Minggu, Juni 10, 2012

JFK, Indonesia, CIA and Freeport.

Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah JFK, Indonesia, CIA and Freeport. Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959. Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan. Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya. Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata. Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari. Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut. Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat. Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat. Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut. Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan! Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika. Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport. Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60 persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini. Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA. Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial. Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend. Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya. Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport? Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka. Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia. Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978. Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob†Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun. Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg†setelab 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia. Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!! Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!! Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu. Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu.              
1936 Ekspedisi Colijn, termasuk Jean-Jacques Dozy, merupakan kelompok luar pertama yang mencapai gunung gletser Jayawijaya dan menemukan Ertsberg
1960 Ekspedisi Freeport dipimpin Forbes Wilson & Del Flint menjelajah Ertsberg
1963 Serah terima Nederlands Nieuw-Guinea dari pihak Belanda ke PBB, yang pada akhirnya mengalihkannya ke Indonesia
1966 Peralihan kekuasaan penuh dari Presiden Soekarno kepada Jenderal Soeharto menyusul usaha kudeta oleh pihak komunis pada September 1965.  Pembentukan pemerintahan baru yang mendorong investasi sector swasta serta langkah-langka reformasi ekonomi lainnya.
Freeport diundang ke Jakarta untuk pembicaraan awal mengenai kontrak tambang Ertsberg
1967   Penandatanganan Kontrak Karya untuk masa 30 Tahun, yang menjadikan PTFI sebagai kontraktor eksklusif tambang Ertsberg diatas wilayah 10 km persegi.
Pengeboran untuk eksplorasi dimulai dari Ertsberg

1969 Negosiasi kontrak penjualan jangka panjang dan perjanjian proyek pendanaan. Studi kelayakan selesai dan disetujui.
1970 Pembangunan proyek berskala penuh dimulai
1972 Ujicoba pengapalan pertama ekspor konsentrat tembaga dari Ertsberg
1973 Peresmian proyek, dan lokasi kota dinamakan Tembagapura. Proyek Ertsberg mulai beroperasi
1975 Kegiatan eksplorasi cadangan bawah tanah tembaga pada gunung bijih timur (GBT)
1976 Pemerintah Indonesia membeli 8,5% saham PTFI dari Freeport Minerals Company dan investor lain
1978 Studi kelayakan proyek tambang bawah tanah GBT disetujui
1981 Tambang bawah tanah GBT mulai beroperasi
1985 Tambahan cadangan tembaga bawah tanah ditemukan dibawah tambang bawah tanah GBT
1987 Setelah mengalami beberapa kali pengembangan produksi rata-rata meningkat menjadi 16.400 ton per hari (t/h), dua kali lipat dari rencaa awal pada tahun 1967. Cadangan total menjadi 100 juta ton metric
1988   Cadangan Grasberg ditemukan, melipatgandakan cadangan total menjadi 200 juta ton metrik
1989 Perluasan hingga 32.000 t/h disetujui, dan kajian untuk perluasan hingga 52.000 t/h selesai. Pemerintah Indonesia mengeluarkan ijin untuk melakukan eksplorasi tambahan diatas 2.470 hektar
1990 Pekerjaan konstruksi berlanjut atas perluasan hingga 52.000 t/h                                                           

Selasa, Juni 05, 2012

Konferensi Keamanan Asia Pasifik Digelar Singapura

Konferensi keamanan Asia Pasifik  yang digagas  IISS Institut Internasional untuk Kajian Strategis  berlangsung pada tanggal 1-3 Juni 2012 di Singapura. Pertemuan yang rutin digelar sejak tahun 2011 ini ditujukan untuk membahas masalah pertahanan, mempromosikan rasa saling percaya antar pihak militer dan mendukung kerjasama di bidang pertahanan di Asia Pasifik.  Tahun ini, perwakilan dari 26 negara ambil bagian dalam konferensi, termasuk antara lain Cina dan India, serta negara-negara Asia Tenggara dan Timur. Mulai dari masalah keamanan jalur laut, bentuk-bentuk perang baru yang memanfaatkan teknologi internet, hingga kasus penyelundupan obat bius dan terorisme – turut dibahas dalam pertemuan kali ini. Selain digelar sesi pleno – sebagaimana pertemuan di tahun-tahun sebelumnya – diadakan pula pertemuan bilateral dan multilateral, yang diikuti para menteri pertahanan, pakar keamanan dan perwakilan perusahaan-perusahaan perlengkapan pertahanan.

Kerjasama Politik Geografis 

Presiden Susilo Bambang Yudoyhono berkesempatan menyampaikan pidato pembukaan. Presiden SBY menyerukan diagendakannya kerjasama politik geografis. Langkahnya dengan membangun jaringan bersama untuk menguatkan rasa kebersamaan di kawasan dan nasionalisme, seperti misalnya Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara ASEAN. Menurut SBY, hal ini merupakan satu-satunya cara untuk mencapai keseimbangan dinamis, yang memungkinkan kemajuan bangsa tanpa adanya konfrontasi. Lebih lanjut dikatakannya, budaya strategis baru diperlukan, yang bertujuan untuk mencapai skenario yang saling menguntungkan satu sama lain,“Kerjasama politik geografis mempromosikan kompetisi negara –negara akan tercapainya perdamaian dan kemajuan. Ini rumusan yang saling menguntungkan.“

Pada hari kedua pertemuan, dalam pidatonya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta : mengemukakan AS akan terus melanjutkan kerjasama militernya di Asia Pasifik, meskipun situasi anggaran tengah mengalami kesulitan. Prinsip yang diterapkan AS: penegakan hukum internasional, kerjasama regional dan kemitraan militer. Ia pun menegaskan bahwa kerjasama militer AS dengan Jepang, Korea Selatan dan Filipina, bukan merupakan ancaman bagi Cina. Ia menutup pidatonya dengan perhitungan kekuatan militer dan modernisasi pasukan keamanan Asia Pasifik, „Kami telah berada di sini, kini kami di sini dan juga pada masa mendatang.“  Panetta menegaskan strategi AS itu di hadapan puluhan para pejabat sipil dan militer dalam konferensi keamanan tahunan yang digelar di AS membangun pangkalan militer d Singapura, Minggu. Turut hadir dalam konferensi tersebut sekitar 30 pemimpin sipil maupun militer Negara-negara di kawasan Asia Pasifik.Amerika Serikat membangun pangkalan militer di Australia hanya untuk menjaga kepentingan Ekonomi AS di Papua Indonesia Menurut dia, pembangunan pangkalan militer ini tak lepas dari kepentingan AS untuk mengimbangi dominasi Republik Rakyat China (RRC) di Asia Pasifik.Dalam kesempatan yang sama Panetta juga menekankan bahwa kehadiran pasukan AS di kawasan Asia Pasifik justru akan menguntungkan bagi China.Tidak hanya itu, Menhan AS turut menekankan bahwa China memiliki peran penting dalam memajukan keamanan dan kemakmuran di kawasan Asia selama 6 dekade terakhir. 

AS akan mereposisi Angkatan Lautnya, 60 persen kapal perang akan ditempatkan di wilayah Asia Pasifik pada 2020 mendatang. Saat ini hanya terdapat sekitar 50 persen armada kami di wilayah ini. Saya menolak anggapan bahwa ini dilakukan sebagai upaya membendung pengaruh China," ujar Panetta seperti diberitakan Russian Today, Minggu, (3/6)




Ke Lima Anggota tetap DK PBB merupakan eksportir senjata terbesar di Dunia

Data dari Institut Penelitian Perdamaian SIPRI yang berkedudukan di Stockholm mencatat Amerika Serikat sebagai eksportir senjata terbesar, disusul Rusia, Jerman dan Perancis, yang diikuti dengan Inggris. Konsultan perusahaan pertahanan Frost & Sullivan mencatat pertumbuhan pembelian senjata di kawasan Asia Pasifik, rata-rata mencapai 4,2 persen per tahun. pada Kantor Berita Bloomberg, 
Direktur IISS untuk kawasan Asia, Tim Huxley 
mengungkapkan,”Peningkatan anggaran pemerintahan kerap diikuti semakin membengkaknya anggaran pertahanan. Banyak kawasan di Asia atau pemerintahan yang beralasan, merasa tidak aman.” Moral Ganda Negara Barat Secara verbal memang Eropa dan Amerika Serikat mendukung gerakan demokrasi, menyadari sepenuhnya bahwa “kritik terhadap penindasan negara dan kondisi ekonomi yang buruk dibenarkan“, demikian tertulis dalam laporan tahun 2011 yang dikeluarkan Amnesty International, Kamis (24/05). “Namun mereka tidak ingin memutus ‘hubungan khusus' dengan pemerintah represif yang menjanjikan stabilitas di wilayah strategis penting dengan cadangan minyak dan gas yang besar.“ menunjukkan satu contoh konkret di Bahrain, “Di mana AS memiliki kepentingan geo-strategis dan militer. Di sana, Arab Saudi dizinkan untuk menghancurkan gerakan protes. Gerakan pro demokrasi tidak didukung sepenuhnya. Di beberapa negara lain tidak bertindak sama sekali atau bahkan memberikan dukungan persenjataan pada pihak penindas.“ Jerman merupakan salah satu negara yang disebutkan sebagai pemasok senjata. Menurut laporan media - yang tidak disangkal – pertengahan tahun 2011, lewat pemungutan suara rahasia Dewan Keamanan Federal Jerman menyetujui pengiriman lebih dari 200 tank tempur modern Leopard 2 ke Arab Saudi. Menurut laporan pemerintah tentang ekspor senjata, dengan pengeluaran bagi persenjataan sebesar 152 juta Euro, Arab Saudi merupakan negara ke sepuluh terbesar dalam daftar penerima pasokan senjata. Keputusan ini mendapat kritikan tajam baik dari pihak oposisi maupun dari gereja-gereja di Eropa

Kecemasan Atas Sponsor 

Sementara itu, politisi sekaligus jurnalis Afrika Selatan, Andrew Feinstein menuding,“IISS disokong oleh produsen senjata besar.“ Sponsor pertemuan tahun ini adalah Boeing, Mitsubishi, EADS dan Singapore Technologies Engineering, yang juga bergerak di bidang senjata. Feinstein mengingatkan,“Ada solusi lain untuk mencapai keamanan dan stabilitas kemananan, yakni demokrasi, tanggungjawab dan kejujuran.“Ke lima anggota tetap DK PBB merupakan eksportir senjata terbesar. Bisakah mereka diharapkan bekerja bagi perdamaian dan keamanan? Demikian hal yang juga seekarang dipertanyakan Institut Penelitian Perdamaian SIPRI  bersama  lembaga Amnesty International.Atas digelarnya Konferensi Keamanan Asia Pasifik di Singapura .

Minggu, Mei 27, 2012

Sabotage Sukhoi Superjet 100

Intelijen Rusia berpikir Sukhoi Superjet 100 yang jatuh pada joy flight 9 Mei 2012 di Gunung Salak Bogor, Indonesia, yang mewaskan 45 jiwa hasil sabotase Amerika Serikat. Hal ini ditulis salah satu media besar Tabloid Rusia Komsomolskaya Pravda di Rusia  Kamis, 24 Mei 2012.
Superjet 100 menjadi pesawat penumpang pertama sejak keruntuhan Uni Soviet, dan juga merupakan pesawat sipil pertama buatan Sukhoi yang terkenal dengan jet tempurnya. Biro  rancang pesawat itu bermitra dengan berbagai pihak asing dalam pengembangan Superjet 100, termasuk Boeing, di mana sejumlah ahlinya turut serta dalam merancang pesawat tersebut.Mesin ganda Superjet 100, yang bisa memuat 100 penumpang, memiliki kecepatan jelajah 828 kilometer per jam dengan jarak jelajah maksimum antara 3.000 hingga 4.500 kilometer dengan muatan   penuh, tergantung kapasitas tempat duduk Sebelum kecelakaan Gunung Salak Bogor terjadi,  Perusahaan Sukhoi mendapat pesanan Superjet 100 sebanyak 100 unit termasuk dari maskapai Rusia Transaero.menurut kabar, tidak ada satu pun maskapai yang menghentikan pengoperasian Sukhoi Superjet 100 pascakecelakaan pesawat sejenis di Indonesia pada Rabu (9/5).


Sejumlah pihak asing yang juga mengerjakan Superjet 100 di antaranya adalah perusahaan asal Italia, Finnmeccanica, yang menjadi investor terbesar, perusahaan asal Prancis Snecma untuk mesin dan perusahaan Thales untuk perangkat avionik. Selain itu, firma asal Jerman Liebherr juga turut dalam pengerjaan sistem pengendalian dan sistem penunjang kehidupan pesawat Superjet 100.Program pesawat ini sempat tertunda pengembangan mesin serta sertifikasi.Superjet 100 melakukan terbang perdananya pada 2008 dan mendapat sertifikasi untuk beroperasi di Rusia pada 2011, dan di Uni Eropa pada Februari 2012.Pesawat tersebut dibuat dengan tujuan untuk menggantikan pesawat Tupolev Tu-134 dan Yakovlev Yak-42 dan bersaing dengan pesawat penumpang dari perusahaan asal Brazil, Embraer E-Jets dan perusahaan asal Kanada, Bombardier CRJ dengan menawarkan alternatif yang lebih murah dari keduanya sebanyak 35 juta dolar AS per unit.Pesawat tersebut terjual secara lambat namun berkesinambungan di pasar yang amat berkompetisi, di mana Maskapai Aeroflot asal Rusia mengoperasikan sebanyak tujuh unit dan maskapai asal Armenia, Armavia sebanyak satu unit.

Amerika Serikat  melakukan operasi sabotase  The GRU intelijen militer Rusia , sudah lama melacak aktivitas pesawat Amerika Serikat di bandara Jakarta.GRU menuduh Amerika Serikat menyabotase pesawat Sukhoi yang tengah melakukan uji coba terbang di Indonesia, dan jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.Seperti dilansir dari ZeeNews, Jumat (25/5), Intelijen militer Rusia mengatakan, AS melakukan operasi penyamaran yang menyebabkan rusaknya pesawat, sehingga jatuh dan menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawatnya, dua minggu lalu.Sumber intelijen militer Rusia Glavnoye Razvedyvatelnoye Upravleniye (GRU), menyatakan, "Kami sedang menyelidiki teori bahwa itu adalah sabotase AS."Ia menambahkan, "kemungkinan mereka memiliki teknologi khusus untuk membuat sinyal tidak bisa diterima dari daratan. Alat milik AS itu diduga menyebabkan kerusakan pada parameter."
Pihak Indonesia sendiri masih melakukan penyelidikan atas kecelakaan ini. Ketua Tim Penyidik KNKT, Mardjono Siswosuwarno, mengaku bahwa pihaknya telah membaca isi pembicaraan pilot setelah meneliti Cockpit Voice Recorder (CVR), sebelum pesawat Sukhoi Superjet 100 mengalami kecelakaan di lereng Gunung Salak, data dari Cockpit Voice Recorder (CVR) menunjukkan, bahwa sampai saat pesawat menabrak gunung, tidak ada masalah apa pun, tidak ada masalah teknis dalam pesawat ini," pada Rabu (9/5).

Pada salah satu artikelnya, Tabloid Rusia Komsomolskaya Pravda menulis judul 'Amerika yang Akibatkan Kecelakaan Sukhoi 100  ?'. Tabloid itu menyebutkan juga beberapa petugas yang tidak disebutkan namanya mengatakan Pesaing Industri penerbangan Rusia itu ingin melihat Joy flight Sukhoi- Superjet 100 tersebut gagal, mungkin karena Sukhoi berhasil  mendapatkan pesanan Superjet 100 sebanyak 100 unit apabila berhasil masuk ke pasar Asia akan menjadi competitor yang berat di Asia .  Seorang agen intelijen tentara ini mengatakan kepada Komsomolskaya Pravda ,data dari Cockpit Voice Recorder (CVR) menunjukkan, bahwa sampai saat pesawat menabrak gunung, tidak ada masalah apa pun, tidak ada masalah teknis dalam pesawat ini,namun kantor mereka, The GRU sudah lama melacak aktivitas pesawat Amerika Serikat di bandara Jakarta."Kita tahu bahwa mereka (Amerika) memiliki banyak teknologi khusus yang juga kita miliki yang bisa mengganggu sinyal dari darat atau menyebabkan pembacaan parameter tidak bias berfungsi,dengan benar ” ujar pejabat itu.»Mungkin ini adalah salah satu alasan jatuhnya pesawat," kata pejabat itu. Penyelidik Indonesia sampai saat ini masih menyelidiki mencari penyebab jatuhnya pesawat itu.


Di Washington, juru bicara Pentagon George Little membantah tudingan itu. George Little menganggap tuduhan itu omong kosong , sambil mengungkapkan bahwa Pemerintah Rusia dan media di Rusia punya sejarah mengambinghitamkan negara lain atau orang asing atas kecelakaan maupun musibah yang mengaitkan Rusia.
Sebelumnya, Rusia juga sempat menuduh AS Penyebab kegagalan peluncuran satelit Rusia di luar angkasa  Salahsatu ilmuwan Luar Angkasa Rusia Yury Kotev mengatakan satelit Rusia Mars yang tersangkut di orbit Bumi pada November lalu gagal karena aktivitas radar Amerika Serikat di daerah itu.a.Seorang petinggi angkatan laut Rusia pernah menyalahkan Angkatan Laut Amerika Serikat atas tragedi Agustus 2000 kala kapal selam nuklir Kursk tenggelam dan menewaskan 118 pelaut. Hal itu karena ada beberapa kapal Amerika Serikat yang sedang berlatih di daerah Laut Barents.  

Setiap pesawat Superjet 100 didukung oleh mesin SaM146 turbofan baru yang dikembangkan  oleh PowerJet.  Kecepatan maksimal pesawat yang diproduksi perdana pada 2007 itu adalah 0,81 mach (992,29 kilometer per jam) dengan ketinggian terbang maksimum 12,5 kilometer  bisa memuat 100 penumpang, dan  mendapat sertifikasi untuk beroperasi di Rusia pada 2011, dan   sertifikasi untuk beroperasi di Uni Eropa pada Februari 2012. Menawarkan keunggulan fitur fitur Teknologi dan alternatif harga yang lebih murah dari harga pesawat sejenis yang diproduksi Para pesaingnya didunia  Adakah Ini Sabotage by ,..............?

Selasa, Mei 15, 2012

PILKADA DKI 2012

Sejak Tahun 2004 penulis mengamati perkembangan politik di tanah air, dimana menurut data Kementerian Dalam Negeri, telah terjadi demikian banyak perpecahan (pecah kongsi) mulai dari gubernur-wakil gubernur, wali kota-wakil wali kota, hingga bupati-wakil bupati. Kecenderungan pecah kongsi yang sangat tinggi dari kepala daerah dan wakil kepala daerah. Dari 244 pilkada pada 2010 dan 67 pilkada pada 2011, duet Pimpinan daerah yang berlanjut dari periode sebelumnya hanya 6,15 persen. Artinya, sekitar 94 persen pimpinan daerah berganti pasangan pada pilkada berikutnya. Sayangnya, Kementerian Dalam Neegri tak  cukup memiliki data tentang berapa banyak wakil kepala daerah yang mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir.
Pada umumnya pasangan pimpinan daerah berasal dari parpol berbeda, meski ada juga yang menggandeng birokrat, pengusaha, purnawirawan atau profesional. Parpol yang berkoalisi biasanya tak memiliki ikatan ideologis yang kuat, tetapi hanya ditautkan oleh kepentingan jangka pendek belaka.
Kita lihat Jakarta menjelang Pilkada 11 Juli 2012. DPRD DKI Jakarta memiliki jumlah kursi legislatif sebanyak 94 buah. Dengan perincian Partai Demokrat (32), PKS (18), PDIP (11), Partai Golkar 7), PPP (7), Gerindra (6), PAN (4), PDS (4), Hanura (4) dan PKB (1). Untuk persyaratan mengajukan pasangan Cagub-Cawagub, parpol atau gabungan parpol harus memiliki minimal 15% dari total kursi, 14,1 kursi, dibulatkan 15 kursi. Berarti hanya Partai Demokrat dan PKS yang bisa mengajukan langsung tanpa berkoalisi.
Selain Parpol, pada pilkada 2012 ini calon independen dibenarkan untuk maju sebagai calon dengan menunjukkan bukti  4% kali jumlah penduduk DKI Jakarta (10.183.498), jumlahnya adalah 407.345 pendukung (KTP dan tanda tangan).
Setelah proses verifikasi awal, pasangan Independen Faisal Basri-Biem Benyamin, serta Mayjen TNI (Pur) Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria masih harus berjuang dukungan untuk  keduanya sebagai Pasangan calon Independen. kepentingan masing-masing yang sangat erat dengan urusan duniawi yang tidak pernah selesai
Yang paling awal  mendeklarasikan diri adalah koalisi Golkar, PPP dan PDS. Dengan jumlah 18 kursi, pasangan yang akan diusung adalah Alex Nurdin-Letjen Mar (Pur) Nono Sampono. walau mayoritas Pemilih DKI kurang mengenal sisi positif  Calon yang diusung Golkar , PPP + PDS . terlebih Alex Nurdin sedang tersandung Perkara Korupsi
PDIP, yang pada saat terakhir melakukan fit and propper test terhadap Jokowi dan Ahok sudah menyadari dengan kekuatannya yang hanya 11 kursi walau dengan menggandeng Gerindra 6 kursi untuk berkoalisi ,walau keberhasilan Jokowi menjabat Walikota Solo serta dukungan minoritas etnik pada Ahok Intinya PDIP dan Gerinda sedang mengukur seberapa besar kekuatan mesin partai mereka di Jakarta jelang PEMILU 2014 Pasangan ini kecil untuk berpeluang menang
Lantas, bagaimana dengan parpol lainnya?  Hanura dan PKB ?  PKB nampaknya akan bergabung ke Demokrat. Gerindra akan ke PDIP dan Hanura juga akan ke PDIP.
Dengan demikian, komposisi koalisi akan sangat tergantung Fauzy Bowo (Foke) berada Di PD  King maker Pilkada DKI 2012 berada di tangan Partai Demokrat. Jelas wajar karena PD memiliki 32 kursi, maka Pak SBY sebagai Ketua Dewan Pembina lah yang mengatur dinamika proses Pilkada, Namun kali ini tekanan arus bawah Demokrat demikian kuat untuk mengajukan Nachrowi, tetapi Nachrowi dalam hitungan politik kalah jauh dibandingkan Foke sebagai incumbent. Baik dalam hal popularitas, komunikasi lintas parpol, dukungan logistik dengan  tetap memegang teguh demokratisasi , Majelis Tinggi Partai Demokrat akhirnya memutuskan Fauzie Bowo Cagub didampingi Nachrowi Romli terpilih sebagai Cawagub diusung Partai Demokrat

Bagaimana PKS ? Nampaknya PKS tidak mau mengulang Pengalaman pahit Pilkada 2007 banyak memberi pelajaran kepada PKS. Jago PKS (Adang Darajatun-Dani Anwar) meraih (42,13%), dikalahkan Pasangan Foke-Mayjen TNI Priyanto yang didukung seluruh parpol di DKI, yang meraih (57,87%) kekalahan tipis yang  pahit pada Pilkada  2007  besrsama  PAN  maka Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini pasangan calon Resmi dari PKS dan PAN . Dengan  mesin propaganda PKS  sebaik  tahun 2007 dengan Kader PKS yang solid dan merakyat  serta PAN mampu mengubah opini Pemilih kelas menegah di DKI  bila  Isu – isu kampanye nya menyentuh Rakyat DKI yang sudah muak dengan korupsi Pemda DKI . Jumlah pengangguran di DKI tertinggi di Indonesia , persoalan banjir dan kemacetan maka sangat besar kemungkinan pasangan Cagub dan Cawagub dari PKS dan PAN  masuk dalam Putaran kedua Pilkada DKI
Dengan demikian maka apabila perkiraan tersebut benar, maka dari 6 pasang yang akan maju, komposisi dari tiga(3) pasang terdiri dari kombinasi sipil dengan militer, sementara tiga (3 juga) pasang sipil-sipil.

Menurut Survey serta Analisa intelijen Pasangan Faisal Basri-Biem menjadi pasangan termuda dengan Pasangan Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini yang akan maju sampai putaran kedua Pilkada DKI 2012 bersama Nahrowi & Foke Cagub incumbent namun suasana hati nurani para Pemilih DKI tidak lagi mudah untuk di rekayasa apalagi dibodohi dengan money politic . Karena Mereka dimata mayoritas pemilih DKI relatif bersih dari korupsi maka Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini serta Faisal Basri-Biem kedua calon pasangan Cagub + cawagub ini akan berada selangkah lebih maju, karena diterjemahkan dengan mengadopsi keinginan rakyat DKI keduanyalah yang merupakan bagian dari rakyat. Disinilah mereka mempunyai peluang yang cukup besar untuk meraih dukungan dan simpati publik.sebab pada Pasangan lainnya adalah pejabat ataupun bekas pejabat yang hanya ramah pada rakyat ketika jelang Pemilihan namun setelah menjabat Arogan & terbukti hanya memperhatikan kepentingan Penguasa dan Pengusaha saja.
Berikut nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta:
1. Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli pasangan calon dari Partai Demokrat
2. Hendardji Supandji dan Ahmad Riza Patria pasangan calon dari jalur independen
3. Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama pasangan calon dari PDIP dan Gerindra
4. Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini pasangan calon dari PKS dan PAN
5. Faisal Basri dan Biem Benyamin pasangan calon dari jalur independen
6. Alex Noerdin dan Nono Sampono pasangan calon  dari  Golkar, PPP, dan PDS.
Dengan perkiraan kasar tersebut, kemungkinan Pilkada DKI 2012 yang akan diselenggarakan akan berlangsung dalam dua putaran. Foke jelas merupakan sebuah kekuatan dan mempunyai daya tarik tersendiri sebagai incumbent karena dikenal ‘power full.’ Kini ada gerakan ABK (Asal Bukan Foke). Yang jelas Foke akan dijadikan musuh bersama ketiga calon lainnya. Walaupun kuat, bukan tidak mungkin ada kelemahan atau kerawanan Foke yang belum diungkap ke media massa.
Dalam ilmu intelijen, dalam meramal sesuatu, kita harus melihat fakta-fakta masa lalu. Pelajaran Pilkada Jawa Barat pada tahun 2008, dimana pasangan anak muda Heryawan-Dede Yusuf yang diusung PKS dan PAN dengan suara gabungan 16,77%, berhasil menaklukkan jagoan berpangkat, pasangan Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar- Numan Abdulhakim yang didukung PDIP, PKB, PPP dengan jumlah suara gabungan sebesar 34,34%. Pasangan Danny Setiawan (incumbent) -Mayjen TNI Iwan Sulandjana yang didukung Partai Golkar dan Demokrat dengan jumlah suara gabungan  35,67% suara.Dari fakta tersebut, yang menarik, pasangan kedua orang muda tersebut tampil sederhana, berpecipun tidak, dibandingkan para pejabat yang tampil hebat dengan segala atributnya. Ternyata kondisi rakyat Jawa Barat sudah bergeser, bosan dan anti kepada mereka yang berbau pejabat. Bertepatan pada saat itu ada kasus korupsi yang sedang ramai dibicarakan di Bandung. Akhirnya Heryawan yang tidak terkenal bersama Dede Yusuf, anggota PAN melenggang dan menjungkirkan para tokoh mantan pejabat tersebut dari panggung Pilkada Jabar.
Nah, kini nampaknya hal serupa bisa saja terjadi di DKI Jakarta, penulis justru melihat pasangan Faisal Basri-Biem yang independen dan sederhana, bukan tidak mungkin bisa menjungkirkan pesaingnya. Kondisi psikologis rakyat DKI dan Jawa Barat tidak jauh berbeda. Dari pengalaman mengumpulkan KTP beberapa waktu lalu, mayoritas pendukung adalah rakyat kalangan bawah.
Menurut catatan akhir di DKI, angka kemiskinan naik 3,75%, angka pengangguran 10,83 %. Menurut Ketua DPRD DKI, angka pengangguran mereka yang berumur 15-24 tahun adalah 25%, lebih besar dibandingkan pengangguran nasional yang 22,2%. Jadi hal yang berkait erat dengan konstituen DKI bukan hanya macet, banjir, keamanan, tetapi justru pengangguran. Inilah titik lemah incumbent, saat memimpin Jakarta rakyat yang tambah miskin semakin banyak.
Demikian sedikit informasi tentang peta pilkada DKI, semoga ada manfaatnya bagi kita semua. Pasangan yang terbentuk pada parpol berasal dari parpol yang berbeda, semoga saja tidak pecah seperti yang dikatakan Kemendagri diatas.
Analisa penulis memperkirakan bahwa pasangan Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini pasangan calon dari PKS dan PAN beserta Calon Independen Faisal Basri dan Biem yang sederhana salah satu dari mereka berpeluang menang bisa menjadi kuda hitam yang tidak diperkirakan, apabila  Isu isu kampanye yang Progresif serta menyentuh hati mayoritas Pemilih DKI pada PILKADA 2012 ingatlah pada pepatah suara rakyat adalah suara Tuhan maka suara Data Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4)menyebutkan jumlah 7,5 juta jiwa yang dapat memilih dalam Pilkada DKI Jakarta. . total pemilih DKI )
Akan ada kah Kemenangan Rakyat pada PILKADA DKI seperti kemenangan Heryawan-Dede pada PILKADA Jawa Barat Tetapi ini hanya sebuah perkiraan dengan hitungan manusia, tetap saja Tuhan Yang Maha Kuasa yang memutuskan.
Sumber : Prayitno Ramelan, Gustaf Alattas , Viva news

Minggu, Mei 06, 2012

Siapakah Sidney Jones , CIA atau Provokator yang dibina Yahudi ?

Seorang yang paling banyak mengopinikan bahwa Islam adalah Teroris adalah Sidney Jones , Bahkan orang ini sangat getol mempropagandakan bahwa semua simbol-simbol Islam adalah simbol Teroris? Siapakah Sidney Jones ini? Berikut ini hasil investigasi tentang Sidney Jones.
Sidney Jones, direktur ICG (International Crisis Group) untuk Indonesia, tersandung masalah, karena sebagai orang asing kehadirannya tidak lagi dikehendaki di negeri ini. Alasan pengusiran itu, menurut Kepala BIN (Badan Intelijen Negara) AM Hendropriyono, disebabkan oleh laporan-laporan yang dipublikasikannya berkenaan dengan terorisme Jamaah Islamiyah dikategorikan bias atau bersifat fitnah. Membaca laporan-laporan yang disampaikan Sidney Jones secara berkala, niscaya membuat banyak orang terkecoh. Tapi, bagi kalangan aktivis pergerakan, laporan itu haruslah disikapi dengan waspada dan hati-hati. Sejak tahun 1980-an, ketika merebak kasus subversi yang diidentikkan dengan gerakan Islam radikal, dan ketika banyak aktivis Islam ditahan dan mendapat perlakuan tidak wajar dari pemerintah Orde Baru, Sidney Jones dengan bendera Amnesti Internasional tampil sebagai pembela yang simpatik dan manusiawi. Ia banyak mendokumentasikan berbagai proses pengadilan di Asia Tenggara,
Seluruh dokumen;Semuanya itu, ternyata menjadi barang berharga pasca-tragedi WTC 911, suatu hal yang barangkali tidak diduga, bahkan oleh Sidney Jones sendiri. Secara teknis upaya pengumpulan data yang dilakukan Sidney Jones dan kemudian dipublikasikan dalam bentuk laporan berkala, tidak perlu dibantah. Ia lumayan berpengalaman di bidang itu. Namun, hal yang juga tidak bisa dibantah adalah adanya kepentingan intelijen yang menyertai gerak langkahnya, terutama di masa propaganda anti-terorisme digencarkan AS. Baik itu intelijen asing seperti CIA, yang tentu saja bekerja sama dengan lembaga intelijen maupun LSM lokal di Indonesia. Setiap laporan yang dipublikasikan, dilengkapi dengan catatan kaki, maraji' (merujuk) yang jelas dan terang sumber-sumbernya, baik dari media massa, buku-buku, wawancara, termasuk juga dari dokumen (informasi) intelijen. Bagi mereka yang berada di "lapangan" ketika membaca laporan yang diterbitkan ICG, meski perlu sedikit waktu, namun tetap bisa dirasakan bagian-bagian mana yang berasal dari dokumen (informasi) intelijen, mana informasi yang jelas faktanya dan mana yang hanya fiktif belaka.
Laporan ICG tentang terorisme, sebenarnya kebanyakan berasal dari dokumen (informasi) intelijen lokal. Maka, ketika baru-baru ini, laporan ICG berkenaan dengan terorisme mendapat sorotan negatif dan dinilai memfitnah oleh Badan Intelijen Negara (BIN), justru mengundang tanda tanya besar. Dengan mengatasnamakan pemerintah dan meminta dukungan Komisi I DPR RI, Kepala BIN AM Hendropriyono (25/5) melakukan upaya-upaya yang dianggap tepat, yaitu mengusir Sidney Jones sebagai orang yang tidak disukai oleh bangsa Indonesia. Mengapa baru sekarang? Sekiranya laporan-laporan ICG mengenai Jamaah Islamiyah (JI) dan terorisme, khususnya yang berkaitan dengan Indonesia dinilai menyebarkan berita bohong, mengapa baru sekarang diungkapkan? Betapa lambannya kerja aparat intelijen. Karena itu, wajar manakala berkembang opini, ketika hal yang bias tadi hanya merugikan umat Islam, hanya merugikan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, mereka diam saja. Bahkan menikmati buah yang dihasilkan dari kebijakan politik stick and carrot Presiden AS George W Bush.                                           Sumber The Truth,/asiapacific.anu.edu.au

Jumat, Maret 23, 2012

Perisai Rudal: Adu Strategi AS-Rusia


Paska publikasi berita yang menyebutkan Amerika berkeinginan menyerahkan informasi mengenai instalasi perisai rudalnya di Eropa kepada Rusia, para pejabat Amerika dengan segera membantah berita ini. Seorang pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Amerika yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan bahwa instalasi perisai rudal Eropa merupakan tema penting yang dibicarakan dengan pihak Rusia dalam pertemuan sebelumnya. Dalam pertemuan itu, kedua pihak menyepakati kelanjutan partisipasinya terkait isu perisai rudal lewat perundingan.



Menurutnya, pemerintah Amerika akan memberikan kesempatan Rusia berpartisipasi dalam masalah perisai rudal dalam bentuk bilateral atau dalam kerangka NATO. Pejabat Kemenlu Amerika ini menambahkan bahwa rencana Amerika untuk menempatkan perisai rudal di Eropa sangat transparan dan Rusia juga mengetahui dengan baik bahwa rencana ini digelar untuk melindungi sekutu Amerika di Eropa dari serangan sebagian negara.




Sementara Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen hari Rabu (21/3) tanpa menyinggung perbedaan pendapat antara Rusia dan Amerika soal perisai rudal AS di Eropa mengatakan, "Situasi politik di dalam negeri Rusia sendiri menjadi kendala bagi penyelenggaraan pertemuan akan datang para pemimpin Dewan Rusia-NATO yang dijadualkan akhir bulan Mei di Chicago, Amerika." Ditambahkannya, "Penyelenggaraan pertemuan para pemimpin NATO dan Rusia di Chicago telah disampaikan dalam bincang-bincang dengan Vladimir Putin, Presiden terpilih Rusia. Kedua pihak sama-sama memahami dan menilai waktu pelaksanaan pertemuan ini tidak terlalu tepat dengan mencermati kondisi dalam negeri Rusia."



Perlu diketahui bahwa pertemuan para pemimpin NATO rencananya akan diselenggarakan di akhir bulan Mei di Chicago dan agenda utama yang akan dibicarakan adalah situs perisai rudal. Sementara pertemuan para pemimpin Dewan Rusia-NATO akan diselenggarakan di sela-sela pertemuan ini. Para pejabat Rusia sebelum ini telah mengumumkan bahwa mengingat belum dicapainya kata sepakat antara Rusia dan Amerika terkait penempatan perisai rudal di Eropa dan ketidakpedulian partner "Barat" Rusia akan kekhawatiran Moskow membuat tidak ada alasan untuk melaksanakan pertemuan ini.



Para pejabat Rusia berkali-kali menyatakan bahwa penempatan perisai rudal di Eropa membahayakan keamanan Rusia. Oleh karenanya, Rusia menuntut adanya jaminan agar perisai rudal ini tidak digunakan terhadap Rusia. Amerika sendiri hingga kini tidak pernah menyatakan kesediaannya untuk memberikan jaminan yang diminta Rusia.



Namun penolakan Rusia soal penempatan perisai rudal NATO di Eropa tidak membuat Amerika dan sekutu NATO-nya surut dari upaya untuk menempatakan perisai rudal di negara-negara lain. Rusia sendiri melihat penempatan perisai rudal Amerika di Turki dan rencana penempatan perisai rudal di Rumania pada tahun 2015 dan pada tahun 2018 di Polandia, begitu juga program AS lainnya dalam bentuk kesepakatan dengan Spanyol merupakan langkah AS untuk menyempurnakan lingkaran situs perisai rudal global Amerika. Strategi ini dengan sendirinya akan melemahkan kemampuan rudal strategis Rusia.



Oleh karenanya, selain menyatakan penolakannya akan rencana ini, Rusia juga melakukan langkah-langkah yang sama dengan menempatkan instalasi radar di kawasan Kaliningrad dan rudal Iskandar di daerah ini.

Minggu, Desember 25, 2011

Rakyat dan Operasional Aparat Negara di daerah Kepulauan Indonesia membutuhkan 1000 -1500 Pesawat Amfibi di Tahun 2012


BANDUNG - Minimal 1000 - 1500 Pesawat Udara Amfibi adalah kebutuhan mendesak menghadapi ditahun 2012 mengingat negara kepulauan kita menjawab tantangan kebutuhan angkutan udara yg cepat dan Murah yang akan menjawab tantangan zaman atas meningkatnya mobilitas ekonomi Rakyat antar Pulau ini kebutuhan mayoritas rakyat di kepulauaan adalah wajib di fasilitasi Pemerintah Bp Sulio Bambang Yudono beserta keseriusan Perangkat Kementerian terkait

Ini juga alat pemukul Militercepat Dalam menjawab setiap usaha yang merongrong kedaulatan laut serta kepulauan diseluruh wilayah Negara Kepulauan Republik Indonesia Apibila didudukung DPR ini akan mengangkat kembali citra Para Anggota DPR, DPRD membuat Noktah sejarah bahwa DPR RI periode 2009 - 2014 akan mengangkat kembali kehormatan dan citra Anggota & lembaga DPR setelah Citra Anggota dan Lembaga DPR sepanjang tahun 2011 sangat buruk citra Para Anggota baik secara kelembagaan DPR ataupun DPRD

Apabila Pemerintah dengan dukungan DPR serta Kemauan Politik Pemerintah menjawab kebutuhan mobilitas rakyat antar pulau pulau diseluruh wilayah kedaulatan R.I siap mendukung Pemerintah agar bersedia Membiayai Produksi Pesawat Amfibi Oleh PT D.I karena mendesak dbutuhkan 1000 sampai dengan 1500 Pesawat Udara Amfibi Pesawat Amfibi oleh Rakyat & Aparat Negara membuthkan Pesawat - Pesawat Udara Amfibi yang dapat Tinggal landas dan Mendarat di Perairan Laut Tenang sangat dibutuhkan oleh Rakyat yang hidup diPulau - pulau Mari Kita Canangkan dan Mengajak seluruh Komponen Bangsa sosialisakan kepada rakyat dibantu aparat Pemerintah Setempat agar rakyat nya tidak takut Pada Laut

Mutlak Segara dibutuhkan Pembangunan 684 Pusat sarana Pendaratan Pesawat Amphibi oleh Aparat Negara baik itu disetiap Pelabuhan Laut di Seluruh Indonesia ataupun Pulau - pulau diseluruh kepulauan Nusantara

Mata Pendidikan Maritim agar dijadikan mata pendidikan wajib yang harus diajarkan pada setiap statra tingkat pendidikan yang ada di mayarakat adalah Kewajiban Kita Seluruh segenap Komponen Bangsa untuk mensosia]isasi kan pada Setiap rakyat Indonesia bahwa Indonesia adalah Negara Maritim yang berdaulat dibantu dinas Penerangan Aparat Setempat agar rakyat nya tidak takut oleh laut Jangan pernah mau baik secara sadar atau tidak bahwa sekarang kita telah Dibius oleh banyak Propaganda Asing agar Takut akan laut Sehingga Lebih mudah untuk mereka mengatur Lalulintas Laut Dan menjaga kedaulatan Laut Negara Kepulauan Republik Indonesia


Pesawat amfibi berkapasitas 12 penumpang yang akan menjadi lini produksi baru PT Dirgantara Indonesia (DI) di luar produksi yang sudah digarap mulai mendapat sambutan hangat dari pasar dalam negeri.

Saat ini, BUMN strategis itu tengah getol melakukan roadshow guna menawarkan pesawat hasil produksi di bawah lisensi pabrikan Dornier Seawings, Jerman ke pemerintah-pemerintah daerah. Dalam dua bulan terakhir, pabrikan pesawat yang berbasis di Bandung itu menyasar kawasan Indonesia timur. Tinggal adakah Kemauan Politik dari Pemerintah ,yang didukung oleh DPR RI Pasti masarakyat dibeberapa kepulauan akan bangkit Perekonomian nya Jenis Pesawat pesawat Amphibi adalah mutlak dibutuhkan Negara Kepulauan , Terbukti dalam Road Show dinilai cocok dengan karakteristik pesawat yang dapat menghubungkan antar-kepulauan dan daerah terpencil. "Di Manado, pesawat itu mendapat respon positif, tapi mereka mempertimbangkan dulu segi pendanaannya. Bulan ini kami melakukannya di Mataram," kata Jubir PT DI, Rakhendi Triyatna saat dihubungi di Bandung,

Menurut dia, roadshow itu akan dilakukan selama dua tahun. Sebagai tahap awal, proses pemasaran itu akan digulirkan selama empat bulan ke depan sejak April lalu. Estimasi PT DI, Indonesia membutuhkan sedikitnya 1500 pesawat jenis tersebut dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang. baik untuk kebutan ekonomi dan militer

Pesawat itu dapat mendarat dan terbang dengan landasan air seperti laut di samping landasan konvesional. Keberadaannya yang bersifat multifungsi seperti untuk kelancaran fungsi pemerintahan, bisnis, hingga pariwisata dianggap bakal mampu menggerakan roda ekonomi kawasan.

"Desainnya milik Dornier. Begitu ada pesanan, kami tinggal memproduksinya. Satu unit bisa diselesaikan antara 1 sampai 1,5 tahun. Hampir keseluruhan pemda kami garap dalam pemasaran ini. Tak menutup kemungkinan kementerian tertentu menjadi acuan sasaran strategi ," jelasnya dalam satu kesempatan. memaksimalkan Hasil Produksi secara massal/ mass product

Dengan keyakinan itu, pabrik pesawat nasional tersebut yakin pesawat multiguna tersebut yang dapat pula difungsikan sebagai angkutan kargo bakal mendapatkan pasar di Tanah Air. Meski demikian, Rakhendi enggan menyebutkan berapa harga yang dilepas bagi satu unit pesawat amfibi yang dikendalikan dua kru itu ke konsumen.
0


Sebenarnya hal ini sudah dilakukan sejak lama pasca Proklamasi Kemerdekaan dengan berdirinya Indonesian Airways dan kemudian dilakukan TNI-AU oleh DAUM (Djawatan Angkutan Udara Militer) untuk menghubungkan daerah-daerah terisolir di Indonesia. Salah satu jenis pesawat yang menjadi andalan adalah PBY5A Catalina (amphibi) RI-006 dengan pilot James Fleming dan Abdul Fatah. Lucunya setelah 63 tahun Indonesia merdeka tipe amphibi sudah jarang terlihat lagi di bandara, palingan Cessna Caravan milik sebuah perusahaan charter swasta nasional selebihnya capungnya MAF.

Singkat kata singkat cerita, masih banyak tempat-tempat yang berpotensi di tanah air namun keterbatasan alat transportasi menyebabkan mandeknya laju pembangunan ditanah air, yang akhirnya berakibat mandeknya potensi pendapatan masyarakat pula. Penerbangan perintis yang mblusuk (masuk sampai ujungnya dunia) adalah jawaban yang reasonable pada kondisi keuangan negeri kita yang tidak kunjung membaik. Bukan ngejek, kenyataannya transporasi air baik sungai, danau dan penyebrangan maupun pelayaran antar pulau memakan waktu yang lama. Apalagi jalan darat dimasa krisis yang nggak selesai-selesai ini. Hanya saja dibutuhkan inovasi usaha dengan mengganti avtur/avgas dengan mogas (Pertamax Plus) atau solar karena harga avtur/avgas yang makin tinggi toh sudah banyak pabrikan ternama yang memproduksi mesin yang certified untuk kebutuhan ini.

Jika saja pemda atau pengusaha angkutan udara jeli, Twin Otter DHC-6 dapat dipasangi float untuk kebutuhan operasi amphibi. Siapa sih yang menyangsikan keandalan Twin Otter untuk nyari duit? Selain payloadnya lumayan, berang-berang ini lincah untuk mblusuk ke airstrip yang nggak punya final sekalipun macam di Ilu- Irian Jaya. Tanyakan saja salah satu penerbang Twin Otter yang sekarang terbang di Qatar dengan A330. Dengan float tidak akan mengurangi kelincahan pesawat ini untuk beroperasi seperti biasanya. Ditambah lagi jika mau memodifikasi dapurpacu dengan certified biofuel engine dari jarak/jelantah yang kini ditawarkan di internet, maka biaya operasional akan makin ditekan, hanya saja bau exhaustnya akan bervariasi dari ayam goreng sampai ikan asin (just kidding). Namun, sekarang bisnisman mana yang percaya ide kreatif namun “gila” seperti ini.



Penulis pernah menulis di tabloid lokal Lampung membahas peluang-peluang bisnis dengan amphibian namun tidak ada minat sama sekali dari pebisnis lokal. Suatu yang patut disayangkan karena Lampung adalah melting pot Indonesia sejati karena mayoritas bermukim suku Jawa, Bali, Lampung, Bugis dan Jaseng (Jawa Serang - sebutan warga Lampung yang berasal dari Banten) dan suku-suku Indonesia lainnya yang merupakan faktor pendukung untuk pariwisata. Selain itu penduduk Lampung banyak yang berpenghasilan tinggi terutama dari perkebunan kopi, nanas dan pisang, dan perikanan. Tingginya penghasilan tidak dibarengi dengan mobilitas yang baik sehingga pemerataan didaerah pedalaman tidak baik, sudah rahasia umum jika petani kopi Lampung memiliki kulkas, TV besar dan barang mewah lain padahal tidak terjangkau listrik. Alhasil kulkas mereka hanya digunakan untuk lemari pakaian, ini kenyataan!

Rasanya under estimate jika orang mengatakan penduduk pedalaman tidak mampu menggunakan jasa transportasi udara, karena kelihatannya tidak hanya di Sumatera saja penduduk pedalaman memiliki kemampuan finansial cukup. Di Kalimantan dan Irian sudah dibuktikan oleh penerbangan-penerbangan misi yang melayani rute pedalaman. Berhubung Indonesia memiliki topografi yang didominasi perairan daripada daratan maka amphibi-lah yang bisa memenuhi tantangan alamiah di negara kita. Ditambah dengan sarana pendukung yang relatif lebih murah daripada bandara biasa rasanya jawaban untuk membuka isolasi pedalaman amphibian adalah jawaban yang pas untuk Indonesia. Yang harus dicermati adalah pemilihan pesawat yang tepat agar pengusaha bisa untung dan tetap memenuhi standar kelaikan penerbangan.


Pesawat amfibi selain bisa untuk transportasi orang dan barang juga andal dijadikan pemadam kebakaran, baik kelas emprit seperti CL-45 dari Bombardier Kanada atau Be-12 “Tchaika” dari Rusia. Khusus untuk Tchaika selain dapat untuk melayani angkutan sipil pesawat ini masih digunakan untuk pemadam kebakaran dan patroli maritim anti kapal selam jarak sedang oleh negara bekas Uni Sovyet. Toh ketika penulis surfing di web Beriev, mereka masih memproduksi tipe ini. Dan kini Beriev memproduksi Be-112 yang katanya cocok untuk perintis dengan 27 penumpang, MTOW 11 ton maximal payload 2.350 kg, masih katanya, ground/water takeoff roll 860m sedangkan landing roll 515m. Jika menggunakan 2хРТ6А-67R Be-112 bisa dikebut sampai 230 knots sedangkan economic cruise 205 knots, kayaknya bisa dicoba untuk Pemda yang memiliki banyak daerah terpencil namun masih terbatas dananya untuk menyediakan jalan propinsi atau kabupaten. Repotnya, membuka pikiran birokrat di daerah untuk menggunakan moda transport ini entah karena pola pikir yang masih tradisional dan cenderung berbelit-belit, tahu toh maksudnya? Padahal dengan membuka isolasi akan menambah Pendapatan Asli Daerah bersangkutan sekaligus mensejahterakan warga setempat. Kerjasama operasi mungkin bisa jadi solusi yang pas jika Pemda belum memiliki AOC untuk CASR 135 atau 121. Selain itu toh jika personil Pemda selama ini menggunakan pesawat untuk perjalanan dinas dengan pesawat komersial reguler, cara ini menghemat Biaya Perjalanan Dinas.

Sedangkan diatas kelas itu pemerintah Indonesia pernah menggunakan Be-200 untuk memadamkam kebakaran di Sumatera dan Kalimantan. Daripada menyewa terus dari luar negeri, Pemda bisa memiliki secara patungan atau menyewakan pada Pemda lain yang memiliki kerawanan yang sama. Keunggulan amphibian fire fighter ini adalah turn over yang singkat mulai mengeduk 12 m3 (12 ton) air dan menyiramkannya kemudian mengeduk lagi. Air yang disiramkan diambil dari perairan pantai maupun sungai yang banyak terdapat di tanah air. Pendek kata sortie per hari yang mampu dilakukan jauh lebih banyak daripada fire fighter non amphibi seperti yang digunakan di negara Paman Sam seperti yang pernah penulis lihat saat commercial training di California. Perlu ada pesawat ginian karena dongkol juga setiap terbang saat kemarau selalu berurusan dengan jarak pandang yang terbatas karena asap.

Penulis tertarik dengan jenis Be-200 karena konfigurasinya yang sewaktu-waktu bisa diubah menjadi pesawat berpenumpang sekitar 75 orang katanya. Dengan 2 mesin jetnya jenis ini lumayan untuk jadi pengganti pesawat legendaris Garuda seperti F-28 atau sekelas diatasnya yaitu DC-9. Keunggulan pesawat yang multi role sepertinya tidak menjadi perhatian para pembuat keputusan, entah kenapa, tapi mudah-mudahan ada alasan terbaik sehingga mereka tidak memilih pesawat multi role. Apalagi jika operator dibawah CASR 135 alias charteran, mereka bisa switch konfigurasi pesawatnya menjadi apapun pesanan pengguna jasanya. Namun kok kayaknya dari negara-negara barat (terutama Amerika) penulis belum pernah mendengar tipe yang sekelas, apakah eksperimen mereka tertinggal atau nggak interest dengan amphibi karena runway yang begitu banyak dinegaranya?

Masih dari kelas amphibi Rusia, ada wahana Ekranoplane yang menggunakan ground effect untuk mengangkat badan pesawat sehingga melayang diatas ombak. Ekranoplane tipe Orlenok dengan payload 140 ton (majalah Angkasa No.11, 1998) agaknya bisa dipertimbangkan penggunaannya, selain itu ada kelas Lun yang payload-nya 400 ton saat butuh raksasa pengangkut. Lebih dari itu mungkin militer kita bisa mempertimbangkan penggunaan “monster Laut Kaspi” yang panjangnya 100m dan payload 554 ton dengan speed 500km/jam untuk memanggul 6 rudal permukaan-permukaan 3M80 ‘Moskit’. Ketimbang Jetfoil yang masih menyentuh air saat jelajah, pasti keunggulan speednya jauh unggul karena menggunakan ground effect. Dengan kecepatan yang tinggi dan daya angkut yang besar wahana ini cocok dijadikan platform pencegat / Marine Patrol Aircraft / Vessel militer Indonesia.


Mungkin wahana Ekranoplane ini bisa mengefisienkan semua ongkos mulai investasi hingga operasional sehingga jadi andalan untuk PT. ASDP bahkan PELNI ketimbang bikin jembatan antar pulau yang ambisius. Toh negeri maju macam Inggris masih menggunakan Hovercraft untuk mengarungi selatnya. Ironisnya ada pegawai pemerintahan yang mengatakan hal ini sulit dilakukan, karena efesiensi biaya berarti sulit untuk dijadikan lahan korupsi. Sebel juga tiap wacana efesiensi yang baru ada dipikiran saja, sudah ada wacana tolakan dari kalangan birokrasi. Harus kembali diingat karena Indonesia adalah negara kepulauan, pola pikir kita harus sesuai dengan kondisi negeri kita. Bagaimana kita mengarungi dan menjaga lautan kita jika wahana yang digunakan ibaratnya masih berupa sampan atau sepeda air?

Mungkin kebanyakan owner usaha transportasi kita masih terpengaruh visi dari negara asing yang kondisinya berbeda dengan Indonesia yang negara kepulauan, atau jangan-jangan cuma penulis yang terlampau idealis dan tidak membumi sehingga tidak memiliki visi yang pas dengan keadaan Indonesia saat ini? Untuk transportasi Indonesia penulis rasa motto TNI-AL dan TNI-AU digabungkan saja menjadi “Di laut dan angkasa tanah air kita jaya”. Jayalah Indonesiaku, bangkitlah Segera dari keterpurukan ketidak Mampuan Negara Kita yang berkelanjutan.

Selasa, November 15, 2011

Setengah Abad setelah Trikora

Oleh Toeti Adhitama

Ungkapan dalam `OPM' rasanya valid saja, apabila Papua Barat memang bukan bagian dari wilayah Hindia Belanda yang dijajah Belanda, yang pada 17 Agustus 1945 memproklamasikan diri sebagai negara Republik Indonesia yang merdeka.

GEJOLAK di Papua B a r a t m e n u n t u t upaya keras untuk membuat langkahlangkah strategis mencegah kerusuhan berkala yang meledak di provinsi tersebut sejak Operasi Trikora (Trikomando Rakyat) setengah abad lalu.

Operasi selama dua tahun itu berlaku setelah pengumuman Presiden Soekarno di Yogyakarta, 19 Desember 1961. Dampak Trikora terhadap sta bilitas nasional dan wawasan Nusantara pernah diseminarkan di Jakarta seperempat abad yang lalu, tepatnya 19 Desember 1986, dalam rangka memperingati 25 tahun Trikora.

Dalam seminar itu terungkap sejarah Trikora: pembentukan Komando Mandala di bawah pimpinan Pak Harto untuk mengembalikan Irian Barat (sebutan waktu itu) ke wilayah Indonesia, Operasi Jaya-Wijaya untuk menyerbu Irian Barat, sikap Amerika yang akhirnya mendesak Belanda supaya ke luar dari wilayah tersebut (suatu kebijakan yang rupanya didorong kecenderungan Indonesia untuk bertumpu pada Soviet), dan bagaimana tentara kita mendaratkan pasukan di Irian Barat.

Kisah-kisah menarik di medan laga dan diplomasi itu cukup menggugah perhatian peserta seminar mengenai sejarah NKRI sekitar masa itu, khususnya tentang Papua Barat, yang antara lain disampaikan Dr Roeslan Abdulgani (1914-2005), pelaku sejarah yang menjadi narasumber yang fasih dan cermat. Menurut catatan sejarah, pada 15 Agustus 1962 diadakan perundingan Indonesia-Belanda di Markas PBB di New York.

Pihak Indonesia diwakili Dr Soebandrio. Hasil persetujuan menyebutkan Belanda akan menyerahkan pemerintahan Papua Barat kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA), yang pada gilirannya menyerahkan pemerintahan itu kepada Indonesia pada 1 Mei 1963.

Setelah penyerahan pemerintahan Papua Barat, Indonesia membubarkan Dewan Papua dan melarang bendera dan lagu kebangsaan Papua. Keputusan itu ditentang sejumlah pihak di Papua dan melahirkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1965.

Kemungkinan perubahan revolusioner Seminar Desember 1986 itu antara lain menghasilkan kesimpulan bahwa masyarakat yang bersikap dan berperilaku sederhana, dengan lembagalembaga yang belum memadai, hanya mampu mengadaptasi lingkungan mereka, bukan mengubahnya. Sepertiga peserta seminar waktu itu terdiri dari mereka yang berasal dari Papua. Mereka secara beruntun menyampaikan pandangan yang menyentak, yang menyiratkan pertanyaan: Apa arti kejayaan Trikora dan apa efeknya bagi penduduk Papua? Menurut mereka, mereka pun punya andil dalam usaha membebaskan diri dari Belanda. Ada nada mereka merasa terabaikan dan belum diikutsertakan. Itu yang menurut mereka mudah menggoyahkan sikap kebangsaan mereka. Keluhan itu sudah disampaikan 25 tahun lalu; mungkin sudah pula dirasakan jauh sebelum itu dan bahkan berlanjut sampai sekarang.

Permasalahan Papua Barat tentu tidak sederhana. Gubernur Isaac Hindom (periode 1982-1988) waktu itu mengatakan luas wilayah Papua Barat 4x wilayah Jawa, berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa, memakai 300 bahasa, dan tersebar di seluruh wilayah yang sebagian besar boleh dikata belum dibuka.

Apakah kita memiliki dana dan kemampuan untuk perubahan cepat yang bisa diterima rakyat daerah itu? Sebagai jawaban untuk persoalan Papua Barat, pemerintah Republik Indonesia melalui UU Nomor 21 Tahun 2001 memberikan Otonomi Khusus (UU Otsus) kepada Provinsi Papua.

Ada tiga masalah krusial yang melandasi terbitnya UU Otsus sebagai solusi untuk Papua, yakni konfl ik politik, yang berfokus pada isu tuntutan Papua merdeka yang oleh pemerintah Indonesia dipandang sebagai gerakan separatis; konfl ik sosial antarwarga sebagai akibat tidak adanya solusi memadai atas menguatnya konfl ik politik yang muncul lebih dahulu; dan ketertinggalan pembangunan ekonomi masyarakat, terutama masyarakat asli Papua, dibandingkan sebagian besar provinsi lain di Indonesia’.(Melawan Korupsi dari Aceh sampai Papua, 2006).

Buku yang diterbitkan Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan di Indonesia itu selanjutnya menyatakan ada tiga tujuan UU Otsus, yakni di bidang-bidang politik, sosial, dan ekonomi. Isinya berkisar tentang pembagian kewenangan antara pusat dan daerah dengan kebijakan desentralisasi yang lebih memadai; pengakuan dan penghormatan atas identitas sosial budaya dan hak-hak dasar masyarakat asli Papua dalam kerangka kebinekaan Indonesia; dan peningkatan alokasi dana pembangunan dalam rangka pemulihan dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat, terutama warga asli Papua yang rentan.

Pendekatan budaya dan kesejahteraan `Perlu pendekatan budaya' begitu sering diungkapkan dalam opini mengomentari perkembangan di Papua Barat belakangan ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri dalam pertemuan dengan Menhan Amerika Serikat di Bali, awal minggu ini, menyatakan Indonesia menggunakan pendekatan kesejahteraan, bukan kekerasan seperti di waktu lalu. Demikian menurut Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah.

Menurut anggota Komisi I DPR, Effendi Choire, UU Otsus terbit sebagai kompromi untuk solusi suatu masalah besar. UU itu harus dijalankan sebagai solusi. Namun, terkesan pendekatan ‘security’ yang dipakai, bukan pendekatan komprehensif yang meliputi bidang kesejahteraan, hak asasi manusia, dan hak masyarakat asli Papua.

Dari sudut security, ada anggapan, UU Otsus akan memungkinkan Papua Barat memerdekakan diri dari Indonesia. Padahal, sebenarnya UU itu justru dibuat agar Papua Barat tetap dalam NKRI. Namun, apakah otsus memang sudah tepat untuk solusi bagi Papua Barat? Pertanyaan itu pernah diajukan kepada mantan Gubernur Isaac Hindom. Dia menjawab bahwa otsus itu mampu menjawab aspirasi rakyat Papua bila dilaksanakan sepenuhnya dengan baik. Namun, penyelewengan dan korupsi membuat program-program prioritas otsus tidak terlaksana.

Ada artikel menarik, ‘Menggerakkan Masyarakat Papua Menghadapi Korupsi’, tulisan tiga ahli hukum dari The Institute for Civil Society Strengthening (ICS), dimuat dalam buku Melawan Korupsi yang disebutkan sebelumnya dalam tulisan ini. Disarankan artikel itu, perlu ada langkah-langkah operasional mendesak.

Pertama, membuat kajian kritis dan publikasi peraturan perundang-undangan daerah yang sekiranya memberi peluang terjadinya korupsi. Kedua, mendorong pemahaman dan keberanian publik tentang pentingnya arti peraturan daerah yang mendukung advokasi antikorupsi. Ketiga, mendorong kemauan institusi eksekutif dan legislatif daerah untuk mengubah peraturan daerah yang memberi peluang terjadinya korupsi serta membuat peraturan daerah yang mencegah terjadinya korupsi.

Tidak kurang upaya pemerintah dan ormas-ormas untuk mempertahankan Papua Barat di NKRI. Namun, gigih pula usaha golongan separatis untuk melepaskan Papua Barat dari Indonesia. Salah satu buku karya Pendeta Socrates S Yoman, berjudul OPM (Otsus, Pemekaran dan Merdeka), menyatakan konsep ‘merdeka’ dalam buku itu berarti kembali kepada kemerdekaan dan kedaulatan asli. Artinya, leluhur dan nenek-moyang orang Melanesia, orang asli Papua ini, sejak dulu telah merdeka, tidak pernah dikuasai bangsa lain. Singkatnya, orang asli Papua mau bebas dan merdeka dari penjajahan Indonesia.

Ungkapan dalam ‘OPM’ rasanya valid saja, apabila Papua Barat memang bukan bagian dari wilayah Hindia Belanda yang dijajah Belanda, yang pada 17 Agustus 1945 memproklamasikan diri sebagai negara Republik Indonesia yang merdeka.

*) Tulisan pernah dimuat di Media Indonesia, 28 Oktober 2011

Sabtu, Oktober 08, 2011

Usulan pembubaran KPK yang dilontarkan sejumlah anggota DPR merupakan bentuk kepanikan dan pemikiran yang keliru.

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Andrinof Chaniago kepada VOA, Rabu mengatakan usulan pembubaran KPK merupakan bentuk kepanikan sejumlah anggota dewan. Hal ini disebabkan saat ini KPK sedang dalam proses memeriksa sejumlah kasus korupsi yang melibatkan banyak anggota DPR.

Menurut Andrinof, usulan sejumlah anggota dewan yang ingin membubarkan KPK itu akan semakin menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik dan juga DPR."Kalau lembaga-lembaga penting di negara ini sebagai pilar demokrasi tidak dipercaya oleh warga negara maka itu sama saja negara itu dalam keadaan lumpuh. maka yang terjadi adalah penurunan tingkat partisipasi masyarakat dan munculnya skeptisme dari masyarakat dan apatisme masyarakat terhadap politik, pemilu dan sebagainya", kata Andrinof.

Koordinator Divisi Korupsi Politik KPK, Adnan Topan Husodo mengatakan keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi bagi sejumlah politikus di Senayan merupakan sebuah ancaman. Data KPK menyebutkan saat ini terdapat 40 anggota DPR yang sedang diproses hukum karena terlibat kasus korupsi.KPK mengungkapkan banyaknya anggota DPR yang kurang mendukung adanya pemberantasan korupsi di Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya usulan pembubaran KPK oleh sejumlah anggota dewan.Selain itu, adanya rencana Komisi Hukum DPR yang ingin mengurangi kewenangan-kewenangan KPK melalui revisi Undang-undang KPK padahal Undang-undang tersebut masih cukup baik.
"Dengan kekuasaan mereka untuk bisa merevisi atau mengamandemen Undang-undang, wujud postur KPK kedepan itu akan jauh lebih buruk daripada yang sekarang", demikan pernyataan Adnan Topan Husodo."Memang ini ada beberapa instrument dan amunisi yang bisa digunakan oleh DPR", tambah koordinator Divisi Korupsi Politik KPK.
Dalam rapat konsultasi dengan pimpinan DPR hari Senin, anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah mengusulkan agar KPK dibubarkan."Lebih baik KPK dibubarkan karena saya tidak percaya dengan kerja institusi superbodi di dalam demokrasi', demikian kata Fahri Hamzah.

Serangan terhadap KPK juga datang dari Ketua Komisi Hukum DPR Benny Kabur Harman. Politikus dari Partai Demokrat ini menyatakan apa yang dilakukan KPK adalah mekanisme menciptakan ketakutan dan ini merupakan terorisme baru bagi anggota dewan."Waduh kalau KPK dibubarin bagaimana koruptor mau ditangkap. Bisa-bisa korupsi malah tambah banyak. Saya sih tidak setuju kalau KPK dibubarkan," demikian komentar Kiki, warga Jakarta, menanggapi usulan pembubaran KPK.Tanggapan masyarakat Jakarta atas usulan pembubaran KPK yang dilontarkan sejumlah anggota DPR tersebut cukup beragam."Lebih baik yang dibubarkan DPR nya daripada KPKnya. Karena selama ini sudah jelas bahwa sumber korupsi kebanyakan justru bermula atau dimulai dari DPR", kometar Dea.

SUMBER VOA INDONESIA

Rabu, Oktober 05, 2011

RAKYAT SAMBUT HUT TNI KE-66

Seremonial Hari Ulang Tahun TNI ke-66
Selain Parade Pasukan juga di tandai adanya penganugrahan ” Bintang Dharma”. Kemarin pada tanggal 1 oktober 2011, Panglima TNI Laksmana Agus Suhartono, SE menyematkan tanda kehormatan kepada 10 perwira tinggi. Penganugerahan tersebut diberikan atas dasar Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44/TK/TAHUN 2011 pada tanggal 21 Juni 2011 yang lalu dan jasa bakti juga pengabdian kepada Negara. 10 perwira tinggi TNI yang menerima Bintang Dharma tersebut antara lain,

1. Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (Kasad)

2. Letjen TNI (Purn) Rasyid Qurnuen Aquary, S.IP. (Pati Mabesad)

3. Letjen TNI (Purn) Muhamad Noer Muis, S.IP., M.Sc. (Pati Mabesad)

4. Letjen TNI Hotmangaradja Pandjaitan (Sesmenko Polhukam RI)

5. Letjen TNI Budiman (Wakasad)

6. Laksdya TNI Gunadi, M.D.A. (Irjen Kemhan RI)

7. Laksdya TNI Marsetio, M.M. (Wakasal)

8. Letjen TNI (Mar/Purn) Nono Sampono, S.Pi., M.Si. (Pati Mabesal)

9. Marsdya TNI Eris Herryanto, S.IP., M.A. (Sekjen Kemhan RI)

10. Marsdya TNI Dr. Rio Mendung Thalieb, M.Sc., Ph.D. (Pati Mabes TNI).

Upacara tersebut dihadiri oleh Kasal Laksamana TNI Soeparno, Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, Dansesko TNI Laksdya TNI Mochamad Jurianto, S.E., para Asisten Panglima TNI, Kabalakpus TNI dan Asisten Personel Angkatan.Parade Pasukan yang mengikuti upacara ini berasal dari seluruh kesatuan yang ada ditubuh TNI AD, AL dan AU. Komandan Upacara yang memimpin pasukan upacara kali ini berasal dari TNI AU.
Dari mulai Sukhoi serta Pesawat F 16 Fighting Falcon, F 5 Tiger, Hawk MK-53 dan Satu helikopter berwarna hijau gelap diparkir di halaman rumput Markas Besar TNI, Cilangkap, sebagai salah satu komponenyang atraktif dalam upacara hari jadi ke-66 TNI pada 5 Oktober . Dua kanon 30 milimeter dan dua selongsong besar peluncur roket menambah sangar penampilan Helikopter itu adalah Mil Mi-35P

Terlepas dari itu semua, TNI sebenarnya masih mempunyai PR besar. Beberapa gangguan keamanan masih menjadi kerikil-kerikil tajam bagi keutuhan NKRI, Seperti :

* Minimnya dana Opersional TNI serta banyaknya Alusista TNI yang sudah usang dan kurangnya Personel TNI dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan Wilayah Republik Indonesia

* Bergolaknya Papua dengan munculnya perjuangan tentara OPM ( Organisasi Papua merdeka ) ternyata mereka adalah tiga Resimen Tentara yang dilatih oleh tentara bayaran Asing dan dibiayai oleh 2 negara tetangga yang hingga detik ini masih juga belum terkendali

* Kritisnya Peralatan Tempur dan kurangnya personel Prajurit didaerah - daerah wilayah perbatasan, terutama dengan Negara tetangga kita Malaysia , Singapura. terakhir Radar TNI di pulau Sebatik sudah tidak berfungsi sejak 9 bulan yang lalu dan Di Ambalat masih terdapat sepuluh titik bermasalah, di Kalimantan merupakan titik api yang berpotensi menjadi sumber sengketa


* Krisis sosial yang berkelanjutan, seperti yang terjadi baru-baru ini di Ambon. Selain POLRI, TNI juga memiliki peranan penting demi menjaga kedamaian dan ketentraman negeri ini.

Disamping menjaga keutuhan NKRI yang meliputi darat, laut, dan udara. TNI juga memiliki andil besar dalam memelihara perdamaian dunia dan menjalankan misi-misi kemanusiaan keberbagai Negara yang sedang membutuhkan bantuan.

Seluruh komponen Rakyat Indonesia Mencintai TNI , Dirgahayu TNI ke 66

“PKI” Kian Menggurita di Nusantara

Julianto Simanjuntak dalam sebuah artikelnya mengistilahkan PKI dengan makna yang berbeda.

PKI ternyata semakin kuat di nusantara. Namun istilah yang dimaksud Simanjuntak adalah PKI yang merupakan kepanjangan dari Partai Korupsi Indonesia, bukan Partai Komunis Indonesia. Sebuah istilah yang tepat untuk mengungkapkan kondisi Indonesia saat ini!!!


Menurut Simanjuntak, jika dulu ada Partai Komunis Indonesia ikut meramaikan tatanan politik negara kira, sekarang seolah bangkit "Partai Korupsi Indonesia". "PKI" yang satu ini dampak sosial, hukum dan ekonominya lebih buruk dan jahat dari PKI di jaman Ir. Soekarno.

Kondisi "PKI" di Indonesia

"Partai" ini berkembang, terrpelihara dengan baik, dihormati dan tumbuh subur di mana-mana. "Kelompok Koruptor" mendapatkan perlakuan istimewa, baik di kantor pejabat hingga di penjara. Di penjarapun dapat kamar sekelas bintang 5 plus (kamar mewah, plus ijin jalan jalan ke luar negri).

Di Indonesia ini aneh bin ajaib, percaya boleh tidak, Tersangka korupsipun masih bisa jadi pejabat tinggi di kementrian, meski dikasi embel-embel.


Anggota "Partai" ini, nampaknya tidak punya lembaga tetapi melembaga. Tidak terstruktur tapi sangat teratur. Tidak punya pemimpin, tapi punya panutan, bahkan pelindung. Bayangkan, ada tersangka korupsi mau diperiksa polisi (katanya) harus pake ijin.

Anggota "Partai Korupsi Indonesia " Tidak "membunuh" dengan senjata, tetapi dengan kuasa. Tampak sopan, tetapi menzholimi orang yang tidak bersalah. Tidak memukul dengan tangan, tetapi tega membayar "pembunuh bayaran."

Menurut hemat saya "Partai" ini lebih lihai dari bandar Narkoba kelas dunia. Pengaruh "partai" ini membuat setiap orang yang dekat padanya menjadi teler. Mabuk uang dan mabuk kekuasaan, hingga lupa sedang berbuat kejahatan.


Ironisnya Pancasila seperti tidak ada kekuatannya mencegah korupsi. Para koruptor makin sakti, bergentayangan di seluruh negri, kekuatannya makin menjadi-jadi. Sebab didalangi pejabat tinggi. Lewat berjayanya korupsi maka Sila kelima Pancasila, makin jauh dari harapan. Apakah kesaktiannya hanya untuk menumpas PKI, tetapi tak berdaya menumpas para koruptor berdasi? Ironis.

Mungkin ini sebabnya Citra pemerintahan SBY makin menurun. Apalagi sejak koruptor tertangkap itu dekat dengan istana dan kekuasaan. Sebut saja M. Nazaruddin, Mantan Bendahara Partai Demokrat, dan sebagian masih dalam penyidikan.

Ada beberapa Kasus besar lainnya seperti: kasus Bank Century, mafia pemilu, kasus Lapindo, dan kasus mafia Pajak. Ada kasus suap Miranda, kasus Nunun, kasus Neneng, kasus Kemenakertrans, kasus Banggar, dan lain-lain. Drama politik korupsi dan suap benar-benar membuat rakyat dibuat capek, linglung, bingung dan pusing. Sebab isunya diduga sudah menyentuh Panglima Pemberantas korupsi, yakni dua pimpinan KPK.


Terakhir yang paling heboh dugaan keterlibatan anggota banggar di kasus korupsi kemenakertrans, dan juga karena "nyanyian sakit hati Muhamad Nazaruddin ,Mantan Bendahara Partai Demokrat


Istilah Korupsi

Korupsi merupkan kata yang berasal bahasa Latin, yakni corruptio berasal dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok.. Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus atau politisi maupun pegawai negeri yang secara tidak wajar dan tidak legal dengan cara memperkaya diri atau memperkaya pihak-pihak yang dekat dengannya, dan menyalahgunakan wewenang dan amanat publik.

Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur seperti perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana, dan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, serta merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.


Selain itu, ada beberapa jenis tindak pidana korupsi seperti memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan), melakukan penggelapan dan pemerasan dalam jabatan, melibatkan diri dalam pengadaan bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara, dan menerima gratifikasi bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara.

Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah dalam praktiknya rentan korupsi. Bentuk korupsi sangat beragam dan berbeda-beda dari tingkat yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, hingga korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Klimaks korupsi disebut kleptokrasi, yang arti harfiahnya pemerintahan para pencuri. Dalam kleptokrasi, semua tindakan korupsi dilakukan secara terang-terangan, bahkan berkesan legal dan lumrah dilakukan.

Korupsi di Indonesia berkembang secara sistemik. Bagi banyak orang korupsi bukan lagi merupakan suatu pelanggaran hukum, melainkan sekedar suatu kebiasaan. Dalam seluruh penelitian perbandingan korupsi antar negara, Indonesia selalu menempati posisi paling rendah.

Salah satu indikator korupsi yang banyak dijadikan rujukan adalah indeks persepsi korupsi (IPK), yang merupakan persepsi dunia usaha terhadap korupsi dan pelayanan publik di suatu negara atau daerah. Angka 0 menunjukkan tingkat korupsi terparah, sedangkan angka 10 menunjukkan tingkat korupsi terendah. Laporan Transparency International menunjukkan IPK Indonesia 2010 sama seperti IPK 2009, yaitu 2,8, dan menempati posisi ke-110. Di sisi lain, laporan Transparency International Indonesia (TII) mengenai indeks persepsi korupsi kota-kota di Indonesia menunjukkan rata-rata IPK 2004 = 4,69, IPK 2006 = 4,72, IPK 2008 = 4,48, dan terakhir IPK 2010 = 4,73.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi hanyalah strategi membangun citra dan cuma gemuruh di media tanpa menyentuh permasalahan korupsi itu sendiri. Tidak adanya perubahan yang signifikan, baik IPK Indonesia maupun rata-rata IPK kota-kota di Indonesia.

Perkembangan korupsi di Indonesia juga mendorong pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun hingga kini pemberantasan korupsi di Indonesia belum menunjukkan titik terang melihat peringkat Indonesia dalam perbandingan korupsi antar negara yang tetap rendah. Hal ini juga ditunjukkan dari banyaknya kasus-kasus korupsi di Indonesia.


SUMBER:(Kompas/Tempo/Infokorupsi.org/AR)

Pengikut dari 5 benua

Arsip Blog