulan Ramadhan dapat menjadi penghapus dosa-dosa yang telah lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه
“Orang yang shalat malam karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no.37, 2009, Muslim, no. 759)
Ketiga amalan yang agung ini terkumpul di bulan Ramadhan dan jika semuanya dikerjakan balasannya adalah jaminan surga. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إن في الجنة غرفا يرى ظاهرها من باطنها وباطنها من ظاهرها أعدها الله لمن ألان الكلام وأطعم الطعام وتابع الصيام وصلى بالليل والناس نيام
“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah makanan, berpuasa, dan shalat dikala kebanyakan manusia tidur.” (HR. At Tirmidzi no.1984, Ibnu Hibban di Al Majruhin 1/317, dihasankan Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/47, dihasankan Al Albani di Shahih At Targhib, 946)
2. Mendapatkan tambahan pahala puasa dari orang lain.
Kita telah mengetahui betapa besarnya pahala puasa Ramadhan. Bayangkan jika kita bisa menambah pahala puasa kita dengan pahala puasa orang lain, maka pahala yang kita raih lebih berlipat lagi. Subhanallah! Dan ini bisa terjadi dengan sedekah, yaitu dengan memberikan hidangan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من فطر صائما كان له مثل أجره ، غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا
“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)
Padahal hidangan berbuka puasa sudah cukup dengan tiga butir kurma atau bahkan hanya segelas air, sesuatu yang mudah dan murah untuk diberikan kepada orang lain.
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبات قبل أن يصلي فإن لم تكن رطبات فعلى تمرات فإن لم تكن حسا حسوات من ماء
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan beberapa tamr (kurma kering), jika tidak ada maka dengan beberapa teguk air.” (HR. At Tirmidzi, Ahmad, Abu Daud, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi, 696)
Betapa Allah Ta’ala sangat pemurah kepada hamba-Nya dengan membuka kesempatan menuai pahala begitu lebarnya di bulan yang penuh berkah ini.
3. Bersedekah di bulan Ramadhan lebih dimudahkan.
Salah satu keutamaan bersedekah di bulan Ramadhan adalah bahwa di bulan mulia ini, setiap orang lebih dimudahkan untuk berbuat amalan kebaikan, termasuk sedekah. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya manusia mudah terpedaya godaan setan yang senantiasa mengajak manusia meninggalkan kebaikan, setan berkata:
فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
“Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” (Qs. Al A’raf: 16)
Sehingga manusia enggan dan berat untuk beramal. Namun di bulan Ramadhan ini Allah mudahkan hamba-Nya untuk berbuat kebaikan, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة ، وغلقت أبواب النار ، وصفدت الشياطين
“Jika datang bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari no.3277, Muslim no. 1079)
Dan pada realitanya kita melihat sendiri betapa suasana Ramadhan begitu berbedanya dengan bulan lain. Orang-orang bersemangat melakukan amalan kebaikan yang biasanya tidak ia lakukan di bulan-bulan lainnya. Subhanallah.
Adapun mengenai apa yang diyakini oleh sebagian orang, bahwa setiap amalan sunnah kebaikan di bulan Ramadhan diganjar pahala sebagaimana amalan wajib, dan amalan wajib diganjar dengan 70 kali lipat pahala ibadah wajib diluar bulan Ramadhan, keyakinan ini tidaklah benar. Karena yang mendasari keyakinan ini adalah hadits yang lemah, yaitu hadits:
يا أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم ، شهر فيه ليلة خير من ألف شهر ، جعل الله صيامه فريضة ، و قيام ليله تطوعا ، و من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه ، و من أدى فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه ، و هو شهر الصبر و الصبر ثوابه الجنة ، و شهر المواساة ، و شهر يزاد فيه رزق المؤمن ، و من فطر فيه صائما كان مغفرة لذنوبه ، و عتق رقبته من النار ، و كان له مثل أجره من غير أن ينتقص من أجره شيء قالوا : يا رسول الله ليس كلنا يجد ما يفطر الصائم ، قال : يعطي الله هذا الثواب من فطر صائما على مذقة لبن ، أو تمرة ، أو شربة من ماء ، و من أشبع صائما سقاه الله من الحوض شربة لايظمأ حتى يدخل الجنة ، و هو شهر أوله رحمة و وسطه مغفرة و آخره عتق من النار ،
“Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari 1000 bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu’). Barangsiapa (pada bulan itu) mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan, ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu balasannya surga. Ia (juga) bulan tolong-menolong, di mana di dalamnya rezki seorang Mukmin bertambah (ditambah). Barangsiapa (pada bulan itu) memberikan buka kepada seorang yang berpuasa, maka itu menjadi maghfirah (pengampunan) atas dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka dan ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa (itu) sedikitpun.” Kemudian para Sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kita memiliki makanan untuk diberikan sebagai buka orang yang berpuasa.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan buka dari sebutir kurma, atau satu teguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Hakim, Ibnu Khuzaimah (no. 1887) dan Al Ash-habani dalam At Targhib (178). Hadits ini didhaifkan oleh para pakar hadits seperti Al Mundziri dalam Targhib Wat Tarhib (2/115), juga oleh Dhiya Al Maqdisi di Sunan Al Hakim (3/400), bahkan dikatakan oleh Al Albani hadits ini Munkar, dalam Silsilah Adh Dhaifah (871).
Ringkasnya, walaupun tidak terdapat kelipatan pahala 70 kali lipat pahala ibadah wajib di luar bulan Ramadhan, pada asalnya setiap amal kebaikan, baik di luar maupun di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan oleh Allah 10 sampai 700 kali lipat. Berdasarkan hadits:
‏إن الله كتب الحسنات والسيئات ثم بين ذلك فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله له عنده حسنة كاملة فإن هو هم بها فعملها كتبها الله له عنده عشر حسنات إلى سبع مائة ضعف إلى أضعاف كثيرة
“Sesungguhnya Allah mencatat setiap amal kebaikan dan amal keburukan.” Kemudian Rasulullah menjelaskan: “Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna. Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.” (HR. Muslim no.1955)
Oleh karena itu, orang yang bersedekah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat karena sedekah adalah amal kebaikan, kemudian berdasarkan Al A’raf ayat 16 khusus amalan sedekah dilipatkan-gandakan lagi sesuai kehendak Allah. Kemudian ditambah lagi mendapatkan berbagai keutamaan sedekah. Lalu jika ia mengiringi amalan sedekahnya dengan puasa dengan shalat malam, maka diberi baginya jaminan surga. Kemudian jika ia tidak terlupa untuk bersedekah memberi hidangan berbuka puasa bagi bagi orang yang berpuasa, maka pahala yang sudah dilipatgandakan tadi ditambah lagi dengan pahala orang yang diberi sedekah. Jika orang yang diberi hidangan berbuka puasa lebih dari satu maka pahala yang didapat lebih berlipat lagi. Subhanallah…
Ayo jangan tunda lagi…

Jumat, Agustus 21, 2009

Warga Asli Irian Barat Meradang Tuntut Berpisah Dari N.K.R.I




Timika: Ratusan karyawan PT Freeport Indonesia, Kamis (20/8), mendatangi terminal bus di Mil 27. Para karyawan hendak memastikan keberangkatan ke tempat kerja mereka di distrik Tembagapura, Papua. Namun, mereka harus kecewa karena hanya mendapati pengumuman bahwa tak ada layanan bus menuju Tembagapura. Karyawan diminta kembali untuk memastikan bisa tidaknya bekerja pada Sabtu mendatang.
Juru bicara PT FI, Mindo Pangaribuan, menyatakan segala kebijakan mengenai transportasi karyawan menuju Tembagapura atau sebaliknya, dengan mempertimbangkan keselamatan karyawan PT FI dan keluarganya.

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak lima korban luka masih dirawat di rumah sakit. Mereka terluka setelah bus karyawan yang baru pulang dari Tembagapura menuju Timika, ditembaki orang tak dikenal [baca: Penembakan Bus Freeport Lukai Enam Orang].
Sebelumnya, teror penembakan juga terjadi 12 Agustus silam di antara Mil 41 dan 42. Mobil patroli Freeport hancur akibat teror ini [baca:Kelompok Bersenjata Tembaki Mobil Freeport]. Akibat rangkaian teror, jalan menuju Tembagapura akhirnya ditutup sementara waktu sejak 17 Agustus lalu, sehingga karyawan Freeport tidak bisa berangkat kerja maka Karyawan Freeport Dihentikan Sementara]

Organisasi Papua Merdeka Menistakan dan berhasil Memalukan N.K.R.I Dimata Dunia Internasional pada hari kemerdekaan Indonesia ke 64

Juru bicara OPM seorang warga negara Belanda " Oridek Ap mengatakan 85% Rakyat Papua tidak mengakui bahwa Papua adalah bagian dari Negara Indonesia. Menurut dia, kawasan itu dijajah oleh Indonesia karena waktu Proklamasi 17 Agustus 1945, Papua tidak termasuk dan tidak ada dalam butir perjanjian Konferensi Meja Bundar ; Penyerahan Kedaulatan dari Belanda pada Indonesia , menurut Oridek Ap Dunia Internasional harus jujur untuk tidak mengakui bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia. Menurut dia, kawasan itu dijajah oleh Indonesia karena waktu Proklamasi 17 Agustus 1945, Papua tidak termasuk. Masuknya kawasan itu ke NKRI, tambah aktivis Papua Barat ini, adalah hasil manipulasi negara-negara luar, seperti Amerika dan Belanda.Senada dengan Oridek Ap, Chris van de Klauw juga mendukung kemerdekaan rakyat Papua. Pria Belanda yang juga ikut berdemonstrasi itu menyesalkan Pemerintah Belanda tidak concern Lagi perhatikan perjuangan kemerdekaan Papua.Pemerintah Belanda bungkam, katanya, dengan dalih tidak mau mengganggu hubungan baik dengan RI. Menurut Van der Klauw, Pemerintah Belanda tidak konsisten.
"Saya dengar pemerintah Belanda teriak tentang apa yang terjadi di dunia. Tapi dalam kasus ini mereka hampir tidak bicara. Saya menyayangkan itu. Dengan cara ini, setidaknya kami ingin memperlihatkan bahwa Bintang Kejora masih ada dan masih ada negara yang berteriak minta perhatian dan minta merdeka," ujar Chris van de Klauw.
Pada Tanggal 17 Agustus 2009 Di di beberapa titik di kabupaten Mimika Papua telah dikibarkan bendera Bintang Kejora juga DiBelanda terjadi demonstrasi yang disponsori organisasi free west Papua dan Pengibaran Bendera Bintang Kejora didepan Sekolah Indonesia Netherland / SIN ' Masuknya kawasan Papua Barat ke NKRI, tambah aktivis Papua Barat ini, adalah hasil manipulasi kolektif negara negara , seperti Amerika Ingris dan Belanda Senada dengan Oridek Ap, Chris van de Klauw juga mendukung kemerdekaan rakyat Papua. Pria Belanda yang juga ikut berdemonstrasi itu menyesalkan Pemerintah Belanda tidak Lagi perhatikan perjuangan kemerdekaan Papua.
Pemerintah Belanda bungkam, katanya, dengan dalih tidak mau mengganggu hubungan baik dengan RI. Menurut Van der Klauw, Belanda tidak konsisten.
"Saya dengar pemerintah Belanda teriak tentang apa yang terjadi di dunia. Tapi dalam kasus ini mereka hampir tidak bicara. Saya menyayangkan itu. Dengan cara ini, setidaknya kami ingin memperlihatkan bahwa Bintang Kejora masih ada dan masih ada negara yang berteriak minta perhatian dan minta merdeka," ujar Chris van de Klauw.

Kasus Abepura

Di saat yang sama, insiden pengibaran bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM) Bintang Kejora juga terjadi di Distrik Abepura, Papua. Peristiwa terjadi tanggal 17 Agustus 2009, tepat pukul 06.00 WIT, menjelang perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia

Pengibaran Bintang Kejora dilakukan oleh orang tidak dikenal di sebuah perbukitan di Kelurahan Asano, Distrik Abepura, Papua. Bintang Kejora ditancapkan di atas tiang bendera setinggi tiga meter.
Sementara itu, kurang sehari acara perayaan Kemerdekaan, suasana mencekam melanda kawasan PT Freeport, Papua. Saat itu, bus milik Freeport ditembak kelompok bersenjata.
Insiden penembakan bus Freeport itu terjadi Ahad (16/8) pukul 15.00 WIT di kawasan mile 42, tepatnya pada ruas jalan yang menghubungkan antara Timika dengan Tembagapura.
Sebelum ini, kasus penembakan di areal PT Freeport Indonesia di Timika, Papua, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia & tujuh orang luka-luka.
Kepala Suku Kampung Babrongko Jayapura, Papua, Ramses Wally SH di Jayapura, mengatakan, kasus penembakan di areal PT. Freeport sudah sering terjadi.
Hanya saja, meski kegiatan seperti ini juga merupakan tindakan “teror” dan juga masuk kegiatan merongrong NKRI, tak satu pun aparat, pengamat atau media menyebutnya sebagai “teroris”.

Timika Papua: Dulu Sumber Penghidupan,Namun Kini Sumber Persoalan : sumber ketidak adilan

Hujan deras yang mengguyur Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, Papua, pada Senin (20/7) malam itu tidak menyejukkan hati Atina Uwamang. Enam jam sebelumnya, Jonas Uwamang, mertua Atina, dicokok polisi.
Victor Beanal, kepala suku Amungme dari Kampung Tsinga, yang Senin siang itu bertandang ke rumah Jonas untuk merembuk rencana pernikahan kerabat mereka juga ditangkap.
”Lima polisi memasuki rumah kami, menendang pintu rumah, membongkar lemari, mengambil sejumlah barang kami. Polisi tidak beri tahu mengapa mereka ditangkap,” tutur Atina lirih.
Jonas dan Victor adalah dua dari puluhan orang yang ditangkap terkait upaya polisi mengungkap rangkaian aksi pembakaran bus dan serangkaian penembakan areal PT Freeport Indonesia (PTFI) yang terjadi sejak 8 Juli lalu. Jonas, Victor, dan puluhan orang lainnya akhirnya dilepas polisi karena tak cukup bukti terlibat aksi penembakan di lereng Gunung Ertsberg dan Grasberg.
Polisi masih menahan delapan tersangka yang membantu pelaku penembakan. Namun, hingga Rabu pekan lalu, pelaku utama penembakan belum ditemukan. Justru tiga penembakan terjadi lagi di areal PTFI Selasa pekan lalu.
”Di areal Freeport, kepentingan terlalu banyak. Kami tidak pernah memiliki kepentingan di situ. Kami hanya memiliki gunung itu (Ertsberg dan Grasberg). Namun, isinya kami tidak pernah tahu. Sekian tahun kami sudah miskin, satu hari pun tidak pernah makan tiga kali. (Penembakan) Itu orang lain punya persoalan. Kami rakyat mau hidup tenang. Saya minta, kembalikan warga yang ditangkap,” kata Thomas Wamang, salah satu tokoh suku Amungme, dalam dialog di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Mimika, 24 Juli lalu.
Anggota DPRD Kabupaten Mimika, Martinus Maturbongs, berpendapat, skeptisisme publik itu buah trauma panjang masyarakat suku Amungme dan Kamoro akibat berbagai peristiwa sejak PTFI beroperasi di tanah ulayat mereka. ”Trauma masyarakat Amungme-Kamoro berlangsung sejak tahun 1970-an dan sampai sekarang tidak ada proses hukum (atas pelanggaran HAM yang terjadi). Bagaimana orang dimasukkan dalam kontainer, dihilangkan. Masyarakat Amungme dan Kamoro merasa selalu jadi sasaran dan disudutkan,” kata Maturbongs di Timika, 24 Juli.

Tanah ulayat Gunung Ertsberg dan Grasberg dari generasi ke generasi menghidupi suku Amungme; sebagai tempat tinggal, lahan bercocok tanam, sekaligus juga tempat spiritual suku Amungme.
Dalam pandangan orang Amungme, gunung itu adalah ibu, yang air susunya menghidupi mereka. ”Namun, kami harus pergi meninggalkan tempat-tempat itu karena aktivitas pertambangan PTFI. Salah satu lokasi keramat kami, misalnya, kini menjadi bengkel di Tembagapura,” tutur Thomas Wamang.
PTFI mengupas kulit Gunung Ertsberg dan Grasberg untuk mendapatkan bijih batuan induk emas dan tembaga. Kupasan batuan kulit itu harus dibuang dan Cekungan Wanagon menjadi tempat penimbunan itu. Padahal, Cekungan Wanagon, yang juga tempat sakral bagi orang Amungme, khususnya penduduk Kampung Waa, Arowanop, dan Tsinga, tidak boleh diganggu. Setidaknya ada dua kecelakaan bendungan danau pecah yang mengakibatkan korban manusia maupun hewan (Laporan Tanggapan Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Jayapura, Februari 2001).
Jutaan hingga miliaran metrik ton batuan induk tubuh bijih emas dan tembaga telah dan akan terus dikeruk dari Grasberg, untuk digerus agar kandungan emas dan tembaganya bisa dipisahkan. Sisa gerusan itu menjadi lumpur lembut (tailing) yang dialirkan ke areal seluas 230 kilometer persegi daerah pengendapan yang dimodifikasi di Sungai Ajkwa. Proses pembuangan tailing itu telah disetujui pemerintah, melalui persetujuan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) 300K pada 1997 (Laporan Berkarya Menuju Pembangunan Berkelanjutan 2008, PTFI).
Sungai Ajkwa dan beberapa anak sungainya dari generasi ke generasi menjadi sumber penghidupan suku Kamoro. Di daerah aliran sungai itulah masyarakat peramu Kamoro hidup dengan budaya sungai, sagu, dan sampan mereka. Namun, justru di tempat peramu Kamoro menokok sagu, berburu binatang liar, menombak buaya, menangkap kepiting, ataupun mencari ikan itulah lumpur tailing harus diendapkan.
Tokoh suku Kamoro di Kampung Ayuka, Pius Nimaipouw, mengeluhkan hutan sagu ulayatnya yang kebanjiran limpahan air dan lumpur tailing. Akibatnya, rasa sagu mereka tidak enak. Mereka pun kemudian memilih membeli sagu di pasar.
Harus diakui, keberadaan PTFI adalah perintis pengakuan hak ulayat masyarakat pribumi di Indonesia. Tahun 1974 PTFI menyepakati Perjanjian Januari dengan para suku Amungme yang hak ulayatnya digunakan PTFI. Sejak 1996 hingga kini, sudah ada 300 juta dollar AS dana kemitraan (dana 1 persen) yang disalurkan PTFI kepada tujuh suku yang berbatasan dengan areal kontrak karya PTFI dan tinggal di Mimika.
Sejak 2001, PTFI juga memberikan kompensasi rekognisi hak ulayat atas kerugian delapan kampung suku Amungme dan Kamoro yang secara langsung terkena dampak aktivitas pertambangan PTFI. Menurut Laporan Berkarya Menuju Pembangunan Berkelanjutan 2008, total nilai dana perwalian itu sudah mencapai 26 juta dollar AS. Dan setiap tahun akan dikucurkan dana perwalian 1 juta dollar AS untuk Kampung Waa-Banti, Arwanob, Tsinga (ketiganya kampung suku Amungme), Koperapoka, Nayaro, Nawaripi, Ayuka, dan Tipuka (kelimanya kampung suku Kamoro).
Namun, Thomas Wamang justru berpendapat kucuran uang besar itu menjadi masalah baru. ”Dahulu kami sangat berhati-hati dengan uang. Sekarang, uang yang atur kehidupan kami. Ketika uang di saku, yang terjadi justru bar-bir-bor (pergi ke bar, mabuk bir, lalu ke lokalisasi).”
PTFI memang memberi manfaat besar bagi banyak pihak. Pajak, royalti, dan dividen yang dibayarkan kepada pemerintah pada 2007 mencapai 1,8 miliar dollar AS. PTFI menyerap tenaga kerja hingga 9.800 orang dan 98 persen di antaranya warga negara Indonesia. Total upah dan gaji karyawan sejak 1992 telah mencapai 1,4 miliar dollar AS. Sejumlah 45 persen produk domestik regional bruto (PDRB) Provinsi Papua dan 96 persen PDRB Kabupaten Mimika bersumber dari PTFI. Dan 25 persen pendapatan rumah tangga di Papua disediakan oleh PTFI.
Perputaran uang besar di Timika pun menjadi magnet bagi banyak orang untuk datang ke Timika dan menghasilkan persoalan sosial yang tak berujung.
Pertikaian antarkelompok, perang tradisional antarsuku, dan pendulangan emas dari tailing yang mengandung merkuri hanya sebagian contoh. Ditambah serangkaian penembakan misterius di areal PTFI, lengkap sudah tumpukan masalah di Mimika.
Relevan untuk menutup Freeport di Papua sebagai kunci memperbaiki akar bencana ekonomi dan kedaulatan Bangsa Indonesia. Upaya meunutup Freeport adalah bukti dukungan bagi rakyat Indonesia yang menginginkan perubahan sistem hukum dalam kebijakan tambang di negeri ini. Sebab Udang-undang penanaman Modal Asing yang sekarang kenyataannya sudah 80 persen tambang yang ada di indonesia milik negara luar dan inilah fakta penjajahan asing. PT. Freepeort Indonesia / FMC adalah perusahaan asal Amerika Serikat yang pertama kali membidani Lahirnya undang-undang investasi agar Praktek Neo kapitalis/Neo liberalisme aman dan dapat dijadikan landasan hukum Amerika Serikat meng eksploitasi Pertambangan emas Terbesar Didunia

Selain itu juga, Berdasarkan laporan pemegang saham tahun 2005, nilai investasi FM di Indonesia mencapai 2 bilyun dollar. Freeport merupakan perusahaan emas penting di Amerika karena merupakan penyumbang emas nomor 2 kepada industri emas di Amerika Serikat setelah Newmont. Pemasukan yang diperoleh Freeport McMoran dari PT Freeport Indonesia, dan PT. Indocopper Investama (keduanya merupakan perusahaan yang beroperasi di Pegunungan Tengah Papua) mencapai 380 juta dollar (hampir 3.8 trilyun) lebih untuk tahun 2004 saja. Keuntungan tahunan ini tentu jauh lebih kecil pendapatan selama 37 tahun Freeport beroperasi di Indonesia.

Dari segi ekologi, Prediksi buangan tailing dan limbah batuan hasil pengerukan cadangan terbukti hingga 10 tahun ke depan adalah 2.7 milyar ton. Sehingga untuk keseluruhan produksi di wilayah cadangan terbukti, PT FI akan membuang lebih dari 5 milyar ton limbah batuan dan tailing. Untuk menghasilkan 1 gram emas di Grasberg, yang merupakan wilayah paling produktif, dihasilkan kurang lebih 1.73 ton limbah batuan dan 650 kg tailing. Bisa dibayangkan jika Grasberg mampu menghasilkan 234 kg emas setiap hari maka akan dihasilkan kurang lebih 15 ribu ton tailing perhari, yang jika dihitung dalam waktu satu tahun mencapai lebih dari 55 juta ton tailing dari satu lokasi saja.
Kemana Freeport membuang limbah batuan? Limbah batuan akan disimpan pada ketinggian 4200 m di sekitar grassberg. Total ketinggian limbah batuan akan mencapai lebih dari 200 meter pada tahun 2025. Sementara limbah tailing secara sengaja dan terbuka akan dibuang ke Sungai Ajkwa yang dengan tegas disebutkan sebagai wilayah penempatan tailing sebelum mengalir ke laut Arafura.berdasarkan analisis citra LANDSAT TM tahun 2002 yang dilakukan oleh tim Walhi tailing Freeport tersebar seluas 35,000 ha lebih di DAS Ajkwa. Tailing masih menyebar seluas 85,000 hektar di wilayah muara laut, yang jika keduanya dijumlahkan setara dengan Jabodetabek. Total sebaran tailing bahkan lebih luas dari pada luas area Blok A (Grasberg) yang saat ini sedang berproduksi. Peningkatan produksi selama 5 tahun hingga 250,000 ton bijih perhari dapat diduga memperluas sebaran tailing baik di sungai maupun muara sungai.
Dalam nota keuangan tahunannya kepada pemegang saham, selama 3 tahun hingga tahun 2004, total penghasilan PT. Freeport kepada Republik Indonesia hanya kurang lebih dari 10-13 % pendapatan bersih di luar pajak atau paling banyak sebesar 46 juta dollar (460 milyar rupiah). Demikian Freeport juga mengklaim dirinya sebagai penyumbang pajak terbesar di Indonesia yang tidak jelas berapa jumlahnya. Menurut dugaan, pajak yang disumbang PT. Freeport Indonesia mencapai 2 trilyun rupiah (kurang dari 1 % Anggaran negara). Pertanyaan yang patut dimunculkan, apakah dengan demikian Freeport menjadi demikian berharga dibanding ratusan juta pembayar pajak lainnya yang sebenarnya adalah warga yang patut dilayani negara? Atau dengan menjadi pembayar pajak terbesar, PT Freeport sebetulnya sudah 'membeli' negara dengan hanya menyumbang kurang dari 1% anggaran negara? Bagaimana dengan agregat pembayar pajak yang lain?

Menurut catatan departemen Energi dan Sumber Daya mineral, sejak 1991 hingga tahun 2002, PT Freeport memproduksi total 6.6 juta ton tembaga, 706 ton emas, dan 1.3 juta ton perak. Dari sumber data yang sama, produksi emas, tembaga, dan perak Freeport selama 11 tahun setara dengan 8 milyar US $. Sementara perhitungan kasar produksi tembaga dan emas pada tahun 2004 dari lubang Grasberg setara dengan 1.5 milyar US$.
Mantan Gubernur Provinsi Papua Alm. JP Salossa pernah berjanji akan menanyakan besaran royalti yang dibayarkan PT Freeport Indonesia kepada pemerintah pusat selama ini. Menurut Alm Jp. Solosa, Pemda Papua belum pernah mengetahui total royalti yang dibayarkan Freeport tiap tahunnya kepada pemerintah. "Saya akan menanyakannya kepada Menteri Keuangan," ujar Salossa seusai dipanggil Presiden di Kantor Kepresidenan, Selasa, 08 Pebruari 2005 12 WIB. Di tahun yang sama setelah statemen terhadap Freeport, Alm. Solosa meninggal dunia.
Selama periode KK I tahun 1973-1991, perusahaan pertambangan yang berinduk pada Freeport-McMoran Copper & Gold Inc. ini telah mendapat laba 1,1 milyar dolar AS. Sementara untuk kas Indonesia, Freeport hanya menyetor 138 juta dolar AS dalam bentuk deviden, royalti dan pajak atau sekitar 12,54 persen. Dengan bekal KK II, selama 30 tahun ke depan, areal penambangan Freeport terus melebar hingga ke Deep Area, DOM dan Big Gossan yang sudah siap dieksploitasi. Sedangkan daerah Kucing Liar serta Intermediate Ore Zone (IOZ) masih dieksplorasi. Freeport tampaknya masih akan lama bercokol di Tanah Papua dengan adanya kontrak untuk kegiatan tambang Garsberg yang berlaku sampai 2021 dengan opsi memperpanjang perjanjian hingga 20 tahun kemudian.

Sumber:
http://www.tempo.co.id/hg/ekbis/2005/02/08/brk,20050208-42,id.html
ANNUAL REPORT PURSUANT TO SECTION 13 OR 15(d) OF THE SECURITIES EXCHANGE ACT OF 1934 For the fiscal year ended December 31, 2002, Freeport McMoRan Copper and Gold
ANNUAL REPORT PURSUANT TO SECTION 13 OR 15(d) OF THE SECURITIES EXCHANGE ACT OF 1934 For the fiscal year ended December 31, 2003, Freeport McMoRan Copper and Gold
ANNUAL REPORT PURSUANT TO SECTION 13 OR 15(d) OF THE SECURITIES EXCHANGE ACT OF 1934 For the fiscal year ended December 31, 2004, Freeport McMoRan Copper and Gold
Info Sheet, Operasi Pertambangan PT. Freeport Indonesia Company. Walhi 2002
Butterman. W.C, Aimee III. Mineral Commodity Profiles-Gold, USGS 2003
http://www.antara.co.id/arc/2009/5/26/freeport-belum-dapat-dongkrak-kesejahteraan-masyarak

Senin, Agustus 17, 2009

Peringatan HUT RI Ke 64 Di Istana Negara Aman


BIN Pastikan Sampai Detik Ini Istana Aman

Jaringan teroris Noordin M Top sempat membidik Istana Negara sebagai salah satu sasarannya

Kelompok teroris Noordin M Top membidik Istana Negara sebagai salah satu sasaran bom mereka. Namun Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Syamsir Siregar memastikan Istana sejauh ini aman.

"Semua berjalan baik, sampai detik ini tidak ada apapun," kata Syamsir usai peringatan detik-detik proklamasi di Istana Negara, Jakarta, Senin 17 Agustus 2009.

Dia juga memastikan wilayah lain di Indonesia aman dari ancaman teroris. "Tidak ada (ancaman)," kata dia.

Istana sendiri semakin memperketat pengamanan. Terkait peringatan kemerdekaan RI, pengamanan mencapai tiga lapis. Namun Mensesneg Hatta Rajasa membantah ada peningkatan sistem keamanan. "Nggak, seperti biasanya saja," kata dia.

Seminggu lalu, 8 Agustus 2009, Densus 88 penggerebek sarang teroris di Jati Asih, Bekasi dan Temanggung, Jawa Tengah. Dari penggerebekan di Jati Asih, polisi menemukan bom rakitan dan bahan bom mobil.

Salah satu kelompok teroris yang ditangkap Amir Abdillah menginformasikan bom-bom tersebut akan diledakkan di kediaman pribadi Presiden SBY di Cikeas dan Istana Negara.

Dalam penggerebekan teroris di dua tempat itu, polisi menembak mati tiga kawanan tersebut, yakni Air Setiawan, Eko Joko Sarjono, dan Ibrohim, si pengatur bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Ledakan bom di dua hotel ini pada 17 Agustus 2009 lalu menewaskan sembilan orang dan melukai 55 orang lainnya.

Rabu, Agustus 12, 2009

Sekilas tentang Skenario Barat terhadap Dunia Islam

Skenario global terhadap dunia Islam

Membahas otak sesungguhnya dari terorisme yang mengatasnamakan agama Islam tentunya akan sulit untuk lepas dari teori konspirasi yang sesungguhnya memiliki kelemahan yang mendasar. Kelemahan bersandar pada teori konspirasi adalah kurang validnya data, terlalu banyak faktor kebetulan, serta terlalu kuatnya asumsi dan prasangka tertentu.

Apabila kita waspada, akan terlihat bahwa mempercayai teori konspirasi berarti mengakui supremasi Barat (AS)yang seolah-olah telah mengenggam dunia dengan segala kehebatannya. Kelemahan intelektual dan pengakuan atas supremasi Barat itulah yang justru dihembuskan dari para penganjur teori konspirasi yang mayoritas juga justru dari kalangan Barat yang tidak memiliki kredibilitas yang kuat, misalnya kelompok - kelompok Kiri radikal yang sudah invalid ditelan waktu

Terlalu banyak desepsi informasi yang menggambarkan seolah-olah CIA, MI6, dan kawan-kawan begitu hebatnya dalam operasi intelijen global serta telah menguasai banyak hal di dunia. Hal itu sesungguhnya tidak sepenuhnya benar. Saya dapat bertaruh 50-50, artinya setiap cerita kehebatan itu harus dikorting 50% nilai kebenarannya, sehingga sudah sangat tidak meyakinkan karena telah masuk dalam kategori meragukan.

Dalam berbagai kasus politik internasional, tampak jelas bahwa kemampuan intelijen AS dan negara-negara Barat tidaklah kuat. Dalam berbagai kasus serius di Timur Tengah, Afrika, China, Myanmar, Eropa Timur jelas sekali jalannya sejarah tidak ditentukan oleh peranan intelijen, tetapi justru intelijen berupaya mengklaim prestasi atau suatu hal yang tidak pantas diklaim.

Frustasi intelijen Barat selama perang dingin terobati dengan blunder politik keterbukaan di bekas Uni Soviet, karena kelemahan terbesar dari intelijen Barat adalah kurangnya penetrasi human intelligence ke dalam sasaran. Namun dari sudut pandang teori konspirasi, sah-sah saja bila intelijen Barat mengklaim telah berjasa dalam mendorong keterbukaan di bekas Uni Soviet yang akhirnya menghancurkan sendi-sendi persatuan nasional dan pecahlah negara Uni Soviet. Hal ini disadari betul oleh Vladimir Putin yang telah mengembalikan kekuatan Uni Soviet dalam skala Russia yang secara meyakinkan bangkit kembali tanpa menunjukkan suatu keadaan yang tunduk pada negara-negara Barat.

Permainan dengan pejuang Mujahidin di Afghanistan adalah juga dalam kerangka perang dingin, dan pada waktu itu Islam sama sekali bukan suatu isu ancaman bagi AS dan sekutunya. Bahkan secara serius terjadi pembinaan yang intensif dalam rangka menghadapi musuh bersama Russia. Perebutan pengaruh global di kawasan tidak dapat tidak akan melibatkan kekuatan-kekuatan lokal, sehingga mujahidin dan berbagai kelompok perlawanan mendapatkan angin dukungan dari AS. Tidak ada musuh yang abadi dan tidak ada sahabat sejati, demikian politik internasional berbicara. Masa romantis AS dan pejuang Mujahidin berakhir hanya karena Mujahidin tidak dapat dikendalikan secara ideologi untuk tunduk dan patuh kepada konsep-konsep yang ingin dipaksakan oleh AS seperti diberlakukan kepada bangsa Jepang paska Perang Dunia ke-II. Sebelum sungguh-sungguh pecah kongsi, telah terjadi upaya untuk meyakinkan pejuang Mujahidin tentang "itikad baik" membantu Afghanistan, tetapi siapa yang dapat percaya? Mengapa tidak percaya, karena perilaku AS dan Barat adalah suatu pola penjajahan modern yang memaksakan bukan hanya kekuasaan tetapi juga mencakup nilai-nilai yang tidak dapat diterima oleh kaum Mujahidin.

Mari kita tengok sejenak kasus di Indonesia.
CIA dan MI6 yang konon malang melintang di Indonesia pada saat Partai Komunis Indonesia berjaya, sesungguhnya dalah macan ompong yang tidak mengerti sama sekali Indonesia. Mereka hanya penonton yang manis yang rajin mencatat dan menganalisa, namun soal operasi nol besar. Apa yang kemudian terjadi adalah bahwa Indonesia sedang rapuh dalam persatuan dan kesatuan sehingga lahir kelompok kolaborator yang secara sukarela menerima tawaran AS dan sekutunya. Artinya bukan diciptakan oleh operasi intelijen, saya pastikan ini murni pertarungan politik domestik dalam sejarah Indonesia. Apa yang disebut sebagai dokumen Gilchrist, peranan CIA dan lain-lain adalah klaim yang terlalu dibesar-besarkan.

Bahwa ada operasi CIA itu benar, namun operasi itu tidak berarti karena sejarah perjalanan bangsa Indonesia digoreskan oleh para pelaku sejarah Indonesia sendiri dan bukan dikendalikan oleh operasi intelijen CIA. Apabila rekan-rekan Blog I-I ingin melihat bagaimana orang CIA bekerja, tentunya kita akan terheran-heran karena begitu payahnya dan jauh dari bayangan hebat seperti di film hollywood.

Misalnya analis CIA. Meskipun mereka menggunakan kode-kode nomor sandi, namun sangat kentara ketika mempersiapkan diri, misalnya dengan kuliah ke Australia meneliti Indonesia, kemudian belajar bahasa di Yogyakarta atau Solo, kadang-kadang lupa karena masih bersikap seperti intel. Yang agak lebih cerdas misalnya dengan telah menetap lama di Indonesia sebelum akhirnya ditempatkan di Indonesia. Konyolnya lagi, kadang kala mereka mempersiapkan diri di Bangkok, Thailand karena dipikirnya tidak akan jauh berbeda dengan Indonesia.

Untuk operasional, inteljen Barat lebih memaksimalkan peranan kolaborator lokal yang mana hal ini terjadi karena kolaborator lokal tergiur dollar, melesatnya karir politik dan fantasi bekerja untuk lembaga bergengsi serta kesempatan mendapatkan pengalaman. Dari sejumlah rekan yang pernah bekerja untuk kepentingan asing tersebut sering terungkap rasa bersalah yang sangat tinggi serta kekecewaan karena pada akhirnya mereka hanyalah pion-pion yang tidak berarti.

Sekarang kita perhatikan kasus terorisme di Indonesia.

Apa sesungguhnya yang terjadi?

Dari penelusuran saya bersama team I-I terhadap mantan Mujahid yang pernah berangkat ke Afghanistan dan Pakistan serta mereka yang pernah ke Filipina Selatan, setidaknya ada beberapa hal yang wajib serta sangat perlu untuk diperhatikan, yakni:
1. Sekelompok kecil adalah Mujahid sejati ikhlas berjuang demi agama Islam.
2. Sekelompok besar Mujahid lebih dikendalikan fanatisme & fatwa jihad
3. Hampir 100% tidak terlalu paham dengan konstelasi politik global.
4. Keyakinan benarnya cara perjuangan para Mujahid sangat kuat.
5. Melalui pola-pola indoktrinasi pembenaran aksiteror terjadi cuci otak.
6. Hasilnya adalah pelaku teror bunuh diri yang merasa benar tindakannya.
7. terbukti tanpa sadar konsep Jihad mujahid disusupi tafsir2 yg sesat

Apa maknanya. Para pelaku teroris adalah kolaborator terbaik bagi suatu agenda yang dapat menarik perhatian global sebagai suatu ancaman terhadap umat manusia. Apakah mereka dikendalikan oleh operator-operator Barat? Saya melihatnya tidak bersifat langsung demikian, namun secara tidak sadar langkah-langkah yang ditempuh teroris tersebut menjadi pilar utama dari agenda global Negara2 Adi Kuasa untuk dapat mencampuri dan mendikte negara - negara Islam / Dunia Islam

Sekian

Jumat, Agustus 07, 2009

Kenapa Harus Mengkambinghitamkan Intelijen ?

Haruskah Mengkambinghitamkan Intelijen ?

Oleh: Mayor (Inf) Agus Bhakti,

Beberapa waktu lalu kita begitu dikejutkan dengan terjadinya kembali ledakan bom pada tanggal 17 Juli 2009 secara hampir bersamaan di Hotel Marriott dan Ritz Carlton. Kejadian ini begitu mengejutkan karena selain telah menewaskan 9 orang dan melukai 52 orang lainnya, tercatat bahwa terjadinya teror bom terakhir adalah + 4 tahun yang lalu pada tanggal 31 Desember 2005 di Palu yang menewaskan 8 orang dan melukai sedikitnya 45 orang. Kurun waktu yang cukup lama mengingat 4 tahun dalam kondisi yang relatif aman dibandingkan kurun waktu tahun 2000 s/d 2005 yang marak dengan teror bom. Reaksipun bermunculan, dari mulai yang bersimpati kepada korban, kebencian yang mendalam terhadap teroris, solidaritas nasional untuk memerangi terorisme sampai dengan "pengkambinghitaman" individu maupun institusi.

"Diplomacy is the first line of the defense but intelligence...is the first and the last line of the defense". Ungkapan ini menunjukkan betapa pentingnya peran dan fungsi intelijen. Dikaitkan dengan potensi ancaman yang semakin multidimensional, sangatlah riskan bagi suatu negara apabila terjadi kegagalan fungsi intelijen. James Douglas Clayton, ahli komputer yang menciptakan software nirkabel Spartacus yang diperankan oleh Collin Farrel dalam film “Recruit” tahun 2004 menyampaikan asumsinya tentang CIA ketika ditemui oleh ahli perekrutan CIA Walter Burke (Al Pacino) : “CIA adalah hanya sekelompok pria kulit putih gemuk yang tertidur saat kita memerlukan mereka.” Yang dijawab oleh Walter Burke : “Apa yang sama sekali kamu tahu, sebenarnya kamu tidak mengetahuinya. Apa yang kamu lihat, dengar, tidak ada yang sesuai dengan kenyataannya.” Dialog yang cukup representatif untuk memberikan gambaran mengenai tugas-tugas aparat intelijen. Sangat sering kita dengar tentang opini yang negatif terhadap kinerja aparat intelijen seperti ungkapan intelijen lemah, intelijen tumpul, intelijen kecolongan bahkan intelijen dianggap biang jika terjadi tindak terorisme1. Hal yang lumrah dan sesuai dengan motto intelijen “berhasil tidak dipuji, gagal dicaci maki, hilang tidak dicari dan matipun tidak diakui”, walaupun motto ini tidak berlaku untuk pembenaran atas gagalnya fungsi intelijen.

Intelijen adalah informasi yang dihargai atas ketepatan waktu dan relevansinya, bukan detil dan keakuratannya, berbeda dengan "data", yang berupa informasi yang akurat, atau "fakta" yang merupakan informasi yang telah diverifikasi2. Kegagalan fungsi intelijen juga pernah terjadi di negara maju seperti Amerika Serikat yang terkejut-kejut ketika secara tiba-tiba AU Jepang menyerang Pearl Harbour pada 7 Desember 1941, Israel yang sedang merayakan hari raya Yom Kippur juga diserang tiba-tiba oleh pasukan koalisi pimpinan Suriah dan Mesir pada 6 Oktober 1973 atau yang paling aktual adalah serangan teroris terhadap WTC oleh Osama bin Laden pada 11 September 2001. Sebenarnya sangat banyak faktor yang bisa mempengaruhi suatu kegagalan intelijen. Ibarat pepatah mengatakan, orang yang pesimis akan memandang sebuah gelas terisi air setengahnya dengan mengatakan “setengah kosong”, sebaliknya orang yang optimis memandangnya dengan mengatakan “setengah penuh”.

* Dari sudut pandang kegagalan / keberhasilan intelijen, intelijen selalu dicaci jika mengalami kegagalan dan tidak pernah dipuji jika berhasil. Mengapa? Cara pandang orang terhadap kegagalan dan keberhasilan intelijen itu berbeda-beda. User intelijen pun belum tentu memiliki tolok ukur yang jelas, kapan intelijen dikatakan berhasil atau gagal. Sebagai ilustrasi, apabila negara selalu dalam keadaan aman, damai dan sentosa, apakah pernah itu dikatakan sebagai suatu keberhasilan intelijen? Tidak pernah. Tapi apakah intelijen tidak berperan dalam menciptakan kondisi aman tersebut?
* Dari sudut pandang roda perputaran intelijen, aparat intelijen bertugas untuk merencanakan pengumpulan informasi, melaksanakan pengumpulan informasi dan mengolahnya sehingga bisa disajikan sebagai informasi yang valid dan aktual bagi sang pengguna/user. Persoalan muncul ketika, user tidak bisa mengimplementasikan dengan baik semua temuan intelijen itu menjadi kebijakan yang cukup mengakomodir upaya dalam mengatasi permasalahan terkait temuan intelijen tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti miskomunikasi, intervensi kepentingan, pilihan prioritas kebijakan, dll. Semuanya tumpah ruah menjadi kompleksitas permasalahan. Dan apabila meledak dengan munculnya satu kasus yang besar, kembali intel akan dijadikan sebagai kambing hitam.
* Dari sudut pandang aparat intel itu sendiri, dikenal istilah intelijen dasar, intelijen aktual dan intelijen ramalan. Informasi dalam lingkup besar merupakan sempalan dari informasi-informasi yang berlingkup kecil. Informasi tersebut didapat pada waktu yang telah lalu maupun pada saat sekarang. Semuanya harus bisa dirangkum menjadi suatu analisa untuk memprediksikan kejadian di masa mendatang. “Estimating is what you do when you do not know but it is inherent in many situations that after reading the estimate we still not know...and we always have to do that”3. Hal ini bisa disebabkan karena kekurangan akses data/informasi, kalaupun akses data dari informan ada tapi selalu berpacu dengan waktu untuk mendapatkan informasi yang aktual. Terlambat sedikit maka basilah informasi tersebut. Ini menjadi tantangan besar bagi aparat intelijen di lapangan dalam mengolah analisa informasi yang diinginkan user. Tetapi pada dasarnya intelijen ramalan bukanlah laporan yang mengada-ada saja.
* Dari sudut pandang pendanaan, memang cukup berpengaruh, akan tetapi intelijen itu ibarat kepemimpinan, “an art and science”, bahkan mungkin lebih banyak seninya. Tanpa bermaksud mengenyampingkan masalah pendanaan, banyak masalah yang sebenarnya bisa diatasi dengan kreasi dan inovasi di lapangan. Tidak semua agen/informan di lapangan bermotifkan materi dan tidak selalu keberhasilan operasi intelijen diukur dengan besarnya pendanaan.

Di Indonesia kita mengenal adanya beberapa badan intelijen. Seperti BIN sebagai badan intelijen nasional yang berkedudukan secara langsung di bawah presiden dan memiliki wewenang untuk mengkoordinasikan kegiatan komunitas intelijen. Baintelkam Polri yang bertugas menyelenggarkan fungsi intelijen bidang keamanan dan berkompeten secara langsung dalam penumpasan terorisme. BAIS TNI yang merupakan badan intelijen militer di bawah Mabes TNI yang bertugas menyediakan analisis-analisis strategis aktual di bidang pertahanan. Depdagripun memiliki unsur-unsur intelijen yang bernaung di bawah Rakominda yang bertugas mengumpulkan informasi tentang seluk-beluk permasalahan di masyarakat maupun organisasi lainnya di bawah Dirjen Kesbangpol. Selain itu, terdapat juga instansi yang tidak menggunakan label sebagai badan intelijen tetapi juga berperan dalam fungsi intelijen seperti imigrasi, bea cukai dan kejaksaan. Keragaman instansi tersebut tentunya sudah disertai spesifikasi fungsi sesuai dengan kompetensinya4. Menimbang bahwa terorisme merupakan suatu kejahatan yang bersifat transnasional dan multidimensional, diferensiasi badan intelijen seharusnya dapat menjadi faktor pendukung dalam penanganan masalah terorisme. Namun pada kenyatannya lebih sering muncul ego sektoral masing-masing daripada koordinasi yang baik antar institusi.

Pasca bom Marriott dan Ritz Carlton, banyak opini yang mewacanakan peningkatan dana dan kewenangan instansi dan institusi intelijen. Tapi di sisi lain, banyak juga pihak yang mengatakan bahwa hal tersebut hanya akan berdampak negatif terhadap kebebasan demokrasi dan perlindungan HAM. Kembali kita dihadapkan kepada suatu pilihan, dan sebenarnya semuanya tidak akan bermasalah jika masing-masing pihak dapat mengaturnya dengan baik. Karena pada hakekatnya menghadapi terorisme tidak bisa dilakukan sendirian, jadi marilah kita melakukannya bersama-sama.

---

Referensi:

1 JO Sembiring: "Terorisme, Sebuah Pemahaman bagi Masyarakat".
2 http://id.wikipedia.org/wiki/Intelijen.
3 Sherman Kent: "Estimate and Influence", 1969.
4 Kusnanto Anggoro: "Operasi dan Koordinasi Instansi Intelijen”, 2008.

Jumat, Juli 31, 2009

Definisi Kemiskinan dan Jumlah penduduk miskin di Indonesia


Definisi Kemiskinan dan Jumlah warga miskin dari hasil survei sosial ekonomi nasional 2008, jumlah penduduk miskin diIndonesia,mencapai 35.000.000 jiwa

Saya mengawali laporan ini dengan memotret dua rumah tangga miskin di pinggiran Jakarta.Keluarga Pak Hari, seorang nelayan yang tidak bisa melaut lagi karena harga bahan bakar tinggi, tinggal bersama istri, tujuh anak dan belasan cucu di rumah gubuk yang mungil. Keluarga Sainah hidup dari berdagang buah keliling. Sejak sore hingga hampir tengah malam, Darinah mendorong gerobaknya. Penghasilan kedua keluarga tersebut sering lebih besar dari pengeluaran. "Ya hutang-hutang," kata istri Pak Hari, Darinah.
Kepala Badan Pusat Statistik , Rusman Heriawan mengatakan seseorang dianggap miskin apabila dia tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup minimal, Kebutuhan hidup minimal itu adalah kebutuhan untuk mengkonsumsi makanan dalam takaran 2100 kilo kalori per orang per hari dan kebutuhan minimal non makanan seperti perumahan, pendidikan, kesehatan dan transportasi. "Jadi ada kebutuhan makanan dalam kalori dan kebutuhan non makanan dalam rupiah. Kalau rupiahnya yang terakhir adalah Rp 182.636 per orang per bulan," kata Rusman Heriawan Dengan definisi itu, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada akhir tahun 2008 mencapai 35.000.000 jiwa

Angka itu merupakan hasil survei sosial ekonomi nasional, Susenas dengan sampel hanya 68.000 rumah tangga, padahal jumlah rumah tangga di Indonesia mencapai 55.000.000. Menurut ahli statistik dari Institut Teknologi Surabaya, Kresnayana Yahya, cara pandang pemerintah terhadap kemiskinan tidak mencerminkan realitas. "Ada yang tidak diperhitungkan, perusak-perusak kalori. Orang merokok bisa enam sampai tujuh batang. Itu sebenarnya negatif. Dia bisa mengatakan belanjanya sekian, tetapi di dalamnya ada enam-tujuh batang rokok," kata Kresnayana Yahya.

Perdebatan
Jumlah dan garis kemiskinan versi BPS sering menjadi perdebatan dan menjadi isyu politik yang panas. Terutama di musim kampanye seperti sekarang, para politisi gemar mengutip garis kemiskinan Bank Dunia sehingga menurut mereka jumlah penduduk miskin dua kali lebih besar. Tetapi ukuran Bank Dunia itu, kata ekonomn diJakarta Vivi Alatas ; digunakan untuk kepentingan berbeda."Kalau untuk melihat seperti apa profil kemiskinan di suatu negara, yang digunakan adalah garis kemiskinan nasional. Tetapi Bank Dunia juga mempunyai tugas mengalokasikan dana ke beberapa negara miskin. Untuk itu butuh garis kemiskinan yang bisa diperbandingkan antar negara yang biasa dikenal dengan 1 dolar pp to 2 dolar pp," jelas Vivi. Namun, lanjut Vivi, pengertian nilai dolar tersebut bukan dolar dengan nilai tukar riil.
"Kalau di Indonesia berapa rupiahnya yang dibutuhkan untuk membeli barang dan jasa yang sama dengan satu yang dolar yang bisa dibeli di Amerika. Jadi kalau ditanya berapa jumlah orang miskin di Indonesia, 35.000," tambahnya. Persoalannya data itu diambil sebelum kenaikan harga bahan bakar minyak, kata peneliti di lembaga penelitian SMERU, Sirojuddin Arif. "Biasanya kenaikan BBM itu efeknya panjang, kenaikan hargadan kadang ada PHK,daya beli masyarakat turun, orang miskin meningkat,"jelas Sirojuddin.
Deputi Menteri Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan, Bappennas, Bambang Widianto mengatakan, kunci utama untuk menekan angka adalah beras. "Kalau kita bisa menjaga beras itu stabil dan kita bisa memberikan bantuan-bantuan yang langsung kepada orang miskin, angka pasti menurun angka kemiskinan," tegasnya. Jumlah dan garis kemiskinan mungkin akan terus diperdebatkan, namun yang jelas persoalan ini merupakan masalah besar di Indonesia. Sekitar lima belas koma empat persen seluruh penduduk, masuk kategori miskin, meski mereka tinggal di negara yang subur dan kaya sumber daya alam dan telah merdeka 64 tahun lalu.

Rabu, Juli 22, 2009

Diduga kuat Malaysia ada dibalik teror bom di Indonesia


SIAPA YANG DIUNTUNGKAN OLEH TEROR BOM ?

Dari tragedy ledakan bom di Hotel JW. Marriott dan Ritz Charlton tanggal 17 Juli lalu, ada pihak-pihak yang diuntungkan, yakni:
1. Di level Negara; (a) negara sedang berkembang yang menjadi competitor/pesaing bagi Indonesia sebagai tujuan wisata dan tujuan investasi misalnya Vietnam atau Malaysia dll. Mereka bisa promo ke calon investor dan wisatawan bahwa Negara mereka jauh lebih aman untuk investasi dan wisata dibanding Indonesia,perlu di ingat NURDIN M TOP adalah warga negara malaysia lahir dan besar di Johor Baru. Malaysia , kuat dugaan Nurdin M Top.Cs adalah sel - sel aktif Badan Intelijen Malysia yang masuk ke Indonesia dari akhir tahun 90 an sesuai Grand Design Malaysia ; agar Indonesia pecah seperti Uni Sovyet dan Yugoslavia , agar mudah bagi Malaysia untuk caplok daerah daerah Indonesia yang punya nilai ekonomi tinggi.Yang sangat mengherankan Negara Malaysia yang lebih heterogen etniknya , agama dan kepercayaan nya tapi tidak ada gejolak SARA seperti diINDONESIA Apalagisampai ada Teror Bom
(b) Negara adidaya bisa mendesakkan dan menyetir Indonesia untuk berbuat ini itu guna melawan teroris, padahal apa yang didesakkan itu sebenarnya merupakan hidden agenda mereka untuk dapat memerangi pihak-pihak yang selama ini kritis terhadap kepentingan Negara adidaya tersebut,Contoh nyata keberdaan FBI untuk bantu POLRI dalam konflik Freport Timika - Papua
(c) Negara Tetangga dengan dalih ingin “membantu” Indonesia dalam memerangi Terorisme mereka menyusup masuk kedalam jaringan intelijen Indonesia.contoh Australia
2. Di level organisasi “teroris”, ledakan bom itu akan sangat bermanfaat untuk menunjukkan kepada public bahwa eksistensi mereka masih ada, masih mampu menunjukan kemapuannya
3. Di level daerah dan pengusaha: (a) bagi daerah di luar Jakarta, ledakan bom bisa digunakan sebagai promo bahwa Jakarta kurang aman, sehingga sebaiknya calon wisatawan mencari daerah tujuan wisata lain. (b) bagi hotel lain, ledakan bom bisa dijadikan promo bahwa hotel kelas macam Mariott ternyata tidak aman, sehingga mereka bisa promo tentang hotel mereka sebagai alternative. (c) perusahaan security dan safety bisa jualan alat detector, CCTV dll karena perangkat pengamanan pasti akan semakin dibutuhkan untuk antisipasi teror. (d) Lembaga bisnis yang kapitalis (mikirin untungnya sendiri) macam Manchester United yang untung gede tanpa keluar keringat karena mereka diuntungkan kontrak yang bisa dibatalkan kalo ada force majeur tanpa harus mengembalikan duit yang sudah masuk rekening mereka. Ini bisa jadi modus membatalkan kerjasama karena ada pasal yang membatalkan perjanjian yang bersifat post major
4. Level Individu atau Instansi: (a) meningkatnya pengamanan membutuhkan tenaga security yang sepadan. Hal ini membuka lowongan tenaga kerja sebagai security yang andal dan profesional. (b) ledakan bom bisa jadi bisnis untuk instansi yang terlibat pengamanan untuk bikin proyek baru (c) bagi pihak instansi/perusahaan dan individu yang sedang terkena kasus hukum, ledakan bom yang dimuat di media massa akan menutupi kasus mereka, sehingga mereka bisa kong-kalikong dengan pihak tertentu karena kasus mereka agak luput dari pengamatan public. Kasus ini juga bisa terjadi untuk kasus penyusunan kebijakan tertentu.

Selasa, Juli 21, 2009

Bagaimana Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Krisis regional Dan Perang


Sampai dimana Kesiapan Negara Menghadapi Krisis Dan Perang ?

Kalangan pertahanan dan militer tidak mengenal frase seperti “tidak akan ada perang dalam kurun waktu tertentu”. Frase demikian hanya dikenal oleh para politisi dan diplomat yang memang profesinya “mewujudkan perdamaian”. Sangat keliru bila dalam dokumen resmi kebijakna pertahanan dinyatakan secara lantang frase para politisi dan diplomat tersebut, sebab pertahanan dan militer dirancang untuk menghadapi ketidakpastian (uncertainties) dalam rangka mengamankan kepentingan nasional, Mempertahankan keutuhan Negara Kepulauan Indonesia adalah Keharusan
Ketidakpastian tersebut bisa berupa krisis, bahkan dapat pula berwujud perang. Segala upaya dalam pembangunan kekuatan pertahanan dan militer diarahkan untuk menghadapi ketidakpastian, yang mana ketidakpastian itu akan berimplikasi terhadap kepentingan nasional. Masalahnya adalah tidak semua pihak pembuat keputusan di Indonesia paham akan hal tersebut.
Kalau kita mau berpikir jernih, kekuatan pertahanan dan militer Indonesia tidak siap untuk menghadapi krisis dan perang. Kenapa tidak siap? Sistem senjata yang ada sekarang tingkat kesiapannya masih jauh dari kondisi ideal. Misalnya dari seratus lebih kapal perang kita saat ini , berapa banyak kapal perang kita yang betul-betul siap ?
Kondisi kesiapan sistem senjata sebenarnya cuma ada dua kategori, yakni siap dan tidak siap. Sesungguhnya tidak dikenal siap terbatas, sebab pada dasarnya siap terbatas sama saja dengan tidak siap. Contoh siap terbatas pada kapal perang misalnya sistem pendorong bagus, namun sewaco-nya tidak siap.
Kondisi siap atau tidak siap pada sistem senjata merupakan cermin dari kebijakan pemerintah. Kebijakan itu berwujud pada anggaran, yang apabila anggaran pemeliharaan kurang maka implikasinya wajar saja bila banyak sistem senjata yang tidak siap. Kalau sebagian besar sistem senjata tidak siap, yang mestinya ditanya lebih lanjut bukan militer, tetapi perumus anggaran pemerintah yaitu DEPKEU , DEPHAN dan DPR
Jika realitasnya demikian, lalu bagaimana mengharapkan kekuatan pertahanan dan militer bisa merespon kontinjensi. Sebagai contoh, apabila ada kontinjensi di perbatasan darat Kalimantan ,Apa dan bagaimana Kekuatan Udara kita ? Kondisi saat ini apakah kekuatan udara negeri ini sanggup menggeser kekuatan darat sebanyak satu Brigade sekaligus dari Pulau Jawa dalam hitungan jam ?
Masalah kesiapan ini merupakan isu krusial dan sudah berlangsung bertahun-tahun. Tetapi sepertinya kurang mendapat perhatian, mungkin karena belum ada krisis yang betul-betul mengancam kepentingan nasional. Kalau kondisinya terus berlanjut, lalu bagaimana kita berhadap bisa mengeksploitasi kekuatan militer dalam mengamankan kepentingan nasiona terutama mejaga ledaulatan Bangsa dan Negara di Daerah - daerah atau pulau – pukau kita yang memiliki nilai ekonomi tinggi ?
Negeri lain menganut prinsip preventing the war is as important as winning the war. Sedangkan bagi Indonesia, jangankan memenangkan perang, mencegah perang saja tidak siap. Namun kalah pun juga tidak siap.

Jumat, Juli 10, 2009

Email Rahasia Andi Mallarangeng Jelang PilPers 2009


Email Rahasia Andi Mallarangeng

From: Andi Mallarangeng
Date: Fri, 3 Jul 2009 18:59:14 -0700 (PDT)
To:
Subject: Re: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan

Muchlis yang baik tapi sedang gundah,

Menurut saya, kita masih on the track. Isu yang menyudutkan saya di Makasar, masalah di Medan, DPT bermasalah, atau omongan ngaco PS tentang GBK tidak akan mempengaruhi pemilih. Apa dia punya bukti kita memanipulasi media. Masyarakat kan melihat media sendiri lah yang menentukan berita mana yang pantas mereka turunkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ada beberapa argumen yang bisa memperkuat keyakinan saya bahwa beragam isu ini tidak akan mempengaruhi kita.

Pertama, bangsa kita berada pada tahap puncak konsumerisme yang menyebabkan kaburnya identitas Nasional. Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila itu tinggal jargon2 saja. Jadi orang akan memiih dari apa yang mereka lihat dan sukai dan itu jelas masalah pembawaan dan penampilan.

Masyarakat konsumen tidak akan peduli dengan apa yang dibawa oleh orang tersebut. Mau kapatalis, sosialis, atau neolib sekalipun, mereka tidak akan pedulikan. Yang penting mereka puas dengan penampilan si kandidat.. Dan kandidat itu adalah SBY-Boediono. Jadi, kejadian saya di Makassar kemarin itu tidak usah dipikir terlalu berat, itu hanya sebuah eksperimen kecil saya untuk melihat apakah isu berbau SARA masih mendapat tempat di masyarakat kita? dan saya sudah mendapatkan jawabannya, memang betul terjadi sedikit riak di Makassar sana dan mungkin elektabilitas JK langsung meningkat tajam.

Tetapi lihatlah pada hari pencontrengan nanti, masyarakat tetap tidak akan bergeming dari pilihan kita. Sebab bagi masyarakat konsumen, yang penting bukanlah isu, tetapi penampilan dari kandidat. Ibaratnya blackberry vs pancasila, jelas ketahuan mana yang laku dan tidak sekarang ini. Masyarakat kita mati2an berhutang kiri kanan buat beli blackberry makin lupa lah sama pancasila.

Ingat bung, Obama bisa jadi presiden hanya karena konsumerisme dan kapitalisme di AS sedang runtuh sehingga penduduknya kembali ke nilai-nilai kebangsaannya yaitu “all men are created equal”, makanya kulit hitam bisa jadi presiden. Kalau ndak ada keruntuhan ekonomi ndak mungkin kejadian tuh Obama boss.

Kedua, FZ cs tidak percaya bahwa politik aliran sudah mati di Indonesia. NU, Muhammadiyah apalah yang lain juga sudah tidak seperti dulu lagi. Kita kan juga liat sendiri, kyai kan UUD juga akhirnya toh, tinggal mana yang kantongnya paling dalam dan janjiny paling manis aja. Dan kita kan main cantik sekali seperti anda liat. Lalu, orang seperti ini ini juga tidak mau belajar dari sejarah kepemimpinan nasional di Indonesia.

Sejak negara ini berdiri, semua presiden yang naik itu karena kecelakaan sejarah. Bung Karno diangkat menjadi presiden, karena Jepang kalah dari sekutu dan terjadi vacuum of power pada masa itu. Soeharto naik juga akibat kecelakaan sejarah yaitu terjadinya peristiwa 65. Nah yang lucu, setelah itu kecelakaan sejarahnya semakin ngaco. Reformasi bergulir tahun 98, menghasilkan presiden yang buta. Presiden buta dijatuhkan, naik pula lah perempuan bisu. Kalau politik aliran memang belum mati, sudah pasti Mega atau Habibie jadi. Lagipula kalau memang ada politik aliran maka alirannya pasti jawa, laki-laki, militer dan islam. Non jawa seperti saya dan teman-teman ini kan sudah memang tempatnya jadi king maker saja, lebih enak ndak repot tapi kebagian serunya toh. Makanya SBY berbeda, dia muncul by design yang matang lewat pemilihan langsung.

Ketiga, ancaman tentang gerakan mahasiswa dan rakyat itu sudah tidak relevan lagi dengan iklim demokrasi sekarang. Hanya mimpi siang bolong yang bisa menghadirkan kekuatan mahasiswa. Bahkan tahun 98′ pun banyak orang salah meletakkan sejarah itu sebagai kebangkitan mahasiswa menggulingkan Soeharto. Padahal bukan begitu. Itu memang jatuhnya Soeharto dan mahasiswa
jadi alat saja, tapi memang jumlahnya besar sekali jadi secara visual kelihatan seperti sebuah fenomena gerakan mahasiswa yang digerakkan sebuah pemikiran kebangsaan. Buktinya tidak ada satu pun tokoh mahasiswa yang jadi legenda karena pemikirannya di tahun 98′. Rama yang jadi tokoh terpopuler pun ternyata Cuma onggokan omong kosong saja dan sebentar lagi berangkat pula ke bui. Jadi tidak perlu khawatir mahasiswa kita ndak ada yang berkualitas pemikirannya sampai bisa menggerakkan massa jadi selalu menunggu ditungangi. Dan yang menunggangi tidak pernah pintar sehingga selalu ketahuan sehingga masyarakat tidak pernah percaya lagi sama kredibilitas demo mahasiswa jadi tenang saja boss. Kita mengontrol pikiran dan sentiment public sekarang, ndak ada yang bisa kalahkan itu. Sudahlah, rakyat tidak percaya lagi pada mahasiswa. Kita datangin mereka ke tv saja mereka sudah senang sekarang. jadi Bos, gerakan mahasiswa itu bukan lagi suatu hal yang menakutkan sekarang.

Lagipula, taruhlah media tidak lagi “bersahabat”, itu hanya segelintir. Media itu bisnis bung, owner nya ndak mungkin ambil risiko untuk lima tahun ke depan. bisa ndak makan mereka kan. Yang penting anda kan sudah dijelaskan dan ditunjukkan. selama skenario utama tetap terjaga, Cuma hitungan hari kok dan jadilah kita berangkat ke Bermuda kan haha…… ingat saja, skenario ini sudah lima kali dites dan tidak pernah gagal.. Dengan persiapan sudah lebih lama dan panjang, skenario sekarang jauh lebih sempurna.Ndak usah paniklah dengan semua isu yang berkembang ini, mereka lupa musuh utama adalah waktu, bukan kita. betul kan? Kalau orang ini memang bisa berbuat sesuatu kan sudah lama dia lakukan.

Ok boss, nda usah kuatir dengan FZ cs, mereka itu cuma angin sepoi-sepoi. Tiga hari lagi dan lima tahun ke depan kita selesaikan urusan dengan mereka satu persatu.

Trims

AM

From: Muchlis Hasyim
To: mallarangeng@yahoo.com
Sent: Saturday, July 4, 2009 8:52:49 AM
Subject: Fw: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan

Daeng,

Saya baru terima email dari kawan kita ini. Terus terang saya agak tidak nyaman. Mungkin ini kembali menjadi pengingat Daeng. Isu kemarahan masy sulsel, DPT, dan penggadaian GBK, Din Samsudin yang semakin rame, saya khawatir bisa bergulir diluar kontrol kita. Perlu dicermati baik-baik dan diantisipasi semaksimal mungkin boss. Saya harap Daeng bisa memberikan pencerahan.

Trims

MH

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss….!

From: Ronggo Lawe
Date: Fri, 3 Jul 2009 18:50:45 -0700 (PDT)
To:
Subject: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan

Kawan Muchlis,

Banyak yang mulai tidak suka dengan permainan kita di media. Mereka mulai mengerti cara kita mengontrol berita di media. Itu sebabnya mereka terus mempermasalahkan Kasus DPT bermasalah, isu SARA celi, penghinaan orang Bugis oleh Andi, penjualan Gelora Bung Karno, dll. Saya lihat Fadli Zon cs terus bergerak untuk menguji kekuatan kita di media.. Sebab mereka tahu untuk isu-isu yang sangat sensitif itu, akan sangat janggal sekali jika media tidak memberitakannya dan itu di luar kontrol kita boss. Saya lebih khawatir lagi orang-orang seperti Fadli Zon ini bisa menggerakkan mahasiswa dan masyarakat.

Jadi boss, permainan di media ini mulai berbahaya. Kayaknya kita harus mencari strategi baru..

Selasa, Juli 07, 2009

MAHASISWA KITA TERTANGKAP DI KAIRO TERKAIT KEGIATAN IKHWANUL MUSLIMIN - MESIR


Indonesia memprotes Mesir

Indonesia melayangkan nota diplomatik kepada Mesir terkait dengan penahanan dan penyiksaan empat mahasiswa Indonesia oleh aparat keamanan negara itu.

Laporan-laporan media menyebutkan, polisi Mesir menangkap mereka di tengah operasi besar terhadap gerakan oposisi.

Dutabesar Indonesia di Kairo, Abdulrachman Muhammad Fachir membenarkan bahwa dia telah melayangkan nota diplomatik kepada departemen luar negeri di Kairo.

Menurut Dubes, sejak para mahasiswa ini ditahan, mereka sudah menanyakan kepada pihak kepolisian Mesir mengenai alasan penahanan mereka.

Sejauh ini menurut Dubes, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang Mesir mengenai penahanan tersebut.

"Saya besok akan ke Kemlu lagi untuk bertanya soal ini," kata Abdulrachman.

Menurut Dubes Abdulrachman, para mahasiswa ini ditangkap kemungkinan berkenaan dengan tindakan radikalisme.

"Dalam waktu bersamaan, aparat Mesir juga menangkap sejumlah tokoh Ikhwanul Muslimim. Jadi bisa jadi, bila dikaitkan ada semacam razia begitu," kata Dubes.

Menurut beberapa laporan media, ketika polisi mendatangi rumah kontrakan para mahasiswa tersebut, pihak berwenang menemukan poster Ahmad Yasin, yang sudah meninggal, yang semasa hidupnya dianggap sebagai tokoh spiritual kelompok militan Palestina, Hamas.

Mahasiswa asal Riau

Salah seorang mahasiswa yang ditahan dan mengalami penyiksaan adalah Ahmad Yunus, yang berasal dari Rokan Hulu di Riau.

"Saya sebenarnya tidak tahu alasan penangkapan. Mereka datang kira-kira jam 2 pagi, 10 orang polisi," kata Yunus kepada BBC Siaran Indonesia.

Menurut Yunus, ketika polisi datang mereka memeriksa kamar, dan komputer tetapi tidak menemukan bukti apapun.

Kemudian polisi menggeledah kamar mahasiswa bernama Ismail, dan menemukan poster Ahmad Yasin.

Polisi Mesir itu kemudian menghubungi atasannya, yang memerintahkan agar keempat mahasiswa tadi dibawa ke kantor polisi.

Dalam perjalananan ke kantor polisi, para mahasiswa tadi dipukuli oleh polisi.

"Kami kemudian ditahan selama 3 hari. Saya dan seorang mahasiswa lagi Faturahman sempat disetrum dengan listrik. Setelah itu kami dibebaskan, karena mereka tidak menemukan kesalahan apapun." kata Yunus.

R.U.U TIPIKOR DISUSUN UNTUK KEBIRI KEWENANGAN K.P.K


DPR 'percepat' RUU Tipikor

DPR menjamin akan mempercepat proses pembuatan Undang-undang pengadilan tindak pidana korupsi.Karena ini adalah telah disusun sekian lama oleh oknum Pemerintah bersama DPR untuk dapat membatasi kewenangan KPK melakukan investigasi terhadap pejabat yang dicurigai tanpapemberitahuan terlebih dahulu kepada instansi temat pejabat yang dicurigai bekerja, jelas ini dapat mempersulit KPKapabila hendak m melakukan investigasi
Jaminan ini diajukan karena sejumlah pihak meragukan RUU itu bisa selesai mengingat masa kerja DPR sekarang sudah mendekati akhir.
UU ini dianggap penting karena ada kaitan dengan pengadilan tipikor yang statusnya terancam karena Mahkamah Konstitusi menetapkan pengadilan tersebut menyalahi aturan karena tidak tercantum dalam undang-undang.
Paling lambat akhir tahun ini, undang-undang Tipikor harus terbentuk.
Ketua Pansus RUU Pengadilan Tipikor Dewi Asmara menegaskan DPR tetap berupaya menyelesaikan undang-undang ini sebelum masa kerja DPR 2004-2009 berakhir.
Kerja Pansus, lanjut Dewi, terkesan lambat karena pembahasan rancangan undang-undang in harus disesuaikan dengan sejumlah pembahasan undang-undang yang tengah berlangsung, misalnya RUU Peradilan Umum dan RUU Pencucian Uang.
Meski demikian, lanjut Dewi, dalam keterbatasan waktu ini pemerintah justru mengirimkan draf RUU Tindak Pidana Korupsi: Penyesuaian ini penting agar RUU ini tidak tumpang tindih dengan undang-undang sejenis lain dan agar kualitasnya terjamin sehingga memperkecil kemungkinan dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi.
Dewi menambahkan jika RUU Pengadilan Tipikor ini tidak selesai pada waktunya maka pemerintah belum perlu menerbitkan peraturan pengganti undang-undang karena DPR menganggap tidak ada keadaan darurat yang bisa menjadi alasan penerbitan perpu.
Saat ini DPR tengah menggodok dua rancangan berkaitan dengan tindak pidana korupsi.
RUU Pengadilan Korupsi tengah dibahas berkaitan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengatakan pengadilan tindak pidana korupsi tidak sesuai dengan undang-undang.
Untuk itu, Mahkamah Konstitusi meminta pemerintah dan DPR merancang undang-undang baru yang tenggatnya adalah Desember 2009. Sementara itu pemerintah akhir Mei lalu mengirim draf yang telah diperbaiki / draft RUU Tindak Pidana Korupsi ke DPR.
Namun, draf RUU Tipikor dikecam sebagian pihak karena dinilai akan mengurangi wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi.Apakah ini hasil konspirasi Pemerintah dan DPR ?. !!!

Kamis, Juli 02, 2009

TNI BELAJARLAH DARI KEULETAN MILITER IRAN

Telisik Kekuatan Udara Iran

Melihat begitu banyak berjatuhan Pesawat – pesawat militer Indonesia baik karena usia pesawat ataupun embargo Negara produsen ada baiknya mari kita telisik kinerja Islamic Republic of Iran Air Force/ IRIAF dalam mempertahankan kekuatan udara nya walau didera embargo Militer lebih dari 20 tahun dengan ulet serta cerdik menyiasati teknologi kedigantaraan militer malah iran berani ngotot dengan tekanan Amerika pada proyek pengayaan nuklir dan Pengembangan rudal-rudal jelajah dengan tetap ingin mempertahankan proyek pengayaan uranium, Iran kini jadi sorotan Barat.Berbagai upaya diplomasi dilakukan agar Teheran mau menghentikan proyek tersebut.Seperti halnya nasib Irak,kemungkinan opsi untuk menyerang Iran dengan kekuatan militer tetapada.Mampukah kekuatan udara Iran mencegah atau paling tidak dapat mengganjal serangan itu apabila terjadi ? Iran dan kekuatan Udara nya sekilas terlihat lemah Namun :

Barat dan AS tak pernah tahu seberapa besar kekuatan udara Iran. Itulah masalah pertama yang mesti dibedah bila opsi serangan militer
dilakukan. Selama ini semua informasi tentang kekuatan AU Iran atau Islamic Republic of Iran Air Force (IRIAF) sepenuhnya datang dari
jaringan intelijen Israel. Ironisnya, kebanyakan info yang disajikan Tel-Aviv meleset. Dalam laporan disebutkan kalau kekuatan IRIAF tak sehebat dulu. Beragam jet tempur asal AS yang pernah dibelinya
sebagian besar teronggok di darat akibat kelangkaan suku cadang. Lain laporan di atas kertas, lain pula kenyataan di lapangan. Kejadian pada November 2003 lalu bisa jadi buktinya. Saat AS dan sekutunya melancarkan serbuan ke Irak, mereka sempat mencium formasi jet tempur F-14A Tomcat IRIAF dalam jumlah besar. Dari pantauan radar AWACS E-3
Sentry AU AS selama 20 menit, dipergoki sedikitnya ada 16 unit Tomcat yang terbang pada ketinggian 30.000 kaki di dalam wilayah udara Iran, dekat kota Dezful. Temuan ini merupakan yang terbesar sejak tahun
1997, ketika pesawat-pesawat AL-AS tanpa sengaja bertemu dengan sembilan pesawat sejenis di Selatan Teluk Persia.

Untuk meredam masalah tersebut, Barat bersalin taktik.Mereka tak lagi
mengandalkan tenaga manusia.Sebagai gantinya, pengumpulan data lebih bergantung pada berbagai jenis perangkat penyadap. Mulai dari radar pengintai, wahana penyadap elektronik,pesawat pengintai,lalu satelit. Tapi sekali lagi, umumnya para pengamat militer Barat tetap berpijak pada data kekuatan militer Iran yang telah berumur lebih dari20 tahun!

Kombinasi unik
Hasil temuan di lapangan memang membuktikan, F-14A Tomcat masih jadi tulang punggung kekuatan IRIAF. Kabarnya, Teheran baru akan menurunkan jet tempur digdaya yang hanya dimiliki AS dan Iran ini bila situasi sudah benar-benar gawat Begitupun,diluarTomcat, IRIAF masih mengoperasikan beberapa tipe pesawat tempur lain.Sebut saja diantaranya adalah F-4 Phantom II,MiG-29A Fulcrum,Chengdu F-7M Airguard,Sukhoi Su-24MK Fencer-D,dan Mirage F1EQ.

Jelas kemampuan semua tipe jet tadi sudah akrab di telinga pilot-pilot tempur Barat. Persoalan justru datang dari senjata yang dibawanya.Tanpa disangka Teheran telah memasangi senjata yang tak lazim dipakai Selama musim panas 2005 misalnya, pilot-pilot Barat kerap memergoki armada Su-24 Fencer IRIAF telah dibekali rudal antikapal C-802K-2 buatan Cina.

Masih dari Cina, tercatat Iran pernah memborong sejumlah rudal PL-7(jiplakan Matra Magic Mk.II). Arsenal udara-udara jarak pendek ini dipakai buat melengkapi jet-jet MiG-29, F-4 Phantom II, dan F-5E/FTiger. Sayang proyek benilai jutaan dollar itu gagal. Teheran sempat memprotes Cina atas kegagalan ini dan selanjutnya mengambil alih proyek secara penuh. Akibatnya sampai saat ini PL-7 hanya menjadi senjata standar bagi armada MiG-29 dan F-4 saja.
Bicara tentang kombinasi senjata ajaib IRIAF, tak sepenuhnya hanya bergantung pada barang-barang impor. Mereka sanggup pula memasok
sendiri beragam tipe rudal. Soal bentuk bisa dipastikan setali tiga uang dengan rudal-rudal pasokan AS zaman Syah Iran berkuasa. Tipe pertama yang dijadikan basis adalah AIM-9P2 Sidewinder. Mengusung nama baru yaitu Fatter, kecuali bodi dan motor penggerak, seluruh perangkat avionik memakai buatan lokal.Masih tentang rudal udara-udara, lagi-lagi disini industri militerlokal Iran yang pegang peranan. Dengan kemampuannya mereka berhasil memelihara tingkat kesiapan rudal jarak jauh AIM-54 Phoenix. Dari total 284 unit AIM-54 (termasuk 10 varian latih ATM-54A) yang dibelinya semasa Shah, diperkirakan pada 1999 IRIAF masih punya 160 unit dalam kondisi siap tempur. Atau bila dihitung sekitar 40 persen dari kemampuan semula. Selain diotak-atik sendiri,sejumlah komponen
vital rudal kabarnya bisa didapat Iran dari jalur tak resmi.

Program Sky Hawk

Bagi Iran keberadaan sisa Phoenix serta Fatter jelas dianggap belum bisa memenuhi kebutuhan IRIAF. Oleh karena itu industri senjata local Iran mencoba untuk menciptakan rudal jenis baru. Kali ini yang jadi sasaran adalah rudal antipesawat (SAM) MIM-23B I-HAWK. Mengusung nama AIM-23 Sedjil.rudal ini disulap menjadi arsenal udara-udara. Sedjil terhitung sebagai rudal jarak sedang.Tercatat Iran mulai pada tahun 1986.

Pihak Barat pun mengaku sudah mengetahui kehadiran Sedjil sejak lama. Diberi nama kode Project Sky Hawk oleh AS, program ini merujuk pada upaya Israel buat menyulap rudal antiradar berkecepatan tinggi AGM-78 Standard untuk menguber MiG-25 Foxbat. Di mata AS proyek Sky Hawk dianggap gagal,lantaran mengusung banyak kelemahan. Kendala paling utama datang dari soal keselarasan kinerja radar AWG-9 milik Tomcat dengan rudal. Sistem pemandu pada rudal kelewat lemah untuk membaca sinyal-sinyal yang dikirim radar. Toh kendala tadi sudah bisa diatasi oleh Iran. Terbukti saat beroperasi sejumlah Tomcat IRIAF memang dibekali sedikitnya dengan tiga rudal Sedjil.

Selain untuk keperluan pertempuran udara, Iran juga merekayasa rudalHAWK bagi kebutuhan serang darat. Arsenal udara-permukan ini diberi Nama Rudal Yasser.Untuk menciptakannya Iran mengkombinasi rudal MIM-23 HAWK dengan hulu ledak bom M-117 yang berbobot 375 kilogram. Jujur saja,rudal Yasser untuk Israel,AS dan sekutu2nya masih kebingungan buat menganalisa sistem pemandurudal.Beberapa pengamat memperkirakan rudal melesat dengan bantuan laser (laser designator). Sementara sisanya masih percaya, pengoperasian rudal tetap berpandu pada radar AWG-9 milik Tomcat. Dalam operasi udara, IRIAF memasang rudal Yasser pada armada F-14A dan F-4E Phantom II. Sekadar tambahan,disamping rekayasa berkategori berat,Iran juga melakukan modifikasi kecil. Trik macam ini diterapkan pada system rel-rel peluncur rudal pada armada jet tempur F-4 dan F-14.Alhasil kdua pesawat tadi kini mampu meluncurkan rudal antipesawat R-73 kode NATO AA-11Archer) buatan Rusia.

Jet lokal

Bila dibedah lebih jauh, sebenarnya kemampuan Industri Iran tak hanya sebatas memodifikasi atau rekayasa arsenal udara saja. Urusan rekondisi bahkan menciptakan pesawat tempur turut diladeninya.Adalah Islamic Republic Iran Aviation Industry Organization (IRIAIO) atau kerap disebut HESA yang bertanggung jawab terhadap program pembangunan kembali kekuatan udara Iran.

Proyek pertama yang cukup berhasil adalah melakukan proses manufaktur semua komponen yang dibutuhkan mesin Tomcat, Pratt&Whitney TF-30-PW-414. Bahkan menurut sumber orang dalam HESA,Iran sudah punyakemampuan merakit penuh mesin TF-30 dengan komponen lokal. Pernyataan itu jelas tak bisa ditelan bulat-bulat oleh Barat. Mereka masih meragukan, terutama untuk komponen kompresor mesin.

Selanjutnya HESA juga dipercaya menggarap dua program pengembangan pesawat militer lokal. Program pertama adalah menciptakan jet latih berkemampuan tempur,Shafaq.Info yang berhasil dihimpun menunjukkan pesawat ini punya banyak kemiripan bentuk dengan Yakovlev Yak-130. Hanya saja bagian sirip mengadopsi model ganda seperti jet serang Skorpion asal Polandia. Kemampuan melesat hingga kecepatan mach 1 plus beragam perangkat avionik berteknologi digital dipastikan jadi standar Shafaq. Berbasis pesawat ini ada peluang IRIAF bakal mengembangkannya utk keperluan serang darat.

Program kedua dikenal dengan nama M-ATF air superiority fighter. Jujur saja, untuk proyek yang satu ini masih diselimuti kabut misteri.Teheran tak mau begitu saja meloloskan info-info tentang proyek ini. Bahkan lebih jauh lagi mereka seperti sengaja melansir sejumlah proyek-proyek tandingan untuk mengaburkan kondisi yang sebenarnya. Proyek jet tempur Saeqe-80 (Halilintar-80) misalnya, sempat diisukan sudah rampung. Digambarkan Saeqe-80 tak lain merupakan pembesaran skalatis dari jet latihtempur F-5F dengan bekal mesin-mesin dari Rusia.

Masih dalam rangka taktik pengelabuan, info paling akhir yang bisa didapat menyebutkan kalau Iran juga meluncurkan varian Saeqe-2. Basis dipakai untk pengembangan adalah F-5E. Namun bagian sirip ekor pesawat ini dirombak menjadi model V. para pengamat barat lebih percaya kehadiran Saeqe-2 tak lain merupakan wahana uji coba struktur M-ATF.

Lepas dari segala program rahasia yang saat ini sedang dijalani,secara garis besar bisa dibilang industri kedirgantaraan Iran punya kapabilitas untuk memproduksi pesawat sendiri. Setidaknya ini dibuktikan oleh HESA yang secara resmi memegang lisensi resmi dariAntonov Rusia untuk membangun varian angkut An-140.

Angkatan Udara IRAN Tetap diperhitungkan
Memang banyak kejutan yang dilakukan Teheran agar kekuatan udara negeri ini yang seharusnya tetap diperhitungkan oleh pihak lawan. Bila dijabarkan di atas kertas, ada satu keunggulan teknis yang bisa didapat dari upaya mandiri dan rekayasa tadi. Lantaran sudah berubah dari spek aslinya, tentu lawan bakal dibuat pusing tujuh keliling untuk menebak kemampuan sesungguhnya dari senjata hasil rekayasa tadi.

Soal embargo senjata yang selama ini diterapkan, nyata-nyata tak berhasil membuat Iran benar-benar bertekuk lutut.Pasalnya tak semua negara mau patuh dengan aturan yang dicanangkan oleh AS itu. Perancis misalnya, pada tahun 2000 pernah memperbolehkan IRIAF untuk menguji kemampuan rudal udara-udara Matra Magic R550 Mk.II. dari jet Mirage F1EQ hasil hibah dari AU Irak. Tak hanya itu, rampung uji coba Paris serta merta menawari Iran dengan 62 unit Mirage F-1CT eks AU Perancis, 500 unit rudal Magic Mk.II plus dukungan suku cadang selama 10 tahun. Sayang, proyek senilai 1,8 miliar dolar ini gagal gara-gara Teheran kekurangan dana.

Diluar Perancis, masih ada Rusia yang terbilang punya nasib lebih beruntung. Walau kerap terganjal oleh jaringan intelijen AS, negeri ini sempat berhasil menjual sejumlah jet tempur MiG-29A Fulcrum ke Iran. Diluar MiG-29, pada tahun 2003 Rusia pernah pula menyodorkan 22 unit MiG-31 Foxhound lengkap dengan dukungan suku cadang. Proyek untuk pengadaan MiG-31 ini tak pernah kesampaian lantaran CIA turut campur tangan. (*)

Catatan ; Kalau Negara Iran yang tertutup dari hegemoni barat masih dapat digagalkan Pembelian Alutsista dari Rusia , bagaimana dengan Pembelian Senjata Strategis untuk Milter Indonesia ? apakah para intelejen asing telah berhasil buat Militer Indonesia gagal dalam kontrak kesepakatan pembelian Alutsista dari Negara Negara diluar Sekutu Amerika Contoh nyata mana bukti hasil kesepakatan kerjasama militer Indonesia - Rusia akhir tahun 2008 untuk pembelian Alusista Penting dengan pembiayaan kredit dari Pemerintah Rusia sebesar 1 milyard dollar saat ini sudah lebih dari 7 bulan belum ada realisasinya untuk itu Mohon kiranua Presiden RI terpilih dan Para Petinggi Milter Indonesia segera melanjutkan Kontrak pembelian Alusista dari Rusia sebelum tahun 2009 berakhir /**

Nyaris Punya F-16

Sudah bukan rahasia lagi kalau semasa Syah Iran berkuasa, Teheran adalah karib Washington.Bila situasi macam itu tetap berlaku hingga sekarang, bisa dipastikan posisinya bakal ada di atas Israel.Bayangkan saja, di era 70-an Iran dengan gampangnya kebagian jatah jet-jet tempur teranyar dari Negeri Paman Sam. F-4D/E Phantom II, F-5 Tiger, hingga F-14A Tomcat,bahkan masih jadi tulang punggung AU Iran sampai sekarang.

Diluar ketiga jet tadi, sebenarnya ada satu tipe lagi yang saat itu juga jadi incaran, yaitu F-16 Fighting Falcon. Tercatat 30 tahun lalu pada 27 Oktober 1976 Pemerintah Iran pernah bersepakat buat memborong 160 unit F-16 plus opsi tambahan berjumlah 140 buah lagi. Ini artinya apabila tidak terjagi Revolusi Islam Iran 1979 bila ditotal AU Iran sama saja bakal mengoperasikan 300 unit F-16 Fighting Falcon!

Pada tahun 1978, sebagian besar komponen dan peralatan perawatan tiba di Iran. Sejumlah personil darat AU Iran sempat pula mendapat pelatihan. Tapi siapa sangka,hanya dalam tempo beberapa bulan ke depan terjadi perubahan politik di Teheran. Situasi yang saat itu berubah 180 derajat, membuat pembelian berkategori "the big-deal' itu gagal total. Padahal secara teknis, Teheran sudah membayar penuh pesanan tadi. Sejumlah ground equipment F-16 yang telah ada lantas berpindah tangan ke Pakistan. Sementara General Dynamics melempar beberapa F-16 pesanan AU Iran yang telah jadi ke AU Israel. Sebagai tambahan, nasib serupa juga menimpa delapan pesawat AWACS. Wahanaperingatan dini ini akhirnya dipakai oleh AU Arab Saudi. (*)

Negeri Penyangga
Selain kebutuhan pasokan minyak bumi, AS juga punya alasan lain untuk memperkuat AU Iran. Dalam pandangan strategis semasa perang dingin, disamping Turki, Iran dianggap sebagai wilayah penyangga dari kemungkinan serangan Soviet dan sekutu-sekutunya. Oleh karena itu, pasca PD II AS tanpa ragu- ragu menyuplai sejumlah pesawat tempur. Sebut saja mulai pemburu baling-baling P-47 Thunderbolt, jet intai bertempat duduk ganda RT-33 T-bird, F-84 Thunderjet, F-86 Sabre.Dibawah bendera bantuan senjata MAP (Military Assistance Program),semua mesin perang tadi diberikan secara gratis.

Kebagian pasokan pesawat secara cuma-cuma so pasti membuat para pilot militer Iran jadi terbiasa dengan peralatan militer berteknologi tinggi. Tak hanya itu, kedatangan pesawat-pesawat tadi juga memicu AU Iran untuk menciptakan Tim Aerobatik sendiri. Nama yang diusung adalah Golden Crown. Tim ini muncul pada tahun 1955, bersamaan dengan kehadiran jet F-84G Thunderjet. Sayangnya, grup akrobatik udara ini tak bertahan lama. Begitu Syah Iran turun tahta, maka berakhir pula kejayaan nama Golden Crown.(*)

IRIAF Frontline Fighters

Kombinasi Barat-Timur, itulah gambaran kekuatan tempur IRIAF saat ini.
Selain jet-jet buatan AS peninggalan jaman Syah, negeri ini juga
mengoperasikan Dassault Mirage F1EQ yang didapat dari Irak selama
Operasi Enduring Freedom (1991). Jumlahnya diperkirakan mencapai 18
hingga 20 unit, baik itu varian kursi tunggal F1EQ maupun varian kursi ganda F1BQ. Jet lain yang tergolong baru adalah MiG-29A Fulcrum.

Penempur asal Rusia ini dibeli pada tahun 1990. Ada kabar beredar, setahun kemudian IRIAF mendapat tambahan 14 unit MiG-29. Selanjutnya disusul dengan enam pesawat sejenis yang datang dalam kurun waktu 1993-1994. Sayang semua info tadi tak didukung oleh bukti fotografi yang kuat. Tipe penempur terakhir yang juga patut diperhitungkan adalah Chengdu F-7M Airguard. Tercatat IRIAF mulai memakai pesawat asal Cina ini pada tahun 1987. Berikut perkiraan komposisi jet-jet tempur garis depan IRIAF saat ini.


TIPE Jumlah Negara Pembuat


1. F-14A Tomcat 60 Pesawat Amerika Serikat
2. F-4D/F-4E Phantom II 18 / 46 Pswt Amerika Serikat
3. Northrop F-5A/5B/5E/F 10/25/57/18 Pswt Amerika Serikat
4. F-7M Airguard 30 Pesawat Cina
5. MiG-29A/UB Fulcrum 35 / 6 Pswt Rusia
6. Mirage F-1EQ/BQ 18 / 20 Pswt Perancis
7. Shenyang J-6 12 Pesawat Cina
8. Su-24MK Fencer-D 30 Pesawat Rusia
9. Su-25K UBK-T 13 Pesawat Rusia


Inside The Persian Cat

Setelah membandingkan kemampuannya dengan McDonnell Douglas F-15AEagle, Iran akhirnya memilih untuk memborong Grumman F-14ATomcat sbg penempur utamanya . Dibawah bendera proyek Persian King,pemimpin Iran kala itu, Syah Mohammad Reza Pahlevi II memutuskan untuk memborong 30 unit F-14A-GR plus 424 unit rudal AIM-54A Phoenix. Batch pertama senilai 300 juta dolar ini disetujui7 Januari 1974.

Hanya dalam tenggang waktu beberapa bulan kemudian, tepatnya bulan Juni kembali IIAF (sebutan AU Iran sebelum revolusi) membeli 50 unit jet sejenis serta tambahan 290 buah Phoenix. Total jenderal dana yang mesti dikucurkan Teheran mencapai dua miliar dolar. Asal tahu saja, sepanjang sejarah AS, ini merupakan pembelian terbesar untuk satu jenis perangkat militer oleh negara asing. Pada tahun 1976 muncul berita, Iran kembali bakal memembeli tambahan 70 unit Tomcat. Rencana ini pupus lantaran Shah keburu terjungkal dari kekuasaannya.

Lepas dari lika-liku pembelian, secara garis besar kemampuan Tomcat pesanan Iran setara dengan milik AL AS. Mulai dari sumber tenaga
turbofan Pratt&Whitney TF-30, perangkat pengidentifikasi kawan-lawan (IFF), radar AWG-9, hingga perangkat antiacak elektronik (electronic counter-measure), semua sesuai standar AL AS. Khusus untuk perangkat
IFF tipe APX-81-M1E yang saat itu tergolong barang rahasia, AS sengaja mengubah deteksi kinerjanya supaya hanya bisa mendeteksi jet-jet buatan Blok Timur saja.

Bergeser ke perbedaan, untuk yang satu ini terbilang minim. Urusan kamuflase jelas sudah pasti beda. F-14 pesanan Iran mengadopsi kelirloreng ala padang pasir. Selanjutnya untuk perangkat pengisian bahan bakar di udara tak dilengkapi dengan tutup pelindung. Terakhir, semuaarmada Tomcat Iran tak punya sistem bantu pendaratan AN/ARA-62 yang notabene hanya diperlukan bagi pesawat yang kerap beroperasi dari dek kapal induk.

Mampukah Indonesia Mencontoh Iran Keuletan dan keberhasilan Iran dalam Mempersenjatai Militernya walau Telah 20 tahun di Embargo Amerikawajib bagi Militer Indonesia Belajar dari Milter Iran Agar kemampuan AURI Indonesia Air Force Disegani oleh Negara2 Tetangga Terutama Australia dan Malaysia


Selasa, Juni 23, 2009

Negara Bersama Rakyat Bahari Indonesia wajib Bangun Jaringan Kedaulatan Laut Dalam Menjaga kejahatan kapal2 Asing & Ancaman Militer Asing

Karena Indonesia adalah Negara Kepulauan Terbesar di Dunia maka adalah suatu keharusan Bagi kekuatan militer Laut Indonesia bersama Rakyat Bahari untuk mulai kita fokus terhadap ancaman dan tantangan yang muncul dalam suatu masa. Fokus terhadap hal tersebut bukan saja Pencurian Ikan oleh Nelayan asing tetapi juga pada seluruh aktivitas kapal asing baik Kapal sipil ataupum Kapal Militer Asing , saatnya kita tidak hanya terpaku pada struktur kekuatan laut yang dibangun Negara agar mampu menghadapi Gangguan di laut atau serbuan Pihak Milter Asing akan tetapi juga kita wajib mengenali pula secara lengkap karakter pihak yang dikategorikan sebagai ancaman dan tantangan tersebut. Dengan kata lain, karakter dan tindak tanduk calon calon lawan dicermati dengan benar. Agar kita TNI Bersam Rakyat Bahari Mampu Mendeteksi setiap Pelnggaran Di Wilayah laut Indonesia. TNI Bersama Rakyat Bahari akan Siap memenangkan setiap Peperangan Laut dengan Militer Asing di seluruh Wilayah Laut Kedaulatan Indonesia yang akan dicaplok Mereka sesuai dan sejalan dengan Doktrin Perlawanan Rakyat Semesta Indonesia

Sebagai contoh adalah U.S. Navy yang memandang bahwa kekuatan laut Cina akan menjadi calon lawannya di masa depan. Persepsi demikian kemudian muncul dalam aspek-aspek terkait, baik operasi, intelijen, logistik maupun pendidikan dan pengkajian. Kalau mencermati kurikulum di lembaga pendidikan U.S. Navy, khususnya untuk perwira, sebagian dari kurikulum itu dirancang untuk mengenali karakter dan tindak tanduk Cina. Begitu pula dengan hasil-hasil pengkajian di U.S. Navy, termasuk seminar-seminar, sebagian fokusnya diarahkan ke kekuatan laut Cina, meliputi aspek operasi, intelijen, logistik maupun mutasi para personel Militer Cina .
Kegiatan operasi dan intelijen pun demikian. Berlalu lalangnya kapal perang dan kapal Angkatan Laut Amerika Serikat di perairan ZEE Cina membuktikan kebenaran akan fokus itu. Apabila kita berangkat dari pemahaman demikian, tentu saja bukan suatu hal yang aneh alias janggal dengan insiden seperti USNS Impeccable (T-AGOS 23) atau tabrakan udara antara pesawat intai EP-3 Aries dengan pesawat tempur Cina.,

Sekarang Bagamana tentang Indonesia dengan segala aspek tantangan demi tantangan dari Negara – Negara disekitar Negara kepulauan Indonesia , walau sampai saat ini Indonesia secara resmi belum pernah mendeklarasikan siapa lawannya dan atau calon-calon lawannya. Namun melihat perkembangan kontemporer di Laut Sulawesi, tidak sedikit pihak di negeri ini berpendapat bahwa Malaysia dan Australia lebih besar probabilitasnya menjadi calon lawan Indonesia suatu ketika dibandingkan dengan Singapura misalnya. Selanjutnya muncul pertanyaan, sudah seberapa dalam pengetahuan kita mengenai Australia dan Malaysia khususnya kekuatan Efektif Angkatan laut Mereka dalam berperang ? Sebagai Negara Kepulauan Terbesar Di dunia Sudahkah fokus Para Pemimpin dan Petinggi militer negeri ini diarahkan ke sana , dalam segala aspek baik operasi, intelijen, logistik dan lain sebagainya? Pahamkah kita dengan doktrin operasi Militer Malaysia ? juga saatnya kita pelajari bagaimana Doktrin operasi Militer Australia apa Mengertikah kita dengan karakter operasi militer serta struktur organisasi dan Personel militernya ? Selain data data terbaru Alutsista Dari Calon Calon Agresor
Banyak pertanyaan serupa yang relevan untuk diajukan.Semua itu pada dasarnya konsekuensi bila kita harus meprediksi bila terjadi peperangan dan menilai kekuatan suatu Negara - negara yang merupakan calon calon Potensial lawan kita di Masa depan. Saatnya sekarang sebelum sebagian wilayah Indonesia dicaplok Malaysia atau Australia LEMHANAS dan TNI melakukan obsevasi – observasi yang serius pada Ciri Perilaku , aktivitas Militer Negara – Negara Seperti Malaysia , Australia , deteksi lalu lintas Aktivitas Militer asing diseluruh Perairan Nusantara . bangun Sekarang juga bersama Rakyat Bahari membangun jaringan kedaulatan Laut dengan mengikut sertakan Satu juta Kapal2 sipil nasional dan Kapal2 Nelayan Indonesia dengan memberikan penyuluhan sandi kpd satu juta kapten atau nakhoda kapal nasional Negara harus memberikan secara gratis Alat2 komunukasi yang dilengkapi radar buatan Dalam Negri Kepada kapal - kapal nasional Indonesia dalam memantau setiap kapal militer Asing , kapal2 nelayan asing , pantau seluruh aktivitas kapal berbendera Asing yang masuk wilayah lautIndonesia ,Pada Waktu Secepatnya Pemerintah ( DEPHAN dan TNI ) Memesan kepada Industri Perkapalan dan Industri Militer Nasional Untuk segera Membuat 10000 kapal Perang kecil Hemat Energi Mampu bergerak cepat yang dipersenjatai Rudal berserta kelengkapan tempur laut. Apabila Presiden Terpilih merealisasikanya maka dalam waktu 24 bulan Dari Oktober 2009 Maka Pada 0ktober 2011 Kekuatan Laut Indonesia Akan disegani karena Jelas Angkatan laut Indonesia bersama Rakyat Bahari Indonesia Akan Mampu Mengontrol Keamanan Perairan & Menjaga Kedaulastan seluruh Wilayah Laut R.I. Indonesia Raya adalah Negara Kepulauan Terbesar di Dunia

Rabu, Juni 17, 2009

Kepentingan Sektoral Dalam Bingkai Kepentingan Nasional

Kepentingan Sektoral dan Kepentingan Nasional


Kerjasama keamanan Indonesia-Australia diikat dalam The Lombok Agreement. Terdapat sembilan bidang kerjasama yang disepakati kedua negara, yang mana untuk Angkatan Bersenjata mencakup counter terrorism, maritime security, intelligence, humanitarian assistance and disaster relief dan peacekeeping. Kesepakatan mengenai kerjasama militer kedua negara disepakati pada Januari 2009 antara kedua petinggi Angkatan Bersenjata masing-masing.
Soal kerjasama keamanan dengan Australia merupakan suatu hal yang taken for granted bagi militer Indonesia, sebab hal itu merupakan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun bagaimana realisasinya di lapangan, itu suatu hal yang mesti dicermati dengan benar. Sebab pertanyaan utamanya adalah siapa yang diuntungkan dari kerjasama itu. Apakah Australia atau Indonesia atau kedua-duanya.
Mengukur derajat kepentingan nasional masing-masing negara, nampaknya Australia lebih diuntungkan dengan kerjasama ini. Misalnya dalam bidang counter terrorism, maritime security, humanitarian assistance and disaster relief, begitu pula dengan intelligence dan peacekeeping. Dalam soal counter terrorism dan maritime security, Indonesia sepertinya akan lebih banyak berfungsi sebagai bumper. Negeri ini akan lebih ditempatkan sebagai pelaksana lapangan yang akan menginterdiksi ancaman terhadap Australia tepat di jalur pendekat maritim.
Mengenai kerjasama bidang humanitarian assistance and disaster relief, Australia lebih siap dari aspek sumber daya. Sedangkan Indonesia lebih akan menjadi “sasaran” operasi humanitarian assistance and disaster relief Australia. Probabilitas terjadinya bencana alam di Indonesia jauh lebih besar daripada di Australia.
Begitu pula dengan intelligence. Australia mempunyai sumber daya untuk mengumpulkan informasi intelijen yang sangat sulit ditandingi oleh Indonesia. Artinya Indonesia akan lebih sebagai penerima informasi, sebab apa yang akan terjadi di Indonesia sudah diketahui terlebih dahulu oleh intelijen Australia. Dan informasi yang dibagi oleh negeri di selatan itu tentu saja yang lebih menguntungkan dia.
Berangkat dari situ, perlu kehati-hatian Indonesia dalam mengimplementasikan kerjasama itu. Jangan terlalu banyak janji terhadap Australia, sebab sekali berjanji mereka akan mengejar terus realisasi janji dimaksud. Harus jelas apa keuntungan yang akan diraih Indonesia dalam suatu kerjasama terlebih dahulu, baru kemudian kerjasama itu direalisasikan. Keuntungan yang dimaksud tentu saja harus bersifat strategis dan politis, bukan keuntungan taktis belaka.
Keinginan pihak tertentu di Negeri Nusantara untuk menempatkan penasehat dari institusi pertahanan negeri di selatan di suatu lembaga tertentu dalam rangka perwujudan The Lombok Treaty mesti ditelaah dengan benar. Jangan sampai hanya demi kepentingan sektoral yang sempit maka kepentingan yang lebih besar dikorbankan. Sebab apabila kepentingan sektoral itu pun tidak direalisasikan, republik ini insya Allah akan tetap eksis dalam percaturan antar bangsa.

Pengikut dari 5 benua

Arsip Blog