Kamis, Juni 17, 2010

Kapal Okeanos Explorer dari (NOAA) ANGKATAN LAUT AMERIKA SERIKAT


Kapal riset Amerika Serikat (AS) Okeanos Explorer dari National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA) mulai memasuki wilayah perairan Indonesia di Jakarta Utara pada Jumat (18/06).

"Dijadwalkan kapal ini akan bersama-sama kapal Republik Indonesia (RI) dari BPPT, Baruna Jaya IV, melakukan eksplorasi kolaboratif di laut dalam perairan Sangihe-Talaud, Sulawesi Utara," kata Ketua Corporate Branding and Marine Communication, Conservation International (CI) Indonesia Elshinta Suyoso-Marsden di Jakarta, Kamis.

Kegiatan ini, kata dia, merupakan bagian dari kerjasama kemitraan jangka panjang RI-AS untuk bersama memajukan Ilmu Kelautan, Teknologi, dan Pendidikan yang penting bagi ekonomi dan lingkungan bagi kehidupan di bumi ini.

Eksplorasi bersama ini merepresentasikan berbagai inisiatif yang pertama kalinya dilakukan oleh kedua negara yang memiliki persamaan karakteristik yaitu memiliki wilayah laut yang sangat luas di dunia, ujar Elshinta.

Pada ekspedisi internasional Okeanos Explorer untuk pertama kalinya ini akan bersama-sama dilakukan eksplorasi wilayah laut dalam yang belum pernah disibak kerahasiaannya ini selama sekitar dua bulan.

Okeanos juga akan mengirimkan berbagai data yang diperoleh dari penjelajahan laut dalam itu secara seketika (real time) berupa tampilan gambar-gambar hidup dan data lainnya secara langsung kepada para pakar, peneliti dan ilmuwan yang menonton dari kedua Pusat Komando Penelitian (Expedition Command Center/ ECC) di Jakarta dan Seattle, AS.

Peresmian ECC akan dilakukan oleh Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta disaksikan oleh Dubes AS untuk Indonesia dan para mitra peneliti dari institusi riset ilmiah lainnya.

Diharapkan eksplorasi ini dapat menghasilkan penemuan baru, memetakan dasar laut, memahami lokasi gunung bawah laut dari sisi geologi, biologi dan spesies.

Para Ilmuwan yang diperkirakan akan berpartisipasi dalam ekspedisi ilmiah tersebut (data Kementerian Ristek 2009) antara lain Sugiharto Wirasantosa, Budi Sulistyo dari BRKP, KKP, Yusuf Surachman Djajadihardja dan Ridwan Djamaluddin dari BPPT.

Kemudian Haryadi Permana dari Pusat Penelitian Geoteknologi, LIPI, Noorsalam Nganro, Hasanuddin Abidin, dan Sofyan Hadi dari Institut Teknologi Bandung, Hamdan Abidin dari Pusat survei Geologi, Kementerian ESDM, Dede Yuliadi dari Dishidros Mabes TNI AL dan Iswinardi dari Ditwilhan, Kemenhan.

Sedangkan tujuh ilmuwan AS diantaranya Stephen Randolph Hammond sebagai Chief Scientist dari NOAA; Russell Eugene Brainard, Adjuct Faculty dari Coral reef Ecosystem Division, NOAA; Patricia Barb Fryer, Planetary Scientist dari University of Hawaii, Hawaii Institute of Geophysics and Planetology, James Francis Holden dari Dept. of Microbiology, University of Massachussets.

Timothy Mitchell shank dari Biology Dept, Woods Hole Oceanographyc Institution, Verena Julia Tunniciffe, Professor dari Dept. of Biology, School of Earth & Ocean Sciences, University of Victoria, Canada, dan Laurence alan Mayer, Professor dari Hydrographic Center University of New Hampshire.

KRITERIA YANG BAGAIMANAKAH KEPEMIMPINAN YANG TANGGUH ?

Baru-baru ini ada seorang Menteri yang dikenal berintegritas mundur dari Kabinet Indonesia Bersatu. Banyak yang mengaguminya sebagai pemimpin langka di negeri ini. Sebagian lain menyayangkan keputusan itu, meski sebagian lain memafhuminya, namun ada pula yang mencibirnya.

Tak apa. Keputusan seseorang tidak mungkin memuaskan semua pihak. Tugas utama pemimpin adalah mengambil keputusan yang disertai keyakinannya, selain ia juga mampu berkomunikasi dan membangun tim efektif. Sejarah yang akan menguji keputusan sang Menteri itu kelak.

Setelah mundur, sang Menteri mencurahkan isi hatinya pada sebuah forum seminar yang diliput media luas. Menurut media, alasan utama pengunduran dirinya lantaran ia merasa tidak diterima lagi oleh sistem dan lingkungan politik negeri ini.

Pendek kata, boleh jadi menurutnya sistem dan lingkungan politik negeri ini "buruk" atau ia merasa bila situasi di negeri ini bukan lagi "pertarungannya", melainkan tanggungjawab pemimpin yang lebih tinggi lagi, wallahu'alam.

Seandainya ada kesempatan menyampaikan saran, alangkah bijaknya bila beliau dapat menahan diri agar "suhu" politik mendingin, sebab hal yang baik bila disampaikan pada waktu yang tidak tepat, dapat menjadi bahan perdebatan yang belum tentu produktif.

Sungguhpun demikian, alangkah bijaknya pula bila kita dapat mengormati keputusan dan pandangannya itu. Rekam jejaknya yang berani mengambil keputusan dengan asumsi yang dipahaminya adalah kisah tentang contoh pengambilan keputusan pemimpin sejati pada situasi lingkungan finansial global yang tak dapat diduga.

Keputusannya untuk menyelamatkan sebuah bank kecil yang ditujukan untuk menghindari dampak buruk yang lebih besar, sehingga belakangan ekonomi negeri ini kini membaik memang menjadi bahan perdebatan apakah berdampak sistemik atau tidak.

Perdebatan itu entah sampai kapan akan berakhir. Para politisi dan ekonom pun berbeda pendapat, meskipun Perbanas dan para bankir membenarkan keputusan sang Menteri.

Saya tak bermaksud mengulas lebih jauh keputusan sang Menteri itu. Kisah ini mengingatkan saya pada kisah-kisah para pemimpin tangguh, yang mampu membuat perbedaan, tanpa bermaksud membuat perbandingan dengan sang Menteri. Rakyat lah yang akan menilai. Sebab mereka punya hati dan pikirannya sendiri.

Seorang teman berujar, ada kebebasan memilih untuk bersikap dan bertindak, ada pilihan atau keputusan sulit yang harus diambil, dan tentu saja ada risiko yang harus ditanggung setelahnya. Setiap orang bebas meletakkan dirinya dalam sejarah.

Para pakar kepemimpinan mengajak kita untuk tetap memiliki imaginasi yang baik meski boleh jadi kita hidup pada lingkungan buruk.

Imaginasi baik yang disertai ikhtiar dan disiplin untuk melakukan yang terbaik, disertai pada kayakinan pada pertolongan Sang Maha Kuasa adalah kunci sukses yang sering kita dengar tentang kisah para pemimpin besar.

Seseorang yang melakukan sesuatu yang disertai imaginasi kebaikan akan menjadikan dirinya sebagai pribadi yang menempatkan sistem atau lingkungan sekitar sebagai bagian dari pendukung misi hidupnya, "seburuk" apapun lingkungan itu.

Lingkungan yang "buruk" itu sejatinya adalah medan latihan penempaan lahirnya pemimpin yang lebih tangguh.

Kisah-kisah keberhasilan pemimpin tangguh sering melintasi sekat ruang dan waktu, bahkan agama dan keyakinan sekalipun. Sebagai contoh, kepemimpinan Muhammad Yunus menjadi inspirasi dimana-mana. Budi pekerti Bunda Teresa juga telah menjadi pelajaran tentang kekuatan niat baik dan dahsyatnya pelayanan. Demikian pula, Mahatma Gandhi dikagumi dimana-mana.

Konsep Ketuhanan yang berbeda dalam berbagai agama yang diyakini para penganutnya hendaknya tidak membatasi kita untuk berbagi pelajaran tentang rahasia keberhasilan kepemimpinan yang tangguh, bukan?

Sebagai seorang Muslim, tentu saya meyakini bila Sang Maha Kuasa senantiasa memberikan hamba-Nya untuk berkesempatan memilih dan mengubah keadaan yang dihadapinya. Dia Maha Tahu akan kemampuan makhluk paling sempurna ciptaan-Nya untuk dapat melakukan pilihan-pilihan terpuji di hadapan-Nya.

Ibarat sebuah pagelaran musik berkelas dunia, kreasi dan stamina manusia terpuji itu semakin kuat dalam dalam mengatur irama atau lagu yang diinginkannya.

Ia adalah manusia merdeka, lantaran sikap dan tindakannya tidak disandera oleh kondisi lingkungan sekitarnya.

Bagaikan seorang maestro, ia mampu mengkonfigurasikan kombinasi semua alat musik dan pemain-pemain yang tersedia menjadi persembahan yang tetap indah di hadapan siapapun yang mendengarkannya.

Tentunya, ia pun punya pilihan lain untuk menyerah atau berhenti memimpin pagelaran itu, lantaran sebagian alat musik dan kualifikasi pemain-pemainnya tidak seperti yang ia harapkan.

Namun, ia tidak melakukan hal itu, sebab ia yakin, situasi yang dihadapinya telah disediakan oleh sang pemilik hajat pagelaran musik, yang tahu kemampuan sang maestro itu.

Sahabatku yang baik, ilustrasi pagelaran musik itu adalah tentang kehidupan kita. Kehidupan yang kita hadapi adalah rangkaian situasi yang hadir di hadapan kita, meski boleh jadi kita sering tidak mengharapkannya.

Meski kita tidak punya kebebasan sepenuhnya memilih situasi yang dihadapi, bukankah kita punya kebebasan untuk merespon atau bersikap atas situasi yang kita hadapi itu, bukan?.

Sang Maha Kuasa lebih tahu kemampuan manusia ciptaan-Nya, bila memilih tindakan sebagai manusia terpuji.

Saat kita berdoa dengan sepenuh hati agar dijauhkan dari semua masalah, seringkali justru masalah datang, yang membuat kita makin tangguh lantaran kita mampu mengatasinya, bukan?

Kekuatan Keyakinan
Kekuatan keyakinan adalah harta tak ternilai yang kita miliki.

Mengapa bila kita yakin bisa melakukan sesuatu, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, biasanya kemudahan dan berbagai "kebetulan" terjadi? Demikian sebaliknya, bukan?.

Secara sains, ahli fisika, Prof. Yohannes Surya, membuktikan hal itu. Berbagai keberhasilan para siswa-siswi Indonesia meraih juara Olimpiade Sains dan Matematika beberapa tahun ini dapat dijelaskan dari perspektif ilmu fisika.

Ketika impian membawa nama baik negeri, kesungguh-sungguhan, disiplin, pikiran positif dan totalitas bertemu, maka secara fisika, semua lingkungan serentak memberikan "kemudahan" dan menjadi energi besar yang mendukung keberhasilan proyek kemanusiaan itu. Ia menyebutnya sebagai gerakan Semesta Mendukung atau "Mestakung".

Dalam sebuah perbincangan dengan Prof. Yohannes Surya pada awal tahun 2008, saya memperoleh gambaran menarik bahwa persiapan, pengiriman dan pelaksanaan beberapa tim Olimpiade yang dipimpinnnya tidak difasilitasi oleh ketersediaan sumberdaya dan logistik yang melimpah.

Malah menurutnya, kesiapan sumberdaya dan logistik sering terpenuhi secara minimal pada saat-saat terakhir menjelang keberangkatan.

Prof. Yohannes Surya dan rekan-rekan selain menggalang dukungan Pemerintah, juga para sponsor dan dukungan perorangan yang peduli tentang kualitas dan prestasi anak bangsanya.

Menurutnya, memang tidak mudah melakukan ikhtiar itu, namun ia punya keyakinan kuat bila gerakan kebaikan ini akan sampai pada tujuannya. Selain terus memompa semangat diri dan timnya, ia juga terus mempompa semangat para siswa-siswinya.

Mereka semua memiliki kepribadian kuat sembari terus membangun jejaring dukungan.

Kisah keberhasilan Tim Olimpiade ini membuktikan bahwa manusia sejatinya memiliki kekuatan yang luar biasa bila ia memiliki kepribadian yang kuat yang dibangun atas imaginasinya tentang kebaikan pada masa depan, disiplin, ketekunan, prasangka positif dan senantiasa terbuka untuk terus mengasah kemampuan setiap hari.

Dengan kekuatan kepribadian itu, maka lingkungan buruk apapun, sekali lagi, adalah medan latihan dan penempaan diri.

Kisah luar biasa ini sesungguhnya adalah pengulangan atas berbagai sejarah masa lalu.

Ketangguhan Pemimpin Masa Lalu
Pada masa lalu banyak tokoh perubahan mampu mengubah keadaan buruk untuk menjadi karya yang menyejarah.

Sejarah keberhasilan negeri ini menjadi pelaku utama perlawanan negara-negara terjajah terhadap kolonialisme (1945-1955) juga membuktikan hal itu. Kita sering melupakannya.

Setelah Konperensi Asia-Afrika yang digagas Indonesia pada tahun 1955 di Bandung, makin banyak negara-negara terjajah memerdekakan diri. Konperensi itu telah menjadi inspirasi besar bagai bangsa-bangsa lain.

Seokarno, Hatta, Sjahrir, Natsir, Agus Salim dan para pendiri Republik lainnya adalah para manusia biasa yang memiliki kekuatan keyakinan dan tindakan-tindakan yang luar biasa.

Kekuatan kepribadian juga telah membuktikan dahsyatnya perlawanan Pangeran Diponegoro, Tjut Nyak Dhien, Teuku Umar, Pattimura, Kyai Maja, Sultan Hasanudin, Maulana Yusuf dan para Pahlawan Nasional kita lainnya terhadap penjajah Belanda pada masa lalu, melalui kemampuannya menggalang dukungan Rakyat yang dipimpinnya.

Maukah kita belajar dari para pemimpin besar itu? Jangan lupakan sejarah, atau "jas merah" kata Seokarno pada tahun 1967.

Kisah paling fenomenal bagi saya adalah ketangguhan kepribadian seorang pribadi mempesona, Nabi Muhammad SAW. Kekuatan kepribadiannya mampu membekalinya untuk mengatasi berbagai situasi buruk yang dihadapinya pada empat belas abad silam.

Kekuatan kepribadian itu bahkan dipupuk sejak sebelum Beliau diangkat jadi Rasul pada usia 40 tahun.

Sejak muda, rekam jekaknya adalah manusia terpercaya, Al Amien. Siapapun yang berbisnis dengannya merasa mendapat pelayanan terbaik.

Keunikan sekaligus kelebihannya dalam berbisnis ialah ia senantisa menguraikan lengkap kelebihan dan kekurangan produk yang dibawanya, disertai kesantunannya dalam berbisnis.

Semua perilaku itu telah teruji telah menjadikannya sebagai manusia yang dikagumi (the most admired business person) oleh siapa saja pada masa itu.

Demikian mempesonanya, para investor yang berasal dari kaum Nasrani dan Yahudi justru memintanya untuk mengelola bisnis mereka.

Muhammad SAW sejak muda terus memupuk karakternya sebagai pribadi yang jujur (shidiq), amanah (mampu menjaga kepercayaan), fathonah (memiliki kompetensi unggul) dan tabligh (kuat bersilaturahmi).

Dengan bekal kepribadian yang kuat itu, Nabi Muhammad SAW mampu menghadapi berbagai lingkungan buruk yang dihadapainya.

Kisah perlakukan buruk warga Taif dan Suku Quraisy adalah latihan yang menempa pribadi Muhammad SAW yang justru semakin kuat dan pejal.

Sahabatku yang baik, sekali lagi, tulisan ini tidak untuk membandingkan kisah-kisah besar masa silam dengan saat ini. Namun, tak ada salahnya bukan kita belajar terus dari sejarah dan kisah masa silam ini agar dapat menjadi sumber kearifan bagi kita untuk menjadi para pemimpin tangguh, lantaran sejarah terus berulang?

Saya selalu ingat kata-kata bijak "nahkoda hebat selalu terlatih dari kemampuannya mengatasi berbagai badai yang ganas".

Komitmen untuk menegakkan kejujuran, keadilan, ketekunan, keberanian, membangun kompetensi, melakukan pelayanan terbaik, menjaga kepercayaan teman atau mitra, serta menjaga silaturahmi adalah nilai-nilai yang sejatinya dapat memperkuat kekuatan kepribadian kita sebagai manusia merdeka, bukan?

Sebab dengan bekal semua kekuatan itu, semua badai yang datang justru menjadi kesempatan untuk menempa kualitas kepemimpinan diri kita agar terus naik kelas, bukan? Wallahu'lam. (***)

*) Praktisi Manajemen,

Minggu, Juni 13, 2010

' INDONESIA RAYA ' Adalah Negara Anti Diskriminasi Suku &.Ras

Beberapa waktu lalu seorang sahabat Blog I-I yang mengaku berasal dari rumpun bangsa Melanesia menyampaikan surat kepada saya tentang masih kuatnya diskriminasi di Indonesia. Yang bersangkutan menyampaikan bahwa di Papua telah lama berkembang perasaan berbeda karena dibedakan dalam benak dan hati anak-anak Papua, akibatnya mereka tidak merasa sebagai bagian dari kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari beraneka ragam suku bangsa baik yang menginduk pada suku bangsa Melayu Tua, Melayu Muda, Chinese, India, Arab, maupun Melanesia.

Mengapa hal itu bisa terjadi?


Menjadi tugas intelijen dan Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan pengkajian secara serius dan segera mengambil langkah-langkah yang efektif dalam membangun identitas keIndonesiaan secara bermartabat dan berdasarkan pada keiklashan dan pemabngunan moral-spirit bangsa yang egaliter tanpa membedakan ras dan suku bangsa.

Bangsa Indonesia didalamnya masih menyimpan potensi besar rasisme dimana antar suku bangsa saling memiliki prasangka dan sikap diskriminasi. Orang Jawa misalnya sering dihina dengan sebutan Jawa koek dan menjadi bahan banyolan di Jakarta, Orang Padang dilabelkan dengan sikap kikir (padang bengkok), orang Batak dengan kekasarannya, orang Betawi yang kampungan, orang papua dengan kebodohan dan hinaan lainnya, dst..dst. Sadarkah kita bahwa semua sikap saling menghina tersebut telah mengoyak persaudaraan kita dalam kebangsaan Indonesia.

Benar bila dikatakan tidak ada bangsa Indonesia, yang ada hanya kumpulan suku-suku bangsa yang secara iklash bersatu membentuk satu bangsa baru Indonesia, hampir sama dengan Amerika yang sebenarnya merupakan kumpulan bangsa imigran dari berbagai benua di dunia.

Bahaya laten dari diskriminasi antar suku bangsa jauh lebih besar dari pada laten komunis ataupun radikalisme agama, karena taruhannya adalah pecahnya Republik Indonesia menjadi negara-negara kecil yang lemah. Oleh karena itu, perlu dibangun sejak dini bagaimana sesungguhnya potret bangsa Indonesia yang ideal dan kita harapkan bersama.

Bangsa Indonesia yang beraneka suku bangsa harus dibangun atas dasar kesamaan derajat sebagai umat manusia. Kita lahir setara sebagai manusia terlepas dari latar belakang etnisitas yang melekat sebagai keturunan dari orang tua kita. Prinsip ini harus ditanamkan sejak usia dini di sekolah dasar dan diperkuat hingga dewasa melalui peraturan yang menjamin bahwa perlakuan diskriminatif melanggar hukum positif di Indonesia.

Sebagai sebuah negara demokratis, sikap anti diskriminasi adalah sejalan. Bahkan dari kacamata adat istiadat maupun agama yang dipeluk di seluruh Nusantara, penghargaan terhadap kemanusiaan yang tidak membedakan latar belakang suku juga sejalan. Lalu dimana letak kesalahan kita sebagai anak bangsa?


Terjadinya pengkotak-kotakan dalam hubungan sosial dan kuatnya penanaman rasa berbeda diantara kita telah melahirkan batasan dalam hubungan sosial yang sehat. Kita hampir selalu menyimpan prasangka terhadap sesama saudara bangsa kita. Padahal kita semua pada saat yang bersamaan mendambakan persaudaraan yang tulus dalam membangun Indonesia Raya.

Setelah kita membangun prinsip-prinsip anti diskriminasi di sekolah dasar dan lanjutan, serta menciptakan koridor hukum yang melindungi kita semua dari tindakan diskriminatif, maka diperlukan pula sebuah tata kelola sosial, ekonomoi dan hukum yang menjamin bahwa prkatek diskriminatif tidak akan dapat berkembang. Hal itu mencakup pendidikan publik melalui berbagai media yang dilakukan secara terus-menerus, bukankah kita memiliki Kementerian Kominfo yang seharusnya melakukan kegiatan tersebut?

Pada tingkat masyarakat, gerakan civil society yang turut memperkuat pondasi anti diskriminasi perlu didukung oleh berbagai pihak termasuk pemerintah. Hal ini akan secara efektif menembus sekat-sekat perbedaan. Namun prosesnya tidak boleh dipaksakan melainkan berjalan secara wajar, normal dan bertahap untuk menghindari resistensi yang bersifat kekerasan atau provokasi tertentu dengan memperkuat isu perbedaan.

Keluhan di propinsi lain dalam isu diskriminasi relatif telah mulai menghilang, namun di Papua tampaknya hal ini masih cukup besar dan kita semua wajib membuka mata dan memperhatikan apa yang terjadi di Papua. Perbedaan fisik yang cukup menyolok seringkali menimbulkan "rasa" berbeda, hal inilah yang harus kita proses dalam persaudaraan sejati demi masa depan kita sebagai sebuah bangsa yang besar. Apabila "rasa" tersebut tidak dapat diatasi dengan pendidikan, dengan pembangunan komunikasi sehat, dengan proses pembauran yang wajar serta dengan sikap saling menghormati, tentunya kita akan terus terjebak dalam pe"rasa"an berbeda, membedakan dan dibedakan. Kesempatan kepada saudara kita di Papua untuk belajar di propinsi lain dan diperlakukan secara wajar sebagai saudara sebangsa akan mendorong terjadinya penigkatan saling memahami. Namun proses ini tidak dapat terjadi dalam waktu semalam, karena masyarakat begitu luas dan banyak elemennya sehingga, konflik personal kadang kala dikembangkan menjadi konflik yang bersifat antar ras, hal inilah yang harus dihindari. Pengalaman-pengalaman personal tidak dapat menjadi justifikasi terjadinya praktek diskriminasi secara terstruktur, namun berdasarkan pengalaman personal tersebut kita dapat gunakan untuk menghindari terjadinya diskriminasi yang disengaja secara struktural.

Kepada seluruh sahabat Blog I-I di Papua. Jangan takut dan khawatir dalam memperjuangkan kesamaan derajat dengan seluruh komponen bangsa Indonesia.

Semoga bermanfaat.

Ada Kriminalisasi & Ada yang Keliru dalam Kasus Susno Duadji

Mantan Ketua MPR Amien Rais menilai ada kejanggalan dalam kasus yang ditimpakan Polri pada mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji. Hal itu disampaikan Amien saat menerima kedatangan keluarga Susno untuk silaturahim di kediamannya, Perumahan Taman Gandaria Blok C nomor 1, Jakarta, Sabtu (12/6/2010).

"Saya bukan ahli hukum, tapi saya common sense. Tapi, saya tahu bahwa ada sesuatu yang memang keliru (dalam kasus Susno)," katanya.

Dilanjutkannya, ada upaya kriminalisasi, rekayasa hukum, dan demonisasi dalam kasus Susno yang dilakukan oleh pihak-pihak kepolisian dan penguasa.

"Jadi orang yang berjiwa besar, penguasa yang berjiwa besar itu enggak ada salahnya kalau kemudian menarik langkah-langkah yang sudah keliru itu. Supaya kita semua mendapatkan ya satu gambaran penegakan hukum yang tidak kena intervensi politik, yang tidak kena katakanlah demonisasi dan juga kriminalisasi," tuturnya.

Dikatakannya, penyidik dan Polri seakan seperti mencari-cari konteks kesalahan Susno untuk akhirnya menjebloskan Susno ke dalam tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. "Dibuat-buat ceritanya," ucapnya.

Amien pun mengecam sikap Polri yang menangkap paksa Susno di beberapa kali kesempatan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh jenderal bintang tiga itu.

"Saya kira semua orang yang punya hati nurani itu tidak setuju ya. Seorang perwira tinggi Polri itu dicokok, orang Malaysia bilang, diambil saja. Terus orang pesakitan, saya kira mencederai rasa keadilan," kata Amien Rais.

Sumber: Kompas Online

Rezim Neolib

Saya faham betul kegelisahan sahabat Blog I-I yang kecewa dengan artikel yang saya tulis beberapa waktu silam tentang Moral Story dari Sri Mulyani, serta masukan dari Grup Diskusi 77-78 dengan catatan panjang lebar tentang rezim Neolib yang merugikan bangsa dan negara Indonesia.

Satu hal terpenting adalah Blog I-I tidak memback-up argumentasi Rezim Neolib ataupun menyetujui cara pandang yang sangat negatif dari kelompok yang mengaku anti Neolib.

Apa yang Blog I-I ajak dari seluruh sahabat adalah berpikir kritis yang keluar dari jargon politik - ekonomi, serta melangkah pada wilayah strategis dan cara berpikir pragmatis untuk kepentingan bangsa dan negara melalui penentuan taktik yang akan menjadi kebijakan negara dalam mensejahterakan kita semua.

Coba renungkan pandangan saya berikut ini:

Pertama, dalam dunia gagasan boleh-boleh saja kita berbicara tentang nasionalisme ekonomi dan ekonomi kerakyatan. Demikian juga dalam dunia gagasan, kita juga boleh saja mendambakan pasar bebas yang akan mensejahterakan seluruh umat manusia di dunia.
Pada kenyataanya ekonomi selalu bergerak dalam nafsu kepentingan memperoleh keuntungan (the nature of economy). Bila kita bicara tentang kendali negara, nasionalisme ekonomi dan ekonomi untuk rakyat, dalam prakteknya pelaku ekonomi tidak akan peduli dengan semua jargon tersebut, yang akan dipedulikan adalah apakah sebuah investasi akan menguntungkan, apakah perdagangan akan menjanjikan keuntungan, apakah sebuah pasar akan mampu menyedot produk sebanyak-banyaknya, apakah ada resiko kerugian dari sebuah tindakan ekonomi. Begitu sederhananya sehingga seringkali agak mengerikan karena keuntungan adalah segalanya dalam prinsip dasar manusia melakukan kegiatan ekonomi. Pasar bebas dengan berbagai "aturan" yang menguntungkan kelompok kapitalis juga menghembuskan janji kesejahteraan yang lebih luas, namun prakteknya adalah penghisapan ekonomi dari lemah oleh yang kuat dan itulah realitanya.

Kedua, hanya terdapat dua pilihan yaitu ikut dalam perjalanan ekonomi global atau menutup diri dan mengambil kebijakan anti globalisasi (tutup pintu atau konfrontasi kebijakan yang menolak ikut dalam arus ekonomi liberal). Diantara beberapa platform politik dari partai politik, hanya Gerindra yang memiliki platform berbeda dengan ketegasan dalam strategi pembangunan eknominya yang mengambil jargon kerakyatan. Sementara partai politik lainnya cenderung campuran atau bahkan cenderung liberal. Tidak ada yang salah dengan semua konsep dan platform tersebut, karena ujiannya adalah pada saat dihadapkan dengan realita dunia dan kekuatan-kekuatan ekonomi yang ada baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kenyataan bahwa kekuatan ekonomi di dalam negeri dikuasai hanya oleh sekitar 1000-an elit Indonesia tentunya tidak dapat diabaikan bukan. Bahkan meskipun fakta telah menunjukkan betapa Aburizal Bakrie melakukan banyak kesalahan di tingkat nasional, kita tidak dapat seenaknya menyingkirkannya dari lingkaran kekuasaan karena Dia salah seorang yang memegang kunci ekonomi Indonesia. Kemudian kenyataan ekonomi global berputar dalam prinsip ekonomi liberal tentunya tidak dapat kita hindarkan. Realita ekonomi mendesak pemerintah Indonesia untuk memilih kebijakan yang tepat bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Ketiga, kita sangat ketinggalan dalam perdebatan ideologi ekonomi-politik. Kita juga kurang canggih dalam memahami perkembangan neoliberalisme dan sosialisme. Akibatnya kita terjebak dalam kebiasaan labeling yang cenderung melahirkan sentimen negatif. Padahal saya yakin kita semua ingin memajukan bangsa dan negara. Di dunia Barat, perdebatan antara sosialisme dan liberalisme telah begitu kompleksnya sehingga semakin sulit mencari batasannya dalam realita sehari-hari. Hal itulah yang menyebabkan lengkapnya diskursus atau perdebatan antara kelompok kaum kanan (liberal) dan kiri (sosialis), sehingga lahir kelompok kiri tengah dan kanan tengah yang semakin memperkaya khasanah perdebatan dalam penyusunan kebijakan ekonomi-politik suatu negara. Perbedaannya dengan perdebatan yang dilakukan di Indonesia adalah adanya kemauan seluruh pihak untuk saling mendengarkan dan mencari jalan yang terbaik untuk negara. Tradisi tersebut tampaknya kurang kuat di Indonesia.

Keempat, saya sangat menghormati pihak-pihak yang kritis dan mengembangkan analisa yang mengkritisi pemerintah dan seyogyanyalah pemerintah mau mendengarkan. Namun kritikan tersebut harus dibangun dalam semangat kemajuan Indonesia dan bukan menghancurkan sendi-sendi yang ada, karena kita akan semakin ketinggalan. Kepada pemerintah, janganlah terlalu alergi terhadap kritik dan masukan dari masyarakat khususnya yang bersifat ilmiah dan penelitian terhadap bahaya terlalu larutnya Indonesia dalam faham liberalisme ekonomi, karena fakta-fakta di dalam negeri telah tampak ketidakseimbangan dalam pembangunan ekonomi, dimana kelompok ekonomi lemah semakin tersingkir dengan masuknya gurita ekonomi khususnya di bidang retail.

Kelima, kebijakan pemerintah apapun bentuknya baik yang bersifat proteksi ekonomi wong cilik, maupun yang pro-pengusaha besar seyogyanya telah melalui proses evaluasi yang seksama sehingga akan dapat mencapai manfaat terbesar dan bukan dikendalikan oleh elit-elit tertentu sehingga miskin visi kebangsaan.

Semoga catatan saya ini dapat mengklarifikasi posisi Blog I-I dalam perdebatan tentang Rezim Neolib.

Jumat, Juni 11, 2010

Habib Ali al Habsyi dan Romo Vicensius Kirjito Jadi Penerima Maarif Award 2010

TEMPO . Habib Ali al Habsyi dari Kalimantan Selatan dan Romo Vicensius Kirjito dari Magelang, Jawa Tengah ditetapkan sebagai penerima Maarif Award 2010 oleh dewan juri. Kedua tokoh ini dinilai konsisten berjuang dalam bidangnya.Habib Ali Al Habsyi dinilai keyakinannya telah menjadi common denominator,Sedangkan Romo Vicentus mampu merespon kemiskinan ekologi.

Pemberian award itu diberikan Kamis (10/6) malam di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta. Penghargaan diberikan langsung Pendiri Maarif Institute, Ahmad Safii Maarif.

"Dewan Juri menemukan kenyakinan beragama telah menjadi common denominator bagi Habib Ali Al Habsyi dan Romo Vicensius Kirjito dalam merespon kemiskinan dan ekologi. Meskipun, keduanya berasal dari latar belakang yang berbeda" kata Clara Joewono, Sekretaris dewan juri Maarif Award 2010.Panitia, kata Clara Joewono mengatakan telah menelurusi rekam jejak sejumlah kandidat yang sangat potensial di beberapa daerah. Dan hanya dua aktivis akar rumput itu yang dinilai dewan juri layak memenuhi kualifikasi utama sebagai penerima Award.

Rompo Ismartomo yang juga sebagai anggota dewan juri menambahkan bahwa karakter penghargaan Maarif Award 2010, mengedepankan kerja-kerja kemanusiaan di akar rumput dengan berpijak pada keyakinan yang bersifat iunklusif sekaligus memberdayakan. Dan hal tersebut dapat ditemukan pada dua sosok aktivis lokal asal Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah itu.

Dewan juri melakukan proses seleksi dan kajian mendalam untuk Maarif Award 2010 terhadap rekam jejak sejumlah kandidat sejak beberap awaktu dan akhirnya sampai pada tahapan final.

Profile Data

Habib Ali Al Habsy
Lahir di Barabai
15 September 1966
Alumnus Ekonomi Unlam
Banjarmasih 1991
Aktivis pemberdayaan masyarakat 1987
Mendirikan NGO Lembaga Wahana Muda (Lewin) 1990


Romo V Kirjito
Lahir di Kulon Progo
18 November 1953

Jadi Pastor Paroki St. Maria Magelang tahun 2000
Memperjuangkan air bersih di kaki Gunung Merapi
Mengobarkan semangat perlawanan masyarakat Merapi terhadap upaya perusakan lingkungan hidup dengan cara damai

Selasa, Juni 01, 2010

Beredar Nama Warga Negara Indonesia Diduga Tewas di Gaza


Senin, 31 Mei 2010 | 23:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -Kabar tewasnya satu orang warga negara Indonesia di perairan Tel Aviv, dalam aksi penghadangan bantuan menuju jalur Gaza oleh tentara Israel, semakin santer. Meski kantor Medical Emergency Rescue Comitee atau Mer-C di Jakarta belum membenarkan kabar tewasnya WNI tersebut, namun nama korban yang diduga tewas terkena berondongan peluru tentara Israel itu telah beredar.

“Memang beredar kabar tentang tewasnya seorang WNI tersebut. Tapi kebenaran kabar itu belum dapat dikonformasi, nama dan identitas korban pun belum kami dapat, terima kasih,” ujar salah seorang anggota Mer-C, dr Riza kepada TEMPO, Senin (31/5), di Jakarta.

Namun, sumber TEMPO mengatakan, seorang korban yang diduga tewas itu ialah bekas wartawan bernama Wisnu. “Kabarnya namanya Wisnu, eks wartawan yang dikabarkan tewas. Istrinya juga bekas wartawan salah satu surat kabar berbahasa asing di Indonesia,” ungkap sumber tersebut. Namun kembali, sumber tersebut menyatakan kabar tersebut masih simpang siur. “Masih belum terkonfirmasi secara pasti.”

Sementara pihak Mer-C melalui Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengutuk keras aksi Israel tersebut. “Dunia wajib mengutuk serangan Israel terhadap relawan kemanusiaan yang berada di kapal Mavi Marmara,” tegasnya seperti dikutip situs Mer-C. Serangan Israel tersebut dilakukan sekitar pukul 4 dinihari waktu setempat. Israel menyerang dengan menggunakan helikopter dan sejumlah pasukannya diturunkan di kapal “Mavi Marmara”.

Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah karena pasukan Israel masih menguasai kapal bantuan “Mavi Marmara” yang mengangkut sekitar 500 lebih relawan dan aktifis kemanusiaan dari berbagai Negara. “Hingga saat ini, kami masih belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai identitas relawan yang menjadi korban karena hubungan komunikasi yang masih terputus dengan Tim MER-C yang berada di kapal tersebut,” ungkap Sarbini.

Minggu, Mei 16, 2010

Dicari Menkeu & Dirjen Pajak Baru Yang Berani Melawan Markus Pajak serta Benahi Kebocoran Pajak Negara

Perusahaan - Perusahaan Kakap Saat ini ternyata banyak mendapat potongan tax ratio di saat Ditjen Pajak terseok-seok membenahi diri, DPR justru memberi pekerjaan rumah (PR) tambahan dengan mengusulkan kepada pemerintah supaya menaikkan tax ratio hingga 16 persen atau sekitar Rp 950 triliun pada 2010 ini.

Tadinya kenek Metromini yang nurunin penumpang di depan kantor (Ditjen Pajak) bilang Pajak-Pajak, sekarang, sudah ganti jadi Gayus-Gayus. Bahkan, di perkumpulan RT kalau ada orang pajak di situ, dibilang pegawai pajak itu najis. Begitu pula dengan sejumlah gerakan di dunia maya yang digerakkan anak muda berupaya memboikot pembayaran pajak.
Keluhan ini disampaikan Direktur Jenderal Pajak, Muhammad Tjiptardjo, dalam satu kesempatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Direktorat Jenderal Pajak dengan Panitia Kerja (Panja) Perpajakan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), beberapa waktu lalu. Segenap anggota panja bertubi-tubi melayangkan pertanyaan kepada sejumlah
pejabat Ditjen Pajak. Dari kasus Gayus, target penerimaan, pembenahan instansi, hingga mencuat usulan untuk mendesak mundur Dirjen Pajak.
Meski dengan mimik sedikit bercanda, Tjiptardjo mengakui adanya tekanan psikologis cukup kuat terhadap pegawai yang bekerja di instansi itu akibat kasus Gayus Tambunan, salah satu Oknum Pajak tersangka korupsi penggelapan pajak dengan banyak rekening di Bank bank Asing di jakarta diluar simpanan sekitar Rp 28 miliar.di rekening BCA
Bila dikaji secara cermat, tekanan publik terhadap Ditjen Pajak setelah terkuaknya kasus ini memperlihatkan dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, kasus tersebut bisa menjadi cambuk untuk memperbaiki reformasi birokrasi, khususnya di sektor perpajakan. Di sisi lain, ada semacam distrust ataupun ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Jika sisi kedua ini menguat dan pemerintah tidak segera melakukan perbaikan, bukan tidak mungkin masyarakat akan benar-benar enggan membayar pajak. Sehingga, tidak sekadar pada gerakan dunia maya dengan menggagas gerakan tolak bayar pajak.
Apabila ini terjadi, target penerimaan negara akan benar-benar terancam. Berbagai proyek pembangunan dan program pemerintah akan terhambat.
I 1
Karena, hampir 70 persen penerimaan negara bersumber dari sektor perpajakan.
Tengok RAPBN 2010, target penerimaan perpajakan ditetapkan sebesar Rp 742 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp 650 triliun berasal dari pajak. Sementara, dalam RAPBN Perubahan 2010 ada penurunan 1,3 persen menjadi sekitar Rp 733 triliun. Jumlah ini masih sekitar 70 persen dari total pemasukan penerimaan dalam negeri yang diperkirakan mencapai Rp 973 triliun.
Untungnya Ditjen Pajak masih bisa menghela napas, sebab hipotesis di atas untuk sementara waktu belum terbukti. Pasalnya, hingga batas waktu penyerahan
Pertanyaannya di manakah kebocoran itu? Mencuatnya kasus Gayus bagai menemukan titik terang. Modusnya cukup jelas bahwa terdapat kebocoran penerimaan pajak melalui kongkalikong antara wajib pajak (WP) dan oknum aparat pajak.
Sehingga, pembayaran yang seharusnya disetorkan sesuai penghitungan wajar, menjadi menyusut karena akal-akalan dari oknum petugas pajak. Posisi konsultan pajak yang seharusnya memberikan perhitungan secara akurat, justru jadi penghubung antara WP dan oknum petugas pajak dalam mempermainkan persentase setoran pajak.
Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) per 31 Maret 2010 lalu, sebanyak 5,9 juta SPT Tahunan sudah terkumpul. Padahal, jika dibandingkan dengan periode sama pada 2009 hanya tercatat 4,56 juta SPT. Dengan demikian, ada kenaikan sekitar 29,39 persen.
Tapi, apakah kekhawatiran ini hanya sampai di sini? Jawabannya tentu tidak. Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengatakan ancaman terhadap target penyerahan SPT tahunan belum selesai karena SPT badan baru akan terkumpul semua sampai dengan akhir April. Artinya, badai belum berlalu menghantam bahtera Ditjen Pajak.

Banyak kebocoran
Sejumlah kalangan menilai, upaya yang dilakukan pemerintah dalam menggenjot sektor perpajakan belum dilakukan secara optimal. Hal itu disebabkan masih banyaknya kebocoran-kebocoran di sektor perpajakan yang menyebabkan tax ratio terhadap gross domestic product masih sangat kecil. Tax ratio Indonesia kini hanya sekitar 12,4 persen dari PDB atau sekitar Rp 742 triliun. Mengacu situasi serupa di negara lain, angka tax ratio sudah lebih dari 15 persen.
Alih-alih mendapat potongan tax ratio di saat Ditjen Pajak terseok-seok membenahi diri, merevitalisasi kinerja, memoles citra kepada publik dan para wajib pajak, DPR justru memberi pekerjaan rumah (PR) tambahan dengan mengusulkan kepada pemerintah supaya menaikkan tax ratio hingga 16 persen atau sekitar Rp 950 triliun pada 2010 ini. "Masak kita kalah dari negara-negara miskin seperti Sri Lanka, mereka menargetkan tax rasio-nya 17 persen dan India lebih tinggi lagi," ujar anggota Panja Pajak DPR, Darmansyah.
Anggota Panja Perpajakan DPR lain bahkan ada yang sempat mengancam untuk meng-outsourcing Ditjen Pajak jika tidak mampu mengoptimalisasikan pemasukan dari pajak. Ancaman itu sebagai shocfc therapy.
Usulan tax ratio 16 persen memang bukan hal mustahil, tapi juga tidak mudah. Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, mengakui adanya potensi tersebut. "Potensi itu ada, tapi bagaimana kita mampu menangani masalah kebocoran-kebocoran ini?" ucapnya. Toh, Hatta mengakui ternyata masih cukup banyak potensi pajak yang belum tergarap.
Memang di dalam peraturan, para WP mempunyai hak untuk menyatakan keberatan jika merasa uang yang harus dibayarkan dirasa tidak sesuai dengan apa yang dimiliki WP dapat mengajukan itu di Subdirektorat Keberatan.
Menkeu Sri menjelaskan, sejak reformasi perpajakan dimulai pada 2006 sampai saat ini, sudah jarang WP yang bermain mata di Subdirektorat ini Karena itu, dari beragam kasus yang diajukan oleh WP, umumnya keberatan mereka ditolak. Meski, kata Menkeu, bukan berarti WP tidak mempunyai hak untuk keberatan.
Namun, seketat-ketatnya aturan, mafia pajak selalu memiliki celah untuk mengakali penerimaan pajak. Cara baru, dengan memperkarakan kasus keberatan WP ke Pengadilan Pajak, yakni melalui mekanisme banding yang melibatkan Subdirektorat Banding dan Pengadilan Pajak. Dengan demikian, mereka bisa lebih leluasa menjalankan tindakan penyimpangan sehingga kas negara terpangkas. "Di sini pemerintah kemudian banyak kalah," ungkap Menkeu. Karena itu, perbaikan bukan hanya sekadar di Ditjen Pajak, tetapi juga peradilan.
Sesuai UU Republik Indonesia Nomor
14Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, disebutkan, jika putusan pengadilan pajak mengabulkan sebagian atau seluruh banding, kelebihan pembatalan pajak dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar dua persen sebulan, untuk paling lama 24 bulan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) sejak 2000 hingga 2008, sebesar 80 persen kasus dimenangi WP. Pada 2007, dari 2.270 perkara pajak yang diputus, Ditjen Pajak hanya menang untuk 406 kasus.
Sementara pada 2008, dari 3.027 kasus yang diputus Pengadilan Pajak dengan nilai Rp 16,1 triliun, WP memenangi 2.777 kasus dan sisanya dimenangkan Ditjen Pajak. Kerugian negara jika ini terjadi penyimpangan mencapai sekitar Rp 12,5 triliun.
Dalam hal kerawanan ini, Dirjen Pajak, Tjiptardjo, mengakui setidaknya
15ribu aparat Ditjen Pajak di Indonesia cukup rav/an melakukan penyelewengan. Umumnya, mereka berada di empat titik unit lahan basah, yakni bidang pemeriksaan,account representative, juru sita, serta penelaah keberatan dan banding.
Selain kebocoran-kebocoran ini, upaya untuk menagih utang pajak yang belum dibayarkan WP juga harus menjadi prioritas Ditjen Pajak. Ingat, jumlah nilai tunggakan pajak pada Maret 2010 lalu belum bergeser lebih jauh dari posisi Januari 2010. Ditjen Pajak melansir tunggakan pajak per akhir Maret lalu mencapai Rp 50,5 triliun atau menurun dari awal tahun Rp 50,8 triliun.
Pengawasan lemah
Kebocoran penerimaan dari sektor pajak ini memperlihatkan adanya kelemahan pengawasan yang dilakukan internal pajak. Direktorat Intelijen dan Penyidikan
Ditjen pajak yang seharusnya bisa memberikan informasi soal kekayaan atau harta yang dimiliki petugas pajaknya, ternya ta hanya mampu melakukan penyidikan terhadap WP yang nakal. Itulah yang kemudian dikritisi sejumlah anggota Panja Pajak DPR.
Anggota Panja, Ecky Awal Mucharam, mengatakan ada hal yang salah terkait dengan interpretasi dari fungsi intelijen dan penyelidikan. Menurutnya, unit mi seharusnya tidak hanya mengawasi wajib-wajib pajak, namun petugas pajak. Karena itu, kata dia, keduanya saling bersinggungan dan memiliki keterkaitan.
"Kemampuan intelijen ini bukan cuma WP, tapi juga petugas pajak," terangnya. Ia juga mensinyalir, kasus Gayus ini bukanlah yang pertama. Tetapi, masih ada Gayus-Gayus yang lain.
Tjiptardjo pun mengakui lemahnya pengawasan. Namun, dia berjanji akan melakukan pembenahan ke depan. Bahkan, kata dia, selama kuartal pertama ini pihaknya telah memberikan sanksi lebih dari 200 orang. Salah satu modus yang dilakukan, yakni pemalsuan data pajak. "Tapi, bukan berarti kalau ada tikus di lumbung, semua dibakar bersama lumbung dan padinya, lean?" kilah Tjiptardjo
Ecky lantas mengusulkan supaya BPK mengaudit Ditjen Pajak. Audit yang dilakukan adalah audit kepatuhan serta bagaimana pelaksanaan standard operating procedure (SOP) "Yang tidak boleh adalah audit pengisian SPT. Karena yang kita minta adalah audit kepatuhan," kata dia.
Pengamat Perpajakan. Darussalam, mengatakan reformasi harus dilakukan ke semua institusi perpajakan yang ada Selain Ditjen Pajak, reformasi dilakukan pada DPR yang mengeluarkan UU perpajakan, pengadilan pajak, serta asosiasi konsultan pajak. Saatnya pengganti Bu Sri Mulyano adalah MENKEU baru Yangg Mampu mrningkatkan Pendapatan Negara dari Pajak dan sanggup Basmi Markus Pajak Meminimalisai Kebocoran Pajak serta basmi Praktek manipulasi laporan Pajak Sari 1.857000 baik perusahaan atau perseorangan terdektesi mendekati 2 juta Wajib Pajak Kelas Kakap ada main ‘ mark up bekerja sama dengan aparat Perpajakan dalam membayar Pajak
Kini. Ditjen Pajak bersama Kementerian Keuangan bahu-membahu membenahi citra institusi pajak itu. Untuk langkah awal Ditjen Pajak, temyata cukup sepele, yakni mengganti slogan. Perubahan slogan baru yang sebelumnya Lunasi Pajaknya, Awasi Penggunaannya menjadi Bayar Pajaknya. Awasi Pemungutannya. Semoga Presiden SBY dengan MENKEU Baru Segera Cari Pengganti Dirjen Pajak yang Berani Pada Markus Pajak atau Para accountan pajak yang nakal Sanggup Bekerja secara teliti dan bersih Korupsi,
Kini Rakyat Menanti Bukti Mampukah Pemerintahan SBY dapat betul-betul laksanakan Pembenahan Penerimaan Pajak
. mt*.r, ai & gustaf

Rabu, Mei 12, 2010

FILIPINA Jelang Kembalinya Trah Aquino



TEKAD itu muncul saat dia menyaksikan ratusan ribu warga Filipina tumpah ke jalan melepas kepergian ibunya, bekas presiden Corazon "Cory" Aquino. "Tak seorang pun dapat membantah bahwa rakyat berharap kembali ke suatu masa ketika kita memiliki demokrasi dan kemerdekaan yang sesungguhnya," begitu kalimat spontan yang meluncur dari mulut Benigno Aquino Jr.

Saat itu pria bujang yang akrab disapa Noynoy ini sudah menjadi senator. Tapi posisi itu dirasanya masih jauh untuk dapat mewujudkan demokrasi dan kedamaian bagi rakyat Filipina, yang dibayangi korupsi, kekerasan bersenjata, dan separatisme.

Tepat 40 hari setelah wafatnya Cory, di Kalayaan Hall of Club Filipino di Greenhills, San Juan City, Noynoy mengumumkan tekadnya mengikuti pemilihan umum 2010. Di tempat ini pula ibunya diambil sumpah sebagai Presiden Filipina pada 1986. "Saya menerima amanat rakyat Filipina untuk mencalonkan diri sebagai presiden," kata Noynoy, disambut tempik sorak pendukungnya. Partai Liberal menyokong penuh langkahnya itu.

Kehadiran Noynoy memberikan secercah harapan bagi rakyat Filipina. Sejumlah politikus yang telah mencalonkan diri menjadi presiden mundur teratur melihat dukungan rakyat yang begitu besar kepadanya. Partai Iglesia ni Cristo, yang selama ini mendukung bekas presiden Joseph Estrada, pun telah berpaling menyokong Noynoy. "Saya terkejut, tapi menghormati keputusan mereka. Saya tidak kehilangan harapan," kata pria 73 tahun yang kembali mencalonkan diri itu

Konglomerat Manuel "Manny" Villar pun tak gentar melihat besarnya dukungan kepada Noynoy. Manny, yang juga seorang senator, menyebut Noynoy kurang berpengalaman. "Dia belum menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan tidak pernah memimpin," ujarnya.

Noynoy memang terhitung pendatang baru di dunia politik Filipina. Karier politik pencinta biliar ini baru dimulai saat dia terpilih menjadi anggota DPR dari Distrik Tarlac pada 1998. Sembilan tahun kemudian, dia terpilih sebagai anggota senat.

Sebelum terjun ke politik, Noynoy berkutat dengan bisnis di berbagai perusahaan ternama di Filipina. Dia pernah bekerja di Nike, Mondragon, dan Intra-Strata sebelum akhirnya pada 1993 bekerja di pabrik gula milik keluarga Cojuangco, keluarga dari garis ibunya: Azucarera de Tarlac.

Dalam kampanyenya, Noynoy berjanji akan memerangi korupsi yang terjadi di Filipina semasa kepemimpinan Presiden Gloria Macapagal-Arroyo. Dia juga akan membentuk komisi khusus untuk menyelidiki skandal yang melibatkan pemerintah Arroyo. "Kantor atau komisi inilah yang nantinya akan memeriksa semua pelanggaran pemerintah sebelumnya," katanya.

Rencana tersebut mendapat reaksi keras dari Joseph Estrada, yang kembali mencalonkan diri. Komisi tersebut, menurut dia, telah dibentuk semasa ibu Noynoy menjadi presiden. "Nihil, tidak ada hasilnya. Lembaga itu justru menjadi sarang korupsi," katanya tegas.

Toh, survei beberapa lembaga menunjukkan tema antikorupsi-dan darah biru kedua orang tuanya-membuat Noynoy berpeluang besar menjadi presiden. Kepercayaan kalangan pengusaha terlihat dari hasil jajak pendapat yang dilansir ING Bank Filipina, pertengahan April lalu. Noynoy meraih 37 persen suara, disusul sepupunya, Gilbert Teodoro, dengan 28 persen, dan Manny Villar, 23 persen suara.

Jajak pendapat yang diselenggarakan Social Weather Stations sejak Desember lalu menunjukkan popularitas Noynoy terus melejit. April lalu, dia berhasil meraih 38 persen suara, mengalahkan Manny Villar, yang perolehan suaranya turun menjadi 28 persen, dan Estrada, yang hanya 17 persen. Dalam jajak pendapat Pulse Asia, Noynoy berada di urutan pertama dengan 39 persen suara. Urutan kedua, dengan 20 persen suara, ditempati Manny Villar dan Estrada.

Direktur Institut Reformasi Politik dan Pemilu Ramon Casiple tak heran dengan hasil jajak pendapat yang mengunggulkan Noynoy. Senator yang dekat dengan kalangan lembaga swadaya masyarakat, aktivis, dan wartawan ini bahkan dipastikan akan memenangi pemilu mendatang. “Rakyat butuh figur yang bisa dipercaya untuk membersihkan kekacauan yang ditinggalkan Arroyo,” katanya.

Sayangnya, pesta kemenangan Noynoy sepertinya harus ditunda. Komisi Pemilu Filipina telah mengumumkan terjadinya kerusakan optik pemindai pada mesin penghitung suara. Akibatnya, mesin itu harus diganti dan pemilu ditunda. Keputusan tersebut langsung ditentang Noynoy. “Mesin rusak tidak boleh menjadi hambatan untuk melaksanakan pemilu,” katanya dalam konferensi pers di Aquino-Roxas di Cubao, Quezon City.

Suryani Ika Sari (Philippine Star, Inquirer, Manila Times, Manila Bulletin)

Minggu, Mei 09, 2010

Burhanuddin: Golkar Masuk, PKS Tak Tidur Nyenyak


JAKARTA- Ditunjuknya Abu Rizal Bakrie sebagai ketua harian koalisi partai menimbulkan ancaman Partai Keadilan Sejahtera. Pasalnya, Golkar akan memegang kendali koalisi setelah berada di posisi tersebut.

"Dipilihnya Ical sebagai panglima koalisi, menimbulkan ada beberapa partai yang nantinya tidak bisa tidur nyenyak. Partai nakal akan terancam, saya sebut saja PKS," kata pengamat politik Burhanuddin Muhtadi saat diskusi polemik di Jakarta, Sabtu (8/5/2010).

Ancaman reshuffle di kabinet Indonesia bersatu jilid II, menimbulkan Partai Golkar memiliki peluang menambahkan kadernya duduk di posisi menteri.
"Otomatis menimbulkan banyaknya insentif untuk Partai Golkar," terangnya.

Saat terjadinya gonjang-ganjing terkait skandal bank Century lalu, SBY memang tak serta merta memangkas partai koalisi yang membangkang karena khawatir menjadi bumerang ke pemerintah.

"Jika SBY langsung reshuffle pada saat kemenangan opsi C di sidang paripurna DPR, dikhawatirkan akan jadi peluru baru bagi parpol koalisi pendukung opsi C," sambungnya.(kem)

Selasa, Mei 04, 2010

Sabtu, Mei 01, 2010

Buruh, Martabat Manusia, dan Keadilan

NASIB buruh di negeri ini masih memprihatinkan. Bergaji pas-pasan, para buruh itu seperti kuli di negeri sendiri, menjadi bangsa kuli yang harus bertaruh dalam ketidakpastian.

Merekalah saudara-saudara kita yang mesti kita bela dan perjuangkan. Harkat dan martabat mereka sebagai manusia, harus kita tegakkan.

Dalam peringatan Hari Buruh Dunia, pada Sabtu (1/5), massa pengunjuk rasa dilarang mengikutsertakan kerbau atau hewan dalam aksi yang diperkirakan melibatkan massa aksi yang banyak tersebut. Membawa binatang yang membahayakan ketertiban umum akan dilarang.

Polisi memperkirakan, para buruh dari pinggir Jakarta akan masuk ke Jakarta menuju sasaran, Istana Negara, Istana Wapres, Gedung DPR, Kantor Jamsostek, Kantor Kementerian Tenaga Kerja, dan Bundaran Hotel Indonesia. Selain menjaga sejumlah tempat itu, polisi secara khusus akan menjaga pabrik-pabrik yang pada tahun lalu kerap menjadi sasaran razia buruh untuk mengajak rekannya ikut berdemo.

Puluhan ribu buruh bersama dengan sejumlah elemen kemasyarakatan dan kemahasiswaan dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, berunjuk rasa menuntut reformasi sistem jaminan sosial sambil merayakan Hari Buruh Internasional di Jakarta, Sabtu (1/5).

Mereka menuntut pemerintah segera merealisasikan berbagai regulasi yang dibutuhkan untuk menjalankan UU No 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Pemerintah harus mendukung SJSN yang akan melindungi rakyat Indonesia, tidak hanya kaum pekerja semata.

Komite Aksi Jaminan Sosial yang beranggotakan 54 elemen serikat pekerja/serikat buruh, organisasi kemasyarakatan, dan kemahasiswaan akan mengorganisasi aksi damai itu di Istana Merdeka. Massa mendesak pemerintah dan DPR tak menunda-nunda pelaksanaan SJSN.

Presiden SBY jangan sampai melanggar konstitusi dengan lima tahun mengabaikan UU No 40/2004. Buruh akan membentuk rantai manusia mengelilingi istana untuk meyakinkan pemerintah bahwa SJSN sama pentingnya dengan kasus Bibit-Chandra atau Bank Century.

Bersamaan dengan aksi di Jakarta, ribuan pendukung Komite Aksi Jaminan Sosial juga akan berunjuk rasa dengan isu serupa di semua kota besar di Pulau Jawa. Sampai saat ini, Komite Aksi Jaminan Sosial sudah menerima surat dukungan dari puluhan anggota DPRD.

Kita mendesak dunia usaha dan pemerintah duduk bersama buruh dalam mencari solusi agar SJSN itu bisa dilaksanakan. Bukan demi buruh melainkan demi kesejahteraan pekerja dan harkat serta martabat mereka.

Sebagai negara berideologi Pancasila, kita harus malu bahwa nasib buruh masih jauh dari kelayakan yang semestinya. Peringatan Hari Buruh 1 Mei hendaknya melecut kita untuk berempati kepada mereka. [mor]

Sabtu, April 24, 2010

Tim Marinir TNI AL Tinjau BMP-3F ke Rusia


JAKARTA - Korps Marinir akan mengirimkan tim teknis ke Rusia untuk melihat langsung penyelesaian pengadaan tank amfibi BMP-3F yang kontrak pengadaannya disepakati pada Agustus 2008.
Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M.Alfan Baharudin ketika di konfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa (23/3) mengatakan, semula tim berangkat pada Maret 2010, namun karena masih ada kegiatan latihan rutin, maka tim berangkat akhir April 2010.

"Tim akan meninjau persiapan akhir penyelesaian pengadaan tank amfibi BMP-3F secara langsung, dan kemungkinan tiba di Indonesia sekitar Agustus tahun ini," ungkapnya.

Alfan menambahkan, ke-17 unit tank amfibi BMP-3F itu akan dioperasikan di Brigade Infanteri 1/Surabaya sebanyak 10 unit dan Brigade Infanteri 2/Jakarta sebanyak tujuh unit.

Sebelumnya, Korps Marinir TNI Angkatan Laut memperoleh hibah sepuluh tank amfibi dengan jenis landing vehicle track-7A1 dari Korea Selatan yang merupakan tank buatan Amerika Serikat tahun 1983.

Landing vehicle track (LVT)-7A1 ini sama kelasnya dengan tank amfibi PT 76 dan tank amfibi BTR 60 yang sudah dimiliki Indonesia. Kerja sama ini berawal dari pembicaraan tahun 2007. Saat itu Korea Selatan telah menawarkan LVT-7A1 kepada Indonesia. Namun, karena menunggu izin dari AS, kesepakatan ini baru bisa diwujudkan.

Tank amfibi LVT-7A1 merupakan hasil modifikasi dari jenis LVT yang dijuluki Alligator. Tank yang hingga kini masih digunakan Marinir Korea Selatan sama dengan yang digunakan dalam serangan Inggris ke Falkland, Perang Teluk, dan Perang Irak.

Korea Selatan juga memberikan satu paket suku cadang. LVT-7A1 mempunyai berat 22,8 ton, panjang 7,94 meter, lebar 3,27 meter, dan tinggi 3,26 meter.

Sumber : ANTARA

Rabu, April 21, 2010

Rudal Iran Jangkau Benua Amerika




Rudal Iran mungkin mencapai AS pada tahun 2015
By JPOST.COM STAFF 20/04/2010 11:29
20/JERUSALEM POST

Iran dapat mengembangkan rudal yang mampu mencapai AS pada tahun 2015, laporan disampaikan kepada Kongres Senin malam menegaskan.

“Dengan bantuan asing yang cukup, mungkin Iran bisa mengembangkan dan menguji sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu menjangkau Amerika Serikat pada tahun 2015,” laporan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyatakan.

” Ia menambahkan bahwa “nuklir program Iran dan kemauan untuk tetap terbuka kemungkinan untuk mengembangkan senjata nuklir merupakan bagian sentral dari strategi pencegahan tersebut.”

Laporan tersebut menunjukkan bahwa meskipun Iran memiliki kekuatan militer konvensional yang cukup besar, akan tidak cocok untuk suatu “terlatih, canggih militer seperti yang dari Amerika Serikat atau sekutunya” dalam hal terjadi konflik bersenjata.

. Laporan ini juga mencatat perilaku duplicitous’s Iran di Irak dan Afghanistan, di mana janji untuk mempromosikan stabilitas namun selama itu terus mendukung kelompok perlawanan dan kelompok terroists di dalam kedua negara.

Pada hari Minggu, Adm AS Michael Mullen, ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan bahwa serangan Amerika pada Iran akan pergi “jauh” untuk menunda program nuklir negara itu. The Telegraph melaporkan bahwa Mullen, berbicara pada sebuah forum di Columbia University, mengatakan serangan militer adalah pilihan terakhir “” tapi rencana seperti kontingensi yang telah dilakukan.


Senin, April 19, 2010

Islam Politik dan Formasi Otoritas Haba’ib Dari Kwitang Hingga FPI


Habaib
Keberadaan Habaib telah menarik perhatian banyak pihak dari masa kolonial hingga sekarang. Habaib dipotret sebagai orang Indonesia yang mempunyai otoritas religius tetapi berbeda dengan yang lain, karena hubungan geneologisnya dengan Muhamad SAW. Habaib merupakan panggilan kehormatan pada para sayyid keturunan Ba alawi atau Al-alawiyah yang kemudian melahirkan keluarga-keluarga seperti Basyir, Shahab, Alatas dll. Pusat Kajian Agama dan Kebudayaan (CSRC), UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, beberapa waktu lalu mengadakan sebuah diskusi meja-bundar untuk membahas fenomen politik para Haba’ib tersebut dengan mengundang pembicara Ismail F. Alatas, Research Scholar Department of History, National University of Singapore (NUS). Peneliti Interseksi, Dina Amalia Susamto menuliskan laporannya untuk Anda.

Ismail F. Alatas, membuka presentasinya dengan sebuah kutipan dari Gunawan Muhamad yang menulis tentang seorang Jawa yang menggurui dua orang klan dari Arab yaitu baasyir Shihab, bahwa bangsa ini merupakan bangsa yaKeberadaan Habaib telah menarik perhatian banyak pihak dari masa kolonial hingga sekarang. Habaib dipotret sebagai orang Indonesia yang mempunyai otoritas religius tetapi berbeda dengan yang lain, karena hubungan geneologisnya dengan Muhamad SAW. Habaib merupakan panggilan kehormatan pada para sayyid keturunan Ba alawi atau Al-alawiyah yang kemudian melahirkan keluarga-keluarga seperti Shahab, Alatas dll.

Balalawi merupakan suatu tarikat yang berbeda dengan tarikat lainnya. Balalawi tidak mempunyai ordo. Ia adalah sebuah kompleks yang mempunyai wali, ritual, teks-teks, tempat-tempat suci di Hadramaut, network yang dikukuhkan oleh persahabatan, dan garis genealogis.

Pada saat Balalawi meninggalkan hadramaut, hubungan genealogis Al-alawiyah tetap dijaga identitasnya dengan cara mengingatkan para pengikutnya, membedakan keturunan Balalawi dengan yang lain. Kekuatan genealogis ini menyukseskan keberadaan para habaib di tempat-tempat baru dimana mereka berada.

Ketika masuk ke Nusantara mereka melebur dengan masyarakat lokal setempat dan tidak takut bahwa kearaban mereka akan hilang, karena yang terpenting bukan kearaban tapi geneologi mereka yang tetap utuh. Baru pada awal abad ke-20, akhir abad ke-19, setelah pesatnya perkembangan teknologi mendekatkanjarak hadramuth ke Nusantara, muncul paham-paham baru modernisme, Arabisme. Pemerintah kolonial mempunyai peranan yang besar mengubah kerangka pikir orang-orang Hadramuth ini di bawah kerangka etnisitas Arab, sejak mereka ditempatkan dalam ghetto-ghetto yang terpisah dengan masyarakat lokal. Proses asimilasi pada saat itu berhenti dan mereka menginternAlisasi bahwa mereka keturunan Arab yang menggurui saudara mereka, masyarakat lokal.

Ketika kolonialisme, orang-orang Hadramaut ini lebih banyak membicarakan tentang negeriasal mereka, semacam long distance nationAlity. Mereka menulis di surat-surat kabar tentang tanah asal mereka. Hal ini menimbulkan respon dari kalangan nasionalis Indonesia seperti Sukarno, Agus Salim, dan lain-lain sehingga akhirnya mereka dikeluarkan dari pergerakan nasionalis Indonesia, seperti Syarikat Islam. Padahal awalnya mereka juga banyak berperan dalam pergerakan tersebut.

Seorang Abrahm Baswedan kemudian melihat bahaya situasi ini dan membuat pernyataan; “kita harus mengubah kearaban menjadi keindonesiaan. Kemudian ada semacam sumpah pemuda turunan Arab, bahwa mereka bertumpah darah indonesia, bertanah air Indonesia. Para habaib dari ba alawiyah ini pun yang semula hanya mempunyai tarekat keluarga, menjadi lebih lebur dengan keindonesiaan.

Ada tiga tokoh Habaib yang berperan dalam perjalanan sejarah Habaib di Indonesia.

1. Abdul Rahman Al-Habsyi/ Habib Ali Kwitang (1870)

Habib Ali Kwitang yang merupakan murid dari Habib Usman Bin Yahya, sangat mengikuti jalan politik sunni yang akomodatif terhadap power struktur. Internalisasi keislmannya salah satunya adalah dengan menyerang praktik-praktik azimat yang membodohi masyarakat dan digunakan untuk melawan otoritas pemerintah kolonial yang sah. Paham sufi yang diajarkannya yaitu kesalehan profetik yang mengartikulasikan tasawuf berdasarkan orientasi syariah yang mengikuti sunnah nabi secara internal dan eksternal. Aliran tasawuf yang diajarkannya diterima oleh kalangan islam reformis. Habib Ali kwitang juga bermain di kubu para nasionalis. Ia menunjukkan nasionalismenya dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam ceramah-ceramahnya.

Agenda-agenda yang dijalankan oleh Habib Ali Kwitang adalah membangun jaringan dengan mengunjungi kyai-kyai kampung di seluruh betawi. Ia juga membuka taklim dengan kalangan masyumi dan mengajak kyiai-kyai kampung beserta murid-muridnya untuk datang dalam majlis tersebut, sehingga kyai-kyai ini sangat menyuport kwitang. Agenda yang paling penting dilaksanakan dalam rangka menguatkan identitas genealogis al-alawiyah adalah mengadakan maulid nabi tiap tahun, dimana habib sebagai cucu nabi sangat diistimewakan. Sunah nabi sering digunakan untuk menguatkan otoritas mereka sehingga meskipun keluar dari etnisitas Arab, tetapi identitas mereka secara geneologi al-alawiyah dapat utuh. Sunah tersebut adalah:
“aku tinggalkan padamu 2 perkara, yaitu Al-Qurnan dan keturunanku, maka ikutilah.” Kemahiran Habib Ali Kwitang dalam jaringan ini menurut Alatas membuat Kwitang menjadi sentral, meskipun hal tersebut tidak diakui oleh Habib di bungur, Bogor, karena Kwitang dekat dengan kolonial.

2.Habib Ali Husein Alatas (1889)/Habib Bungur,

Berbeda dengan habib Kwitang, Habib ini tidak bisa berpidato. Meskipun ia sering melontarkan kritik-kritik terhadap Kwitang, tetapi ia tetap mendatangkan murid-murid senior di Kwitang untuk mengajar di Bungur, Peranannya mengintensifikasikan jaringan yang dibuat Habib Kwitang dengan menulis buku tentang tokoh-tokoh Habaib yang menjadi tokoh utama dalam penyebaran agama Islam di Nusantara sejak zaman kerajaan Demak hingga Banten. Teks tersebut bertujuan membangun komunitas dan imajinasi para kyai-kyai di Indonesia. Ini dikuatkan dengan mobilitas Habaib bersama kyai-kyai kampung untuk mengadakan tur ziarah ke seluruh situs-situs suci tarekat Al-alawiah. Komunitas tekstual dan mobilitas ini juga dimanfaatkan oleh kyai-kyai kampung untuk mencitrakan diri terutama kyai-kyai yang tidak mempunyai trah ulama tradisional.

3. Habib Ali Ibnu Jidan
Habib ini bukan seorang yang akomodatif terhadap keberadaan pemerintah kolonial Belanda dan Jepang. Ia seorang nasionalis yang masih menggunakan trah Balalawi. Ia mempunyai kelompok dalam perawian hadis yang disanadkan oleh internal Bal-alawi, bapak-anak, bapak-anak dst. Hadis ini dapat mensuport genealogi para Habib yang merupakan cucu nabi. Ibnu Jiddan menurut Alatas mengindonesiakan gelar habib menjadi KH. Sayyid, dalam rangka keluar dari kerangka etnisitas kearaban. Habib Ali Jidan adalah Habib pertama yang masuk dalam partai golkar. Kejadian ini banyak mengundang protes para kyai-kyai masyumi dan NU di kwitang termasuk Habib Bungur, sehingga mereka meninggalkan kwitang. Kwitang pada saat itu menjadi hancur. Tetapi dalam kehancurannya Habib Ibnu Jidan bersama Presiden Suharto saat itu membangun suatu Islamic Centre yang pertama di Indonesia.

Pada akhirnya bagaimana formasi tarekat alawyah yang semula adalah tarekat keluarga ini menjadi dapat beradaptasi dengan diskursus lain. Rekonfigurasi para Habaib ini membuat keberadaan Habaib terus eksis. Terbukti tahun 1997 banyak pihak memanfaatkan kapital sosial para Habaib untuk membangun jaringan massa secara informal yang mudah dibentuk dan dibubarkan, diantaranya kalangan militer dalam PAN Swakarsa. Alatas juga mengatakan FPI merupakan salah satu yang dimanfaatkan status quo. FPI merupakan kombinasi sejarah formasi Habaib dan otoritasnya serta konteks politik kontemporer Indonesia.

Dari paparan Alatas di atas menurut Rohedi, penanya pertama, tampak para Habaib ini cenderung dekat pada kekuasaan. Ini bukan persoalan lebur pada masyarakat lokal, menurut Roheidi, ini persoalan bagaimana para Habaib menancapkan pengaruh di tempat-tempat baru dalam diaspora mereka dari Hadramuth. Mungkin ada latar belakang atau political context yang menyebabkan mereka mencari tempat-tempat baru. Masih behubungan dengan situasi di Hadramuth dan keterkaitannya dengan para klan ini di Nusantara, penanya kedua menggunakan istilah rivalitas yang diimport dari Hadramuth ke Indonesia, tantang persoalan siapa yang dominan diantara klan-klan tersebut, dan bagaimana dengan klan Al-aidit yang nampaknya tidak mempunyai akses seperti klan Alatas misalnya dalam hal pendidikan. Penanya kedua juga mempertanyakan tantang FPI yang bahasannya hanya sekilas, apakah yang menyebabkan Habib Riziq nampaknya berbeda dengan para Hbaib yang lain, dalam cara pandang terhadap agama dan politik, apakah ini berkaitan dengan perbedaan ratib dalam liturgi yang dibawakan oleh habib Riziq?Penanya ketiga menanyakan matapencaharian Para Habaib, karena ia melihat berapa otoritas disalahgunakan oleh para Habaib dalam mengambil keuntungan ekonomi.

Alatas memaparkan bahwa sejak di Hadramaut memang para habib ini dekat dengan kekuasaan. Tapi Habib Usman Yahya, guru Habib Ali Kwitang, merupakan murid dari 1 generasi yang protes terhadap politik praktis di Hadramuth. Ketika di Indonesia tradisi itu tetap berlangsung, karena memang diakui bahwa dekat dengan kekuasaan adalah cara paling efektif untuk mempengaruhi. Hanya 1 atau 2 Habaib yang berada pada posisi oposan. Tokoh-tokoh dalam klan-klan yang dominan adalah keluaga-keluarga yang mempunyai otoritas religius yaitu Bin Jidan, Alatas dan Al-Habsyi. Antar keluarga ini memang mempunyai kecenderungan yang berbeda, yang mempengaruhi aktivitas mereka. Al-aidit adalah klan yang resesif sehingga tidak muncul dalam perpolitikan para habaib.

Pembacaan ratib hanya liturgical technic yang tidak berpengauh dalam pemahaman agama dan politik. Menurut Alatas yang membuat Habib Riziq berbeda dengan para Habaib yang lain karena sejak kecil pendidikan Habib Riziq di Saudi Arabia. Menjawab pertanyaan tentang fenomena para Habaib yang menggunakan otoritasnya untuk keuntungan ekonomi menurut Alatas merupakan suatu kenyataan yang bukan tidak dikritik oleh generasi muda Al-alawiyah. Ada sebuah anekdot tentang pergeseran dari otoritas religius ke kebutuhan ekonomi ini :

seorang Habaib berwasiat pada anaknya, “Nak, kalau kamu bangkrut, sudah tidak punya apapun, betul-betul habis bukalah ini.” Sang ayah memberikan satu bungkus kotak. Di suatu hari ketika anak Habaib ini benar-benar bangkrut, ia membuka isi kotak itu, yang ternyata isinya adalah jubah dan sorban.

Keberadaan Habaib menurut Alatas seiring dengan fluktuasi demokrasi di Indonesia digunakan oleh para politisi untuk mendapatkan massa. Bukankah hubungan ini sangat kausalitas mengingat sejak awal para Habaib ini juga menggunakan para penguasa untuk mendapatkan pengaruh massa di tempat-tempat baru orang-orang Hadramuth berdiaspora. Tidak menjadi sesuatu yang baru jika kemudian fenomena ini berlaku sebaliknya dimana para politisi menggunakan para Habaib dan massanya untuk memperoleh kemenangan demokrasi. Simbisosis mutualisme ini dilihat dari sudut pandang para Habaib yang dinyatakan Alatas untuk terus melakukan rekonfigurasi yang adaptif sebagai suatu usaha mempertahankan status quo-nya, sehingga apakah kerangka etnisitas yang berusaha dihilangkan dan diganti kerangka al-alawyah sebagai kuturunan nabi, keduanya tidak mengalami apa yang disebut Alatas sendiri para Habaib yang inklusif, anti kekerasan dan berbeda dengan FPI.

FPI yang dalam analisis hanya disebut sekilas mengeluarkan Habib Riziq dari tradisi habaib Al-alawiyah yang lain dengan alasan dibesarkan di Arab Saudi dan tidak menggunakan tradisi seperti Habaib yang lain tetapi menggunakan otoritas Habib. Meskipun Harun, salah satu penanya, mengatakan bahwa anggap saja Habib Riziq merupakan salah satu habib yang nyleneh, seperti juga Habib Munsyir yang tidak menggunkan metode jaringan kyai-kyai kampung, tetapi persoalan lain adalah penanda genealogis yang membedakan dengan non-alawiyah ini sulit untuk benar-benar lebur dengan masyarakat lokal. Jadi jawaban Alatas pada penanya yang mengatakan apa pentingnya alawiyah dan non-alawyah, juga sekaligus pernyataan yang sama Gunawan Muhamad tentang orang lokal yang menggurui dua klan Baasyir dan Shihab yang seakan ada dikotomi terbalik local-non local. Pernyataan Alatas yang akhirnya mengatakan sulit untuk menjadi 2 entitas sekaligus, tidak seperti orang Jawa atau Sumatara yang pada saat yang sama bisa menjadi orang Indonesia: sedangkan orang arab atau China akan sulit, karena menurut Alatas mereka akan selalu ditempatkan pada narasi histori nasional sebagai keturunan imigran, lalu dijadikan kelompok etnis. Alatas menyebutkan contoh, kalau Amrozi yang meledakkan bom Bali, ia hanya akan dipandang sebagai Amrozi tetapi jika Habib Riziq atau keturunan migran lain akan dipandang lebih dalam lagi latar belakang etnisitasnya, seperti yang dilakukan oleh Gunawan Muhamad dalam menggurui dua klan di atas. Alatas mengatakan, mengetniskan itu tidak perlu lagi dilakukan dalam suatu negara yang demokrasinya sudah dewasa.

Hari Jadi Militer Iran





Digelar nya Rudal Shahab 3 dan Rudal Sijjil Ramaikan Hari Jadi Militer Iran

Panglima angkatan darat Republik Islam Iran, Ahmad Reza Pourdastan mengatakan, militer Iran adalah pasukan terkuat di kawasan.

IRNA melaporkan, Brigjen Ahmad Reza Pourdastan Ahad (18/4) saat peringatan hari ulang tahun militer Iran menekankan kesiapan militer Republik Islam Iran untuk mempertahankan kedaulatan negara ini.

Ia menambahkan, para musuh saat ini belum mampu untuk membuka front ketiga terhadap Iran. Panglima angkatan darat Iran menegaskan bahwa militer Iran merupakan benteng pertahanan kokoh negara. Menurutnya, militer Iran akan menumpas setiap kekuatan yang merongrong negara.

18 April bertepatan dengan 29 Farwardin 1389 adalah hari ulang tahun militer Iran. Peringatan hari jadi militer Iran ini diliput berbagai media massa baik lokal maupun asing seperti, televisi Aljazeera, LBC Lebanon, RTA Rusia, ABC AS dan Anatoli Turki.

Sementara itu, di hari jadi militer Iran juga dipamerkan rudal balistik Shahab 3 dan Qadr pertama yang merupakan generasi modern Shahab 3. Rudal ini memiliki panjang 16 meter. Kedua rudal tersebut berbahan bakar cair. Tak hanya itu, rudal Sijjil yang berbahan bakar padat juga diikutsertakan dalam hari jadi ini. selain itu pihak

Angkatan Bersenjata Iran juga mempublikasikan pernyataan Mantan tentara AS pada Dunia , Josh Steiber menyebut doktrin pendidikan militer AS adalah prinsip menganggap warga negara lain bukan manusia.Steiber telah mengabdi selama tiga tahun di militer AS dan kemarin (Ahad,18/4) kepada Press TV, mengatakan, “Salah satu alasan utama saya keluar dari dinas militer karena doktrin yang menganggap warga negara lain bukan manusia.” Ditambahkannya, masalah ini termasuk salah satu prinsip pendidikan militer AS.Pada kesempatan itu,Josh Steiber menyinggung lagu yang dinyanyikan oleh tentara AS tentang pembantaian terhadap wanita dan anak-anak (I went down to the market where all the women shop, I took out my machete and I began to chop. I went down to the park where all the children play, I pulled out my machine gun and I began to spray).

Tentara Republik Islam Iran Sangat Memahami Doktrin Militer AS: Warga Negara Asing Bukan Manusia ini disampaikan salah seorang tentara AS ysng Membelot ke Iran
Steiber menuturkan, mayoritas tentara AS sama seperti dirinya, mengalami depresi dan lelah dengan perang.

sumber BBC UK

Minggu, April 18, 2010

Apa yang dibutuhkan TNI AU 2010


Di HUT KE 64 TNI AU . Dephan dan DPR Wajib tambah segera beli 1. Skuadron Pesawat Sukhoi Su-35BM & Persenjataan Udara Abad 21

TNI AU Perlu Pesawat Sukhoi Su-35BM
Fatso – Sydney

Tulisan berikut masih ada kaitannya dengan tulisan lama saya yang berjudul “Gaung Pembelian Persenjataan RI” yang rupanya arsipnya sudah tidak ada lagi pada KoKi, tapi saya kaget juga saat mendapati tulisan tersebut sudah dijadikan diskusi pada dua buah situs. Belum lama ini dua pesawat Sukhoi Su-30MK2 TNI AU yang baru telah dikunci misil oleh fihak yang sampai sekarang belum diketahui saat sedang melakukan latihan diatas pesisir Sulawesi Selatan.

Tulisan ini mengulas perkembangan pesawat Sukhoi Flanker dan kemampuannya untuk menghadapi pesawat-pesawat siluman (Stealth).
***********************

Indonesia belum lama ini menerima penyerahan tiga pesawat tempur Sukhoi (baca: Suhoi) Su-30MK2 yang melengkapi dua buah pesawat Su-27SK dan dua buah pesawat Su-30MK yang sebelumnya sudah ada. Konon dibulan Agustus 2009 mendatang Indonesia akan menerima lagi tiga pesawat tempur Su-27SKM hingga jumlah total pesawat tempur dari keluarga Su-27/Su-30 (Sukhoi Flanker) yang dioperasikan Indonesia jumlahnya menjadi 10 pesawat dalam tahun 2009.


Ini suatu jumlah yang demikian minim untuk suatu skadron yang biasanya terdiri antara 12 pesawat hingga 24 pesawat. Misalkan saja skadron pesawat jet ‘pejuang’ Su-30MKM Malaysia terdiri atas 18 pesawat. Ada perbedaan antara pesawat Sukhoi Su-30MKM milik Malaysia dengan Sukhoi Su-30MK milik Indonesia karena dikeluarkan oleh dua pabrik yang berbeda. Semua pesawat Sukhoi Indonesia dikeluarkan oleh KnAAPO (http://www.knaapo.ru/eng/index.wbp), sementara semua pesawat Sukhoi Malaysia dikeluarkan oleh IAPO. KnAAPO menghasilkan pesawat-pesawat tempur Sukhoi Flanker yang dipesan oleh RRC, sementara IAPO menghasilkan pesawat-pesawat tempur Sukhoi Flanker pesanan India.

Ada perbedaan lagi antara pesawat Sukhoi Su-30MKI dan Su-30MKM yang sama-sama diproduksi oleh IAPO. Perbedaan itu terletak pada sistem avioniknya di mana India menggunakan sistem avionik buatan Israel dan Perancis, sementara Malaysia menggunakan sistem avionik buatan Perancis dan Afrika Selatan. Kolonel Penerbang Rusia (pensiun) Grigoriy “Grisha” Medved yang suka menulis di situs Air Power Australia memuji kualitas sistem avionik buatan Israel, sementara Malaysia rupanya demikian alergi untuk menggunakan produk-produk Israel. Ini berlainan halnya dengan TNI yang walaupun dengan diam-diam telah menggunakan persenjataan buatan Israel yang cukup bagus kualitasnya macam senapan serbu Galil. Bravo TNI!

Diduga modifikasi yang dilakukan India telah mendorong terciptanya pesawat tempur Su-35 yang versi awalnya demikian mirip dengan Su-30MKI di mana pesawat tempur Su-35 ini telah dikembangkan lagi menjadi Su-35BM (Bolshaya Modernizatsiya – Deep Modernisation) dengan memanfaatkan perkembangan teknologi mutakhir. Pesawat tempur Su-35BM yang diproduksi tahun 2009 menggunakan radar Tikhomirov NIIP Irbis-E ESA (turunan BARS radar) dengan daya output 20 KW yang mampu menjejak 30 sasaran terpisah dalam keadaan tetap mempertahankan pelacakan dari udara secara terus menerus (track-while-scan mode).

Terlihat adanya suatu kecenderungan sensor-sensor buatan Rusia sekarang dipersiapkan untuk pertempuran diluar batas pandang (BVR – Beyond Visual Range) dengan adanya peningkatan kemampuan jarak jelajah dan ketahanan terhadap gangguan ECM (Electronics Counter Measures). Dalam insiden Bawean pesawat F-16 Fighting Falcon TNI AU sempat mendapat serangan ECM pesawat-pesawat F/A-18 Hornet dari Angkatan Laut AS yang bersikap tidak bersahabat ketika mereka terbang di utara Pulau Bawean dalam insiden 3 Juli 2003.

http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0307/07/inspirasi/413831.htm

Sekarang ini pesawat-pesawat Sukhoi Flanker TNI AU akan mampu mengatasi pesawat-pesawat F/A-18 Hornet di mana Grisha menyebutkan bahwa pesawat Sukhoi Flanker itu ibaratnya pestisida bagi Super Hornet. http://www.ausairpower.net/APA-NOTAM-060807-1.html

Dalam situs tersebut ada tayangan klip video dengan permainan grafis dalam bahasa Rusia mengenai pesawat tempur Su-35BM lengkap dengan detail perlengkapan dan persenjataan yang bisa dibawanya. Klip video tersebut juga dilengkapi suatu animasi pertempuran antara pesawat-pesawat tempur Su-35BM melawan pesawat-pesawat tempur dari Uni Eropa maupun AS yang dilengkapi dengan pesawat peringatan dini di mana juga diperagakan kelebihan ‘3D thrust vectoring’ untuk memenangkan suatu ‘dog fight’. Adanya ‘thrust vectoring nozzles’ pada pesawat memungkinkan sang pilot untuk bisa melakukan manuver pagutan Kobra Pugachev yang legendaris.

Dengan menggunakan taktik yang tepat seperti yang dipaparkan oleh Grisha, pesawat-pesawat tempur Sukhoi Su-35BM yang dikombinasikan dengan pesawat tempur Sukhoi Su-30MK akan mampu menghadapi serbuan pesawat-pesawat siluman F-35 Lightning II (JSF – Joint Strike Fighter) yang belum lama ini sudah mulai dioperasikan AS. http://www.ausairpower.net/APA-NOTAM-030907-1.html

Seperti dijelaskan Grisha dalam bahasa ‘Russian English’-nya yang khas, suatu formasi pesawat-pesawat Su-35BM dan Su-30MK yang terbang berdampingan bisa saling bertukar informasi melalui jaringan radio digital TKS-2 Intraflight Network hingga posisi pesawat-pesawat F-35 Lightning II yang digelari Grisha sebagai F-35 ‘Pigeon’ (dikarenakan bentuk badan pesawatnya yang agak gemuk dan kecepatannya juga rendah) bisa diteruskan pada pesawat Sukhoi Flanker yang berada pada posisi paling tepat untuk meluncurkan misilnya. Pesawat tempur F-35 Lighning II ini diibaratkan oleh Grisha sebagai petinju bertangan pendek yang memiliki pukulan lemah (having short arms, no punch) dikarenakan keterbatasan pada daerah jelajahnya dan jumlah persenjataan yang bisa dibawanya.

Misil ramjet Vympel R-77M1 (kode NATO: AA-12 Adder) dilepaskan saat pesawat F-35 berada dalam jangkauan misil tersebut (175 km). Konon AS masih tertinggal dari Rusia dan gabungan empat negara Eropa (Perancis, Jerman, Inggris dan Italia) karena belum mampu mengoperasikan ramjet untuk misil-misilnya. Sementara misil Vympel R-77M1 merupakan misil tercanggih dunia saat ini dengan kecepatan maximum Mach 4 dan dirancang untuk menghabisi pesawat yang mampu bermanuver hingga mencapai 12g. Misil Vympel R-77M1 jangkauannya melebihi jangkauan misil buatan AS AIM-120D AMRAAM yang hanya 165 km (data ini masih perlu diuji kebenarannya dimasa depan) karena misil AIM-120C AMRAAM yang ada sekarang ini hanya memiliki jangkauan 105 km. Dengan demikian pesawat-pesawat Sukhoi Flanker bisa dengan leluasa melepaskan misil-misil ramjet Vympel R-77M1 tanpa kuatir mendapatkan serangan balasan selama jarak antar pesawat F-35 dan pesawat Sukhoi Flanker melebihi 165 km. Jika pesawat siluman F-35 melepaskan misil AIM-120D AMRAAM, maka pilot-pilot Sukhoi Flanker akan segera melakukan gerakan menghindar.

Pesawat-pesawat siluman F-35 memiliki keterbatasan dalam membawa misil AIM-120D AMRAAM yang jumlahnya maximum bisa dibawa hanya 4 buah saja jika masih ingin keunggulan ‘stealth’ pesawat tersebut dipertahankan. Jika sampai keempat misil ini habis dipergunakan, maka pesawat-pesawat F-35 akan segera menjadi bulan-bulanan pesawat Sukhoi Flanker. Saat pesawat F-35 melarikan diri, maka RCS (Radar Cross Section) akan terlihat sangat besar disamping terlihat kelemahan utamanya berupa temperatur gas buangannya yang 160 C lebih panas dari kebanyakan mesin jet pesawat tempur. Dengan demikian yang perlu dilakukan pilot pesawat Sukhoi Flanker adalah menggunakan keunggulannya dengan memacu pesawat untuk memperkecil jarak dan sesudahnya melepaskan sepasang misil sekaligus. Misil pertama adalah misil anti radar dan misil kedua adalah misil pencari panas (infra-red seeker). Jika ini terjadi maka kemungkinan besar pesawat F-35 akan menjadi “burung dara” panggang dalam sekejap mata. Misil pencari panas Rusia yang baru sudah dilengkapi dengan ‘imaging infra-red’ (IIR) sehingga bisa membedakan antara sasaran sebenarnya dan ‘flare’ yang dilepaskan sasaran untuk mengecoh.

Skenario diatas terdengarnya begitu mudah dan sederhana untuk menghancurkan pesawat tempur F-35 Lightning II yang merupakan pesawat tempur generasi ke-5 buatan AS di mana telah dihabiskan anggaran dana yang demikian besar dari gabungan beberapa negara untuk membuatnya. Tapi dalam kenyataannya tidaklah semudah itu karena biar bagaimanapun pesawat tempur F-35 merupakan pesawat siluman (Stealth). Metoda yang diterapkan Grisha adalah “DIED” (Detect, Identify, Engage, Destroy) di mana untuk mendeteksi pesawat siluman tidaklah mudah dan untuk itu diperlukan bantuan radar-radar khusus di darat.

Grisha mengakui bahwa 10 tahun yang lalu fihaknya merasa kesulitan dalam menghadapi pesawat-pesawat siluman AS yang demikian leluasa menerobos masuk wilayah lawan dan menghancurkan sistem pertahanan udara mereka. Tapi titik terang mulai muncul pada tanggal 17 Maret 1999 saat mana Serbia berhasil merontokan pesawat siluman F-117A Nighthawk melalui misil darat ke udara kuno SA-3 Goa buatan Uni Soviet tahun 1960-an yang sudah dimodifikasi oleh Kolonel Zoltan Dani untuk beroperasi pada frekuensi yang lebih rendah. (Dari namanya sudah bisa diduga bahwa Zoltan Dani bukan berasal dari etnis Serbia, tapi berdarah Hungaria). http://www.ausairpower.net/APA-NOTAM-230408-1.html

Rongsokan pesawat siluman F-117A sebelum dipamerkan di musium AB Serbia di Belgrade dianalisa oleh banyak fihak. Disimpulkan bahwa pesawat siluman AS tidak kebal terhadap radar dengan panjang gelombang > 1 meter. Sejak saat tersebut fihak Rusia mulai mengotak-atik radar-radar kuno mereka yang beroperasi pada gelombang VHF (Very High Frequency) dan menyempurnakannya. Ini mengingatkan saya akan suatu fenomena saat saya dulu menonton melalui TV ukuran 14” dengan antena dipole (rabbit antenna) di Drummoyne (sebuah suburb di Sydney) yang dilalui banyak pesawat komersil. Saya dulu mendapati tayangan TV terganggu sekejap yang disusul tidak berapa lama kemudian dengan raungan suara pesawat lewat. Jadi antena dipole TV yang sangat sederhana saja sudah bisa mendeteksi kedatangan pesawat dari jarak tertentu.

Sekarang Rusia sudah menghasilkan ‘upgrade’ berupa radar digital VHF yang bisa diintegrasikan dengan peralatan SAM (Surface to Air Missile) yang sudah digelar terlebih dahulu disamping juga sudah dihasilkan sistem-sistem radar digital VHF yang baru. Dengan demikian pesawat-pesawat siluman sekarang sudah bisa dideteksi oleh negara-negara yang memiliki sistem pertahanan udara terintegrasi (IADS – Integrated Air Defence System).

Kita akan menjadi saksi dengan apa yang akan terjadi di Iran. Konon Iran sudah memiliki sistem pertahanan udara canggih S-300 buatan Rusia. Sementara ini Israel sudah mengancam untuk menghancurkan reaktor nuklir Iran yang diduga tengah menyiapkan pembuatan bom nuklir. Dalam tayangan TV belum lama ini diberitakan secara ‘off the record’ oleh duta besar Israel untuk Australia bahwa Iran akan mampu membuat bom nuklir dalam 14 bulan mendatang dan Israel akan memastikan bahwa ini tidak akan terjadi.

Tahun 2008 History Channel menayangkan program berjudul “Dogfights of the Future”. Bagi yang belum menonton dan berminat menontonnya secara gratis bisa mencari program tersebut lewat ‘youtube’ dengan nama “Future dogfights” di mana program tersebut dipotong menjadi 9 bagian. Dalam pembuatan animasi ini rupanya History Channel masih menerapkan apa yang populer dikalangan para birokrat Barat berupa model pertempuran udara asimetris di mana diasumsikan bahwa fihak Barat memiliki keunggulan sefihak dengan dimilikinya perangkat AWACS/AEW&C beserta jaringannya yang dianggap tidak akan dimiliki oleh fihak lawan. Mungkin mereka masih terbuai dengan kemenangan Perang Irak (1991 dan 2003) dan pertempuran udara diatas lembah Bekaa (1982). Padahal kenyataannya sekarang tidak seperti itu lagi dengan larisnya Rusia menjual misil udara ke udara jarak jauh yang dirancang khusus untuk menghancurkan AWACS/AEW&C, sistem-sistem pengacak macam SPN-2/4/30 series, Pelena-1, Topol-E dan sistem pendukung ELINT (ELectronic Signals INTelligence) seperti Orion/Vega 85V6 series.

Dalam tayangan tersebut diceritakan bahwa pesawat-pesawat F-22 Raptor berhadapan dengan sekelompok pesawat MiG-29 yang buta akan keberadaan pesawat-pesawat siluman tersebut. Pada kenyataannya sekumpulan pesawat MiG-29 dimasa mendatang akan selalu dikawal oleh pesawat-pesawat tempur generasi 4++ macam pesawat Su-35BM yang memiliki radar sangat sensitif dan bisa saling bertukar informasi dengan pesawat MiG-29 lewat jaringan TKS-2. Pesawat-pesawat MiG-29 dimasa depan juga kemungkinan sudah di-‘upgrade’ untuk bisa membawa misil Vympel R-77M . Saat pesawat F-22 melepaskan misilnya, maka saat itu juga posisi pesawat siluman tersebut diketahui yang akan segera dibalas dengan pelepasan sepasang misil yang berbeda sifat.

Yang konyol dalam tayangan tersebut adalah suatu keadaan dimana pesawat-pesawat F-22 kehabisan misil dan memerlukan bantuan misil tambahan dari pesawat B-1R yang masih dalam perencanaan untuk dibuat. Sekarang ini jika saja pesawat B-1R dioperasikan maka keberadaannya sudah bisa langsung dideteksi dari jarak jauh dan segera akan menjadi prioritas utama untuk dihancurkan melalui pelepasan misil jarak jauh Novator K-100 dan misil Vympel R-37 (kode Nato: AA-13 Arrow) yang memiliki daerah jelajah antara 300 – 400 km. Jadi dalam keadaan sebenarnya dimasa depan pesawat-pesawat F-22 tidak bisa mengandalkan bantuan pada pesawat-pesawat lain yang bukan pesawat siluman. Pesawat semacam B-1R dan pesawat peringatan dini (AWACS) merupakan sasaran yang mendapat prioritas utama untuk dihancurkan terlebih dahulu.

Ada keganjilan yang mencolok mata dalam tayangan program tersebut, saat mana diceritakan bahwa pesawat F-35 sedang dalam misi penyerbuan yang memerlukan kemampuan ‘stealth’ pesawat, tapi ditayangkan pesawat tersebut sedang membawa demikian banyak misil yang terkait dengan ‘pylons’ pesawat. Mungkin anak kecil juga tahu bahwa kalau kemampuan ‘stealth’ pesawat diperlukan maka semua persenjataan harus tersimpan didalam badan pesawat (fuselage).

Tak dapat dipungkiri bahwa pesawat tempur F-22 Raptor adalah sebuah pesawat tempur generasi ke-5 yang istimewa yang belum bisa ditandingi saat ini dan kita harus menunggu apakah pesawat tandingannya, yaitu Sukhoi PAK-FA yang merupakan pesawat tempur generasi ke-5 Rusia yang direncanakan untuk diluncurkan tahun 2009 ini akan bisa menandinginya. Kombinasi pesawat-pesawat F-22 dengan pesawat-pesawat F-35 akan memberikan kemampuan ‘strike’ yang tinggi. Tapi sekarang keadaannya akan menjadi lain kalau sampai berani memasuki wilayah udara lawan yang sudah dilengkapi dengan sistem pertahanan udara terintegrasi yang merupakan adaptasi atas apa yang telah terjadi di Serbia selama konflik Kosovo pada tahun 1999. Pada kenyataannya hanya ada beberapa negara di dunia yang memiliki sistem tersebut diluar Rusia dan diantaranya adalah RRC, Iran dan Venezuela.

Ada yang mengganggu telinga saya saat menonton tayangan “Dogfights of the Future” tersebut, yaitu tiap kali diucapkannya kata Rafale (baca: Rafal). Rafale adalah nama pesawat tempur kebanggaan Perancis yang entah bagaimana demikian sering muncul dalam tayangan tersebut. Saya untuk pertama kalinya mendengar kata Rafale ditahun 1986 saat berdiskusi dengan seorang ‘engineer’ muda Perancis. Mungkin ketidak nyamanan ditelinga ini mirip dengan apa yang dirasakan oleh seorang kolega kelahiran Belanda yang jadi mendelik sambil geleng-geleng kepala seraya mengomel saat nama kota Amsterdam dilafalkan sebagai “emsterdem” oleh seorang vendor asal AS.

TNI AU telah demikian jeli dan pintar untuk membeli pesawat-pesawat Sukhoi Flanker dari varian yang berbeda walaupun jumlahnya amat terbatas. Pesawat Sukhoi Su-30MK2 yang baru diserahkan merupakan varian khusus yang bisa membawa misil-misil anti kapal laut. Sementara pesawat-pesawat Sukhoi Su-27SKM yang nantinya akan diterima TNI-AU merupakan suatu varian dengan ‘upgrade’ pada sistem avioniknya yang merupakan pesawat tempur generasi 4+ untuk keperluan supremasi udara disamping juga mampu untuk melancarkan serangan ke darat. Pesawat-pesawat Sukhoi Flanker Indonesia ini semuanya merupakan bagian Skadron Udara 11 Lanud Hasanuddin yang secara geografis cukup strategis karena tidak terlalu jauh dari dua buah pulau yang diambil oleh Malaysia.

TNI AU tampaknya perlu memiliki pesawat-pesawat tempur Sukhoi Su-35BM yang merupakan pesawat tempur generasi 4++ hingga mampu untuk melacak pesawat-pesawat siluman dan konon ini merupakan varian terakhir yang dikembangkan Rusia untuk Sukhoi Flanker. Pesawat tempur ini juga merupakan pesawat tempur peran ganda yang bisa melakukan semua peran dari berbagai varian Sukhoi Flanker sebelumnya.

Terbetik berita belum lama ini bahwa dua pesawat Su-30MK2 TNI AU yang baru telah dikunci misil dari fihak yang tidak diketahui asalnya saat sedang berlatih diatas pesisir Sulawesi Selatan. http://www.kompas.com/read/xml/2009/02/20/13301076/dua.sukhoi.lanud.hasanuddin.dikunci.missile.

Dari beberapa kemungkinan saya cenderung untuk menduga bahwa ini dilakukan oleh pesawat siluman karena radar pesawat Su-30MK2 tidak mampu mendeteksi keberadaan pesawat tempur asing. Saya tidak tahu apakah Kohanudnas memiliki radar-radar yang beroperasi pada gelombang VHF. Misalkan saja dugaan tersebut benar maka saya lebih cenderung bahwa itu dilakukan oleh pesawat F-22 yang demikian superior karena pesawat siluman F-35 memiliki jarak jelajah yang terbatas walaupun ada yang berbasis diatas kapal induk.

Hal ini membuktikan bahwa pesawat-pesawat tempur generasi 4 akan kesulitan menghadapi pesawat-pesawat tempur generasi ke-5 dan ini mendukung model pertempuran udara asimetris seperti yang ditayangkan dalam tayangan “Dogfights of the Future” dimana pesawat-pesawat F-22 dengan begitu leluasa bisa menghabisi pesawat-pesawat lawan dengan menggunakan misil AIM-120D AMRAAM. Tapi apakah kejadian tersebut merupakan pembuktian fihak Lockheed Martin, pabrik pembuat pesawat F-35 Lightning II, bahwa Australia tidak perlu ragu untuk memiliki pesawat siluman tersebut? Ini dikarenakan fihak Air Power Australia bersekukuh bahwa pesawat-pesawat F-35 tidak cukup bagus untuk Australia dan yang diperlukan adalah pesawat-pesawat F-22 yang sementara ini tidak bisa diexpor.

Dalam situs Air Power Australia berikut Grisha menuliskan suatu skenario untuk menghancurkan ADF (Australian Defence Force) dengan sebagiannya menerapkan taktik yang telah disiapkan oleh Uni Soviet untuk menghadapi AS dalam Perang Dingin sebelumnya. Ternyata hanya dibutuhkan beberapa skadron pesawat Sukhoi Flanker generasi baru yang membawa persenjataan lengkap untuk bisa menghancurkan ADF yang kekuatannya termasuk kelas menengah di dunia. http://www.ausairpower.net/APA-NOTAM-040707-1.html Itu sebabnya Australia akan selalu mengandalkan diri pada payung pertahanan AS.


Diluar Rusia hanya RRC dan India yang memiliki konsentrasi ratusan pesawat Sukhoi Flanker disamping memiliki lisensi untuk membuat pesawat Sukhoi Flanker beserta persenjataannya. Kerja sama antara India dan Rusia menghasilkan misil jelajah BrahMos (diambil dari nama sungai Brahmaputra dan Moskva) yang merupakan misil jelajah tercepat dunia dengan kecepatan Mach 2,8 atau sekitar 3,5 kecepatan misil jejajah Harpoon buatan AS.

Saya yakin dunia dimasa mendatang akan lebih sejuk dengan telah terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden AS yang terbukti lebih mengedepankan adanya dialog. Masih ditunggu apa kelanjutan program yang merupakan warisan Bush berupa penempatan perangkat pertahanan anti peluru kendali NATO berupa roket-roket penangkal di Polandia yang terkait dengan perangkat radar pertahanan udara di Ceko. Sistem ini walaupun dinyatakan oleh Bush tidak ditujukan pada Rusia tapi keberadaannya jelas-jelas mengancam peluru-peluru kendali antar benua Rusia. Hal ini akan diimbangi fihak Rusia dengan menggelar sistem peluru kendali taktis Iskander-M (kode NATO: SS-26 Stone) di wilayah Kaliningrad yang langsung diarahkan pada pangkalan roket di Polandia. Seperti bisa diduga nama Iskander tersebut diambil dari nama salah seorang penguasa dunia yaitu kaisar Iskandar Agung (Alexander the Great). Versi awal sistem peluncur roket jelajah ini berupa Iskander SS-21 Scarab/Tochka telah dipergunakan Rusia untuk menghujani wilayah Georgia pada konflik dibulan Agustus 2008 dengan menimbulkan kerusakan besar.

‘Si vis pacem, para bellum.’ Jika ingin damai, bersiaplah untuk perang.

Sumber: Air Power Australia dan berbagai situs di Internet

Pengikut dari 5 benua

Arsip Blog